Daily Archives: Mei 26, 2011

RENDAHNYA MUTU PENDIDIKAN

Ketua DPRD Propinsi Sumatera Barat, Ir. YULTEHNIL MM, mengatakan, secara kuantitas Pendidikan Sumatera Barat lebih baik dari 2010, tetapi secara kualitas menurun.

Hal tersebut terbukti dengan rendahnya hasil Ujian Nasional yang dilaksankaan beberapa hari yang lalu, dimana Sumatera Barat berada pada ranking ke 27 dari 33 Propinsi di Indonesia.

Untuk itu, menurut YULTEKHNIL, perlu dilakukan evaluasi dan kajian terhadap program yang dilakukan Dinas Pendidikan, terutama Dinas Pendidikan Sumatera Barat mengenai penyebab turunnya mutu Pendidikan Sumatera Barat.

Menurut YULTEKHNIL , semakin rendahnya mutu pendidikan di Sumatera Barat saat ini antara lain disebabkan kurangnya kualitas guru sebagai sumberdaya manusia serta sistematika kurikulum atau materi yang diberikan kepada anak didik.

Selain itu juga disebabkan perkembangan teknologi elektronik sekarang ini seperti HandPhone, Televisi dan kecanggihan Internet serta teknologi lainya yang mengakibatkan motivasi anak-anak usia sekolah untuk belajar berkurang.

Untuk itu, diminta kearifan dari para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya dalam belajar.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 26 Mei 2011

Iklan

TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT (TNKS) BERALIH FUNGSI

Sedikitnya 130 hektar areal hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan telah beralih fungsi menjadi lahan perkebunan masyarakat.

Kepala Dinas Kehutanan Energi dan Sumberdaya Mineral Pesisir Selatan, EDI SUHARTONO kepada portal pesisirselatan.go.id mengatakan, lahan seluas itu dimanfaatkan sekitar 100 orang Kepala Keluarga di Kambang Utara Kecamatan Lengayang sejak 8 tahun terakhir.

Menurut EDI SUHARTONO, pengetahuan masyarakat di Pessel tentang tapal batas kawasan hutan lindung dengan hutan produksi disana masih minim, sehingga sulit bagi petugas dan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas.

Dari pengamatan dan investigasi yang dilakukan petugas Dinas Kehutanan dan TNKS beberapa waktu lalu, ditemukan 130 hektar lahan hutan yang sudah beralih fungsi menjadi kawasan perkebunan.

Kawasan seluas itu digunakan sebagai lahan perkebunan gambir, karet, nilam, coklat dan lainnya, yang rata-rata kini sudah berproduksi.

Selain itu, ditemukan juga sekitar 20 hektar lahan yang sedang dibabat oleh masyarakat untuk dijadikan lahan perkebunan.

Aktifitas pembabatan hutan itu terpaksa dihentikan petugas, karena mereka terbukti melanggar Undang-Undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan.

Berhubung mereka benar-benar tidak mengetahui bahwa aktifitasnya melanggar UU, maka mereka tidak ditindak secara hukum.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 26 Mei 2011

JAMINAN KESEHATAN DI PADANG PARIAMAN

Undang-Undang nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, mengamanatkan, pembangunan kesehatan harus ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat masyarakat yang lebih baik.

Untuk itu, pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berupaya mewujudkan hal tersebut dengan mengikutkan masyarakat dengan berbagai program jaminan kesehatan.

Dalam siaran persnya, Humas Pemkab Padang Pariaman menyebutkan, saat ini sebanyak 152 ribu 953 warga masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman telah mendapatkan Jaminan Kesehatan dan berbagai program kesehatan lainnya dari pemerintah daerah setempat.

Jaminan kesehatan tersebut terdiri dari Askes PNS sebanyak 22 ribu 38 jiwa, Jamkesmas 118 ribu 490 jiwa dan Jamkesda 12 ribu 65 jiwa.

Selain dalam rangka mewujudkan pembangunan Sumber Daya manusia yang produktif, program tersebut juga merupakan tujuan pembangunan kesehatan Kabupaten Padang Pariaman yang di tuangkan dalam Visi dan Misi tahun 2011 – 2015 yakni “Masyarakat Padang Pariaman yang Sehat, Mandiri, Berkualitas dan Berkeadilan.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 26 Mei 2011

PEREMPUAN TAK SELALU MUNCUL KEPERMUKAAN

Peranan perempuan dalam menyangga program pembangunan semakin signifikan sejak masa orde baru hingga zaman reformasi sekarang.

Kendati diakui perempuan tidak selalu muncul kepermukaan, namun dorongan yang diberikan semakin nyata dalam keseharian.

Demikian dikemukakan Ketua Umum Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sijunjung, Ny . Linda Muchlis Anwar, dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Daerah VI GOW Kabupaten Sijunjung, di balairung Lansek Manih Sijunjung pada hari Selasa lalu.

Dikatakan, walaupun masih terdapat kesenjangan yang dirasakan, tapi keterlibatan perempuan di berbagai sektor pembangunan negara telah dapat dibuktikan disaat perempuan mendapat peluang mengembangakan potensi diri dan menyumbangkan kualitas yang dimiliki.

Keberadaan GOW, tambahnya, sebagai sebuah organisasi yang selalu mengedepankan kepentingan masyarakat sangat dirasakan oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah maupun masyarakat luas, karena aktifitasnya yang menyentuh masyarakat.

Musda GOW Sijunjung ke VI, selain memilih kepengurusan untuk masa bhakti 2011 – 2016, juga merupakan ajang musyawarah dalam menyusun langkah-langkah strategis tentang kebijakan dan program yang akan datang.

Untuk itu kata Linda Muchlis Anwar, pengurus yang terpilih nantinya harus memiliki komitmen yang jelas dalam melaksanakan amanah yang diberikan.

Sementara itu ketua panitia pelaksana, Ny. Yet Bakri dalam laporannya mengatakan, Musda GOW VI diikuti 119 peserta yang berasal dari 18 organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Sijunjung.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 26 Mei 2011

HARI INI DALAM SEJARAH : 26 MEI

824 – Prasasti Kayumwungan diselesaikan, menceritakan Pramodawardhani putri Samaratungga yang meresmikan bangunan suci bertingkat-tingkat, diduga Candi Borobudur.
1889 – Pembukaan pertama lift Menara Eiffel kepada umum.
1896 – Indeks pasar saham Dow Jones Industrial Average pertama kali diterbitkan untuk mengukur performa komponen industri di pasar saham Amerika Serikat.
1972 – Amerika Serikat dan Uni Soviet menandatangani Persetujuan Peluru Kendali Anti-Balistik.
1972 – Ahmad Dhani, musisi pendiri dan anggota grup musik Dewa 19, lahir.

%d blogger menyukai ini: