Daily Archives: April 23, 2011

PELESTARIAN LINGKUNGAN DENGAN PENGHIJAUAN DI KOTA PADANG

Gerakan Penanaman Pohon di Kota Padang terus berlangsung melalui program lingkungan hidup dengan melibatkan partisipasi Pemerintah , Swasta, Perguruan Tinggi dan sekolah-sekolah di kota Padang.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kota Padang, Ir.SYAHIRMAN mengatakan, pelestarian lingkungan antara lain dilakukan melalui program penghijauan oleh sekolah-sekolah di Kota Padang dengan menanam 5.000 batang pohon.

Menurut SYAHIRMAN, Kota Padang telah mengalokasikan areal penanaman pohon kurang lebih untuk 65 juta pohon dan itu telah dibagi-bagikan keseluruh sekolah, masyarakat dan Instansi lainnya di Kota Padang.

Ir.SYAHIRMAN menambahkan, upaya pelestarian lingkungan lainnya dilaksanakan melalui kegiatan penghijauan dan penyisipan sebanyak 1.800 batang pohon, yang ditanam di Taman Hutan Raya dan 35.000 batang dilakukan oleh perguruan tinggi disekitar kampus masing-masing.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 23 April 2011

Iklan

PENGUJIAN KIR AKAN KEMBALI KE DAERAH MATA AIR

Bulan Mei mendatang Pengurusan KIR bagi angkutan umum di Kota Padang akan mulai kembali dioperasikan pada kantor Dinas Perhubungan Kota Padang jalan Mata Air.

Kepala Dinas Perhubungan kota Padang, FIRDAUS ILYAS mengatakan, gedung KIR daerah mata air yang rusak akibat gempa tahun 2009 lalu sedang dalam perbaikan dan diperkirakan pada bulan Mei mendatang telah bisa ditempati kembali.

Dikatakan, sejak rusaknya gedung pengujian KIR di Mata Air, operasional KIR kemudian dipindahkan ke Terminal By Pass, hal tersebut mengakibatkan pengujian KIR yang dilakukan secara manual menjadi kurang kondusif.

FIRDAUS ILYAS berharap, dengan dipindahkannya pengujian KIR tersebut, diharapkan pengujian KIR secara mekanik bisa dimaksimalkan, dan hasilnya pun bisa dimanfaatkan bagi pengguna angkutan umum karena angkutan umum yang telah diperiksa KIR dengan maksimal sangat berguna bagi keselamatan para penumpang angkutan.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 23 April 2011

PENATARAN DAN PELATIHAN BERBURU

Untuk mendukung tingginya minat masyarakat pada olahraga berburu, Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia-Perbakin Sumatera Barat menggelar penataran dan pelatihan dasar berburu.

Penataran serta pemberian materi dasar berburu ini diikuti oleh 35 orang calon anggota Perbakin bidang berburu yang berasal dari sejumlah daerah di Sumatera Barat, dan dari luar Provinsi, seperti Jambi dan Riau.

Rangkaian pelatihan dasar dimaksud, telah mulai dilaksanakan di Pangeran Beach Hotel Padang kemarin, dan akan diakhiri dengan materi latihan dasar menembak di Lapangan Brimob Padang Sarai, besok.

Penataran dan pelatihan berburu merupakan agenda rutin Perbakin Sumatera Barat, yang diselenggarakan 4 atau 5 tahun sekali, dan terbuka untuk umum dengan batas usia peserta minimal 17 dan maksimal 65 tahun.

Instruktur pelatihan, didatangkan langsung dari Pengurus Besar Perbakin, dengan materi yang akan diberikan kepada peserta diantaranya teknik penggunaan senjata api untuk berburu, teknik survival, dan pengetahuan umum tentang jenis-jenis satwa yang diperbolehkan untuk diburu.

Ketua Bidang Berburu PB Perbakin, SULISTYANTO yang hadir sebagai pemateri pada pelatihan tersebut menuturkan, pelatihan dasar berburu merupakan kewajiban yang harus ditempuh untuk menjadi Anggota Perbakin.

Dari penataran dimaksud, Perbakin akan melakukan penilaian terhadap peserta untuk menentukan kelulusan guna mendapatkan sertifikat keterampilan dan penataran, serta kartu tanda anggota Perbakin.

SULISTYANTO berharap dari pelaksanaan penataran tersebut, peserta dapat memahami tata cara berburu dan mematuhi peraturan-peraturan yang ditetapkan dalam berburu.

Lebih lanjut Ia berharap, jika telah lolos dan berhak menjadi anggota, para pemburu dimaksud diminta rutin memperdalam kemampuan untuk dapat bergabung ke dalam olahraga prestasi, dan tidak sekedar menyalurkan hobi, karena saat ini jumlah atlit Perbakin untuk kategori berburu atau hunting masih minim.

Sumber : Warta Berita Olahraga pukul 12.00 tanggal 23 April 2011

JATI DIRI PEREMPUAN MINANG

Dengan posisi strategis yang dimiliki perempuan Minangkabau jika ditinjau dari aturan adat, memberikan peluang bagi perempuan bersangkutan untuk dapat berkarya dan berkarier dalam berbagai bidang.

Sistem kekeluargaan Matrilinial atau mengikuti garis keturunan ibu, yang dianut oleh adat Minangkabau menempatkan kaum wanita pada posisi yang sangat istimewa.

Berbekal keistimewaan itu, seharusnya kaum wanita Minangkabau dapat berkiprah sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya masing – masing, tanpa harus terhalang oleh perbedaan gender.

Demikian disampaikan oleh Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat Raudhah Thaib menanggapi kiprah wanita Minangkabau yang tetap menjunjung tinggi jati diri perempuan Minang sesungguhnya.

Menurut Raudhah Thaib, dengan potensi dan peluang yang dimiliki tersebut, wanita Minangkabau dituntut untuk berbuat lebih dan jauh lebih maju dari wanita – wanita lainnya, tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai wanita Minangkabau.

Sehubungan dengan itu, pihaknya berharap tidak ada lagi wanita Minangkabau yang tertinggal, minim pengetahuan, tidak mengecap pendidikan dan tidak memiliki kemauan maupun kesadaran untuk merubah diri menjadi lebih baik.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 23 April 2011

%d blogger menyukai ini: