Daily Archives: April 3, 2011

JALAN NASIONAL DAN PROVINSI DI PAYAKUMBUH RUSAK

Warga kota Kota Payakumbuh berharap, Dinas PU Sumatera Barat, segera memperbaiki Ruas jalan nasional dan jalan provinsi yang rusak didaerahnya, sebab jika dibiarkan berlarut, selain akan memperparah kondisi jalan, juga dapat mengundang kecelakaan lalulintas.

Humas Pemko Payakumbuh memberitakan, dalam sebulan terakhir, tercatat sudah tiga kendaraan roda dua yang jatuh di badan jalan berlobang didaerahnya.

ANTONI WIJAYA, warga Kelurahan Balai Panjang, Payakumbuh Selatan, yang sering bolak balik dari Payakumbuh ke Bukittinggi, merasakan sekali perbedaan jalan nasional, dari kawasan Ngalau Sampik didepan kantor balaikota Payakumbuh hingga ke gerbang kota Payakumbuh, lebih kurang 500 meter.

Selain banyak lobang, badan jalan juga bergelombang dan rawan kecelakaan. Padahal, selepas gerbang kota, arah Bukittinggi, jalan nasional itu sudah lebih baik, datar dan mulus.

Selain jalan nasional, jalan provinsi dari arah selatan kota, dari Batang Tabik-Labuh Basilang dan Tugu Adipura di Jalan M. Yamin dan Jalan A. Yani Payakumbuh, sepanjang 4 Km, serta Jalan Tan Malaka dari Bunian sampai Lampasi 4 Km, juga mengalami kondisi yang sama.

Selain bergelombang, di badan jalan tersebut, banyak lobang menganga, yang mengancam keselamatan pemakai jalan.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 3 April 2011

Iklan

POTENSI EKONOMI DITARANTANG DAN BERINGIN

Kelurahan Tarantang dan Kelurahan Beringin Kecamatan Lubuk Kilangan kota Padang mempunyai potensi Alam yang baik dibidang Pertanian, Peternakan dan Perikanan dengan luas lahannya lebih kurang 90 hektar.

Wakil Walikota Padang MAHYELDI ANSYARULLAH mengatakan dua kelurahan tersebut memiliki lahan yang luas untuk lahan persawahan serta memiliki perbukitan yang cocok untuk ditanami dengan tanaman perkebunan ,begitu pula dengan lahan pekarangan masyarakat masih banyak yang belum dimanfaatkan atau masih banyak yang kososng.

Menurut MAHYELDI ANSYARULLAH bila potensi tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin akan sangat membantu dalam meningkatkan Ekonomi warga setempat sehingga masyarakat yang berdomisili pada kedua Kelurahan tersebut bisa menjadi makmur.

Untuk itu diharapkan kepada aparat Kelurahan agar dapat memperhatikan dan memberikan binaan kepada warga masyarakat setempat agar lebih maju dan sejahtera.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 3 April 2011

KEJURDA PANJAT TEBING

Seleksi Kejuaraan Daerah panjat tebing Kejurda yang diikuti 12 Kabupaten Kota di Sumatera Barat dilaksanakan di Lapangan Cindua Mato Batusangkar sejak kemaren.

Kejuaraan tersebut merupakan ajang seleksi untuk mencari atlit Sumatera barat yang dipersiapkan untuk Pra Pon yang akan dilaksanakan di Semarang.

Plt Sekda Kabupaten Tanah Datar UCU BENYAMIN dalam sambutannya mengatakan , olah raga panjat tebing sangat digemari generasi muda Tanah datar terbukti pada Porprof yang lalu medali emas pertama yang diperoleh Tanah Datar dari panjat Tebing.

Dikatakan, olah raga panjat tebing di Tahan datar meningkat tiap tahunnya dengan dukungan pemerintah setempat.

Sementara itu Wakil Ketua satu KONI Sumatera Barat SYAIFUL SH dalam sabutannya mengatakan olah raga panjat tebing juga dapat menjauhkan generasi muda dari perbuatan maksiat seperti Nakoba dan lainnya.

Untuk itu SYAIFUL mengharapkan agar olah raga panjat tebing di Kabupaten tanah datar terus ditingkatkan sesuai dengan komitmen Pemda Tanah datar untuk menjadikan masyarakat Tanah Datar menggemari olah raga.

Sumber : Warta Berita Olahraga pukul 12.00 tanggal 3 April 2011

WARGA BATANG KAPAS PAKAI RAMUAN TRADISIONAL OBATI PADI

Petani di Kecamatan Batang Kapas sejak 2 tahun lalu hingga kini menggunakan ramuan tradisional turun temurun dalam mengobati padi umur 25 hari yang tiba-tiba daunnya menguning.

Dengan demikian menguningnya daun padi , tidak langsung disikapi petani setempat dengan memakai pupuk bahan kimia seperti pestisida.

Salah seorang petani Batang Kapas, IGUS yang tinggal di kampung Limau Sundai Nagari IV Koto Hilir Kecamatan Batang Kapas mengatakan, ramuan tradisional tersebut biasanya cukup dengan tiga jenis tanaman yakni Sambung, Jariangau dan Kunik Bolai.

Dengan ramuan yang dihaluskan tersebut, daun yang menguning akan kembali menghijau dalam waktu beberapa hari.

Mengolah tumbuhan untuk dijadikan sebagai penawar penyakit padi yang menguning akibat terserang hama, ternyata mampu mengurangi pengeluaran petani.

Sebab, kalau memakai pestisida selain harganya mahal juga susah didapat, sedangkan tiga jenis tumbuhan tersebut mudah didapat pada perkarangan atau kebun warga.

Tiga jenis tumbuhan yang sudah dicincang , sebelum direndam dengan air, dihaluskan dulu agar tercampur rata.

Proses penghalusan itu bisa menggunakan lesung atau gilingan cabe dan detelah itu baru ditebarkan pada lahan yang ditanami padi yang sudah menguning.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 3 April 2011

KOORDINASI ANTAR SKPD TANAH DATAR

Bupati Tanah Datar, M. SHADIQ PASADIGOE mengingatkan agar koordinasi antar SKPD DI LINGKUNGAN Pemkab Tanah Datar selalu dibina dan dipelihara.

Untuk itu Bupati minta, tidak satupun SKPD yang menonjolkan ego karena akan berakibat terhadap jalannya penyelenggaraan pemerintah.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan Forum antar SKPD Kabupaten Tanah Datar baru-baru ini, Bupati Tanah Datar, M. Shadiq Pasadigoe mnegaskan, hal itu penting dipahami pimpinan disetiap SKPD mengingat banyak pekerjaan yang menjadi tugas pokok SKPD yang saling berkaitan dengan SKPD lainnya yang membutuhkan koordinasi yang baik diantara SKPD.

Dikatakan, dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah tahun 2009, dari penilaian BPKP Sumatera Barat telah menetapkan Pemerintahan Tanah Datar sebagai peringkat 1 di tingkat Sumbar berdasarkan hasil Laporan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) dan 36 besar di Indonesia.

Hal itu tidak terlepas dari kerja keras dan kesungguhan Aparat di seluruh SKPD Tanah Datar dalam pelaksanaan tahun 2009.

Diharapkan semangat dan kerja keras tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 3 April 2011

DUA SOPD BARU DISETUJUI DPRD, SIAPA DIPERCAYA WALIKOTA?

Dua Ranperda Satuan Organisasi Perangkat Daerah SOPD baru di jajaran Pemko Payakumbuh, yang disahkan DPRD setempat beberapa hari lalu, kini tinggal menunggu rekomendasi Gubernur Sumbar.

Kedua SOPD tersebut yakni, Badan Penanggulangan Bencana dan Kesatuan Bangsa (BPBKB) dan Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal Daerah (BPTSP-PMD).

Humas Pemko Payakumbuh dalam siaran persnya menyebutkan, Kota Payakumbuh selama ini belum punya lembaga pemerintah yang khusus menangani berbagai musibah atau bencana, ehingga apabila terjadi musibah, penanganannya dilakukan secara terpadu, antara Kantor Kesbang Pol dan Perlindungan Masyarakat dan Dinas Sosial, Naker.

Padahal, ditingkat pusat dan provinsi, lembaga khusus yakni BNPB sudah ada dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara, BPTSP-PMD, merupakan gabungan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dengan Kantor Penanaman Modal.

Penggabungan kedua kantor tersebut, dinilai DPRD sangat tepat, dan akan meningkatkan performance pemko dalam pelayanan masyarakat.

Sekdako Payakumbuh H. Irwandi, SH, mengatakan, bertambahnya dua SOPD itu, sekaligus menambah dua jabatan eselon II, dari 22 menjadi 24 jabatan.

Namun siapa yang akan mengisi jabatan dua tambahan SOPD itu, Irwandi belum menyebutkannya.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 3 April 2011

PEREKONOMIAN SUMATERA BARAT

Gubernur Sumatera Barat IRWAN PRAYITNO mengatakan, pertumbuhan ekonomi Propinsi Sumatera Barat telah mengalami peningkatan yang cukup baik.

Pada periode 2001-2005 rata rata pertumbuhan ekonomi Sumbar 4,67 persen pertahun.

Sejak tahun 2006 Sumatera Barat telah mencpaai pertumbuhan ekonomi diatas 6 persen dan pada tahun 2008 yang merupakan puncak dari pertumbuhan ekonomi yang tertinggi dicapai Ppropinsi Sumatera Barat yakni sebesar 6,37 persen, namun imbas krisis finansial global dan gempa bumi September 2009 telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat menurun kembali hingga 4,16 persen.

Menurut Gubernur IRWAN PRAYITNO tahun 2010 pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat mulai membaik lagi dengan laju pertumbuhan sebesar 5,93 persen.

Kondisi tersebut disebabkan meningkatnya aktifitas ekonomi seiring dengan menggeliatnya perekonomian, terutama naiknya kontribusi sector bangunan yang cukup tinggi sebesar 13,94 persen.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 3 April 2011

%d blogger menyukai ini: