Monthly Archives: Juni 2011

PEMBERIAN BONUS ATLIT

Ketua Komisi IV DPRD Propinsi Sumatera Barat, Muslim M Yatim, mengatakan, bagi atlit peraih medali emas pada pekan Olah Raga Wilayah Porwil Sumatera ke-8 di Batam, Kepulauan Riau pekan lalu, akan mendapatkan bonus untuk per orangan sebesar 50 juta rupiah , perak 25 juta rupiah dan perunggu 15 juta rupiah, sedang untuk beregu medali emas dihargai minimal 75 juta rupiah.

Bonus 75 juta rupiah untuk peraih medali emas beregu tersebut belum final, karena Komisi IV baru akan memperjuangkan dalam rapat dengan komisi lainnya.

Menurut Muslim M. Yatim, bonus 75 juta rupiah bagi peraih medali emas beregu pada PORWIL tersebut wajar, karena perjuangan atlit Sumatera Barat untuk meraih medali emas dimaksud sangat berat.

Sumber : Warta Berita Olahraga pukul 12.00 tanggal 30 Juni 2011

Iklan

PAMSIMAS PERCEPAT PENUHI KEBUTUHAN MASYARAKAT

Pengelolaan sarana air minum, sanitasi dan kesehatan (Pamsimas) harus dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan, mengingat Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui pencegahan penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan, produktivitas dan kualitas hidup.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, SP, saat membuka Rakor Fasilitator Masyarakat Berkelanjutan (FMK) Program Pamsimas Kota Padang di Palanta Rumah Dinas Walikota Padang, kemarin.

Dijelaskan, pembangunan dan pengelolaan air harus berdasarkan pendekatan partisipatif, menyertakan seluruh lapisan masyarakat yang menjadi acuan dalam upaya pemeliharaan dan keberlanjutan program Pamsimas.

Keberlanjutan pelayanan sarana air dan sanitasi di lingkungan masyarakat dipengarugi oleh aspek keberlanjutan teknis, keberlanjutan financial, keberlanjutan kelembagaan, keberlanjutan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Ditambahkan, program Pamsimas sangat positif mengembalikan keberfungsian masyarakat dalam mengelola sarana yang telah mereka bangun bersama dengan semangat gotong royong.

Sementara peran fasilitator keberlanjutan untuk bisa menjembatani masyarakat dengan stakeholders terkait dalam membangun kemitraan, termasuk dengan Pemerintah Kota Padang.

Oleh sebab itu Fasilitator Masyarakat Berkelanjutan (FMK) harus benar-benar melaksanakan program tersebut dengan professional dan bisa menciptakan pemberdayaan masyarakat, agar tercipta masyarakat yang mandiri dengan ilmu dan pengetahuan yang cukup pada program Pamsimas.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 30 Juni 2011

PENINGKATAN KUALITAS NILAI AGAMA

Dalam peningkatan pengamalan dan penerapan ajaran agama tidak hanya cukup dengan membagi-bagikan Al- Quran dan buku bacaan agama, akan tetapi yang menjadi ukuran keberhasilan adalah, bagaimana pengamalan ajaran agama itu sendiri dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Namun kenyataan yang terjadi, justru pengamalan dan penerapan ajaran agama semakin menurun.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Fraksi Demokrat DPRD Propinsi Sumatera Barat, HM NURNAS dalam rapat paripurna pemandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah DPRD Sumatera Barat tentang laporan pertanggung jawaban APBD Propinsi Sumatera Barat tahun anggaran 2010.

Menurut Nurnas, nilai-nilai Adat Basandi Syarak – Syarak Basandi Kitabullah adalah falsafah hidup masyarakat Minangkabau yang telah diterima semenjak terjadinya integrasi agama dan adat istiadat semenjak disepakati sumpah setia masyarakat Minangkabau di Bukit Marapalam yang harus menjadi pedoman dalam tata kehidupanan yung diatur berdasarkan adat istiadat dan agama yang diyakini.

Dijelaskan juga, peranan dan fungsi adat istiadat Minangkabau bagi masyarakat Minangkabau sudah mulai menurun karena tidak berperannya pemimpin adat dalam kehidupan masyarakat, aturan dan tata krama adat.

Terlihat, tidak sedikit pada prosesi perkawinan dan pengangkatan penghulu, ABS-SBK telah sangat sering di diskusikan, di seminarkan dengan segala hasilnya namun kenyataan kehidupan masyarakat dengan landasan adat maupun agama semakin menurun.

Untuk itu, sangat diperlukan program nyata pemerintah daerah dalam mengembangkan ajaran agama ditengah-tengah masyarakat.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 30 Juni 2011

HARI INI DALAM SEJARAH : 30 JUNI

1905 – Albert Einstein menerbitkan makalah berjudul “Tentang Elektrodinamika Bagian-Bagian Berjalan” dan memperkenalkan teori relativitas khusus.
1908 – Peristiwa Tunguska, ledakan dahsyat terjadi di daerah Tunguska, pedalaman Siberia. Berdasarkan kalender Julian yang waktu itu dipakai di sana, tanggal kejadian adalah 17 Juli.
1934 – Malam Pisau Panjang, pembantaian yang dilakukan Hitler terhadap rival-rival politiknya, terjadi di Jerman.
1960 – Kongo-Kinshasa merdeka dari Belgia.
1966 – Mike Tyson, petinju professional legendaris lahir di New York, Amerika Serikat.
1971 – Pesawat luar angkasa Soyuz 11 kehilangan tekanan saat reentry, menewaskan kosmonot Vladislav Volkov, Georgi Dobrovolski, dan Viktor Patsayev.
1977 – Pakta Pertahanan Asia Tenggara (SEATO) dibubarkan.
2002 – Brasil menjadi juara Piala Dunia FIFA 2002, gelar juara yang ke-5 kalinya.
2008 – Spanyol menjadi juara Piala Eropa 2008

PASAR INPRES, II, III DAN IV TAK LAYAK HUNI

Setelah melakukukan uji kelayakan fungsi, Pasar Inpres II, III dan IV yang rusak berat akibat gempa 30 September 2009 lalu dinyatakan tidak layak huni lagi.

Uji kelayakan tersebut dilakukan selama sebulan sejak tanggal 11 Mei 2011 sampai 25 Juni lalu oleh Tim Forensik Engineering Politeknik Negeri Padang.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pasar Kota Padang, Asnel, bersama Kepala DPKA Kota Padang Syahrul, Kepala Diskominfo Kota Padang Ali Basar, Kepala Dinas PU Kota Padang diwakili Asnul dan Kabid Humas Pemko Padang, Richardi Akbar.

Tim Forensik tersebut terdiri dari Elvi Rosa Syofyan, ST, MPSDA sebagai penanggungjawab, Syaiful Amri, SST, MT sebagai ketua, dan anggota masing- masing DR. Ir. Yurisman, MT, Ir. Ono Guspari, MT, Ir. Desmon Hamid, MT, Hendra Alexander, ST, MT, Mukhlis, ST, MT dan Era Alvansori, ST, MT.

Dengan ruang lingkup pemeriksaan struktur dan kelayakan fungsi Pasar Inpres II, III dan IV Kota Padang.

Metoda pemeriksaan dengan pengujian lapangan meliputi pengukuran konfigurasi bangunan, pemeriksaan ukuran dan jumlah besi tulangan terpasang, pengujian mutu beton, uji korosi dan uji PH limbah.

Selain itu, juga dengan pengujian laboratorium, permodelan struktur dan analisa kapasitas dan pemeriksaan kelayakan fungsi.

Kesimpulan lainnya antara lain, sistim drainase, pengelolaan limbah sampah pasar, Ventilasi udara, Transportasi dan sirkulasi lalu lalang pengunjung perlu ditata lagi serta diperlukannya area mitigasi untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengunjung pasar.

Kabid Humas Pemko Padang, Richardi, menginformasikan, ditegaskan oleh para Kepala SKPD tersebut pembongkaran kios- kios darurat di sepanjang Jalan Pasar Baru dari Arah Bioskop Raya theater dan di Jalan Pasar Raya dari arah Air Mancur sebanyak 899 kios darurat segera dilakukan.

Pembongkaran dihibahkan oleh Pemko Padang kepada Ikatan Pedagang Kecil Kaki Lima, dengan pengamanan tetap dari Pemko.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 29 Juni 2011

PISAH SAMBUT 4 PEJABAT NEGARA DI KOTA PADANG

Pisah sambut dan pengantar tugas empat pejabat Negara yang baru saja mengakhiri masa tugas di Kota Padang, tadi malam berlangsung semarak di Palanta kediaman Walikota Padang, di Jalan A. Yani Padang.

Empat Pejabat Negara tersebut yakni Ketua Pengadilan Negeri Padang, Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Padang, Kepala Satuan Brimob Polda Sumbar dan Kepala Stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) Padang.

Pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, menyematkan Pin Emas, dan atas nama Pemko Padang menyampaikan ucapan terima kasih kepada keempat pejabat negara tersebut atas jasa dan sumbangsihnya selama bertugas di Padang.

Khusus terhadap Pimpinan RRI Padang, Pemko Padang memberikan apresiasi yang besar atas perhatian dan kerja kerasnya dalam mengembangkan informasi positif kepada masyarakat, antara lain ketika terjadinya gempa berkekuatan 7,9 SR tanggal 30 September 2009 lalu.

Melalui corong radio, RRI mampu menenangkan masyarakat dari berbagai rasa trauma, takut dan juga himbauan melakukan berbagai upaya keselamatan diri dan informasi bermanfaat lainnya.

Selain itu, RRI juga sangat aktif menyampaikan program dan kebijakan Pemko Padang, seperti di bidang keagamaan, sosial budaya dalam rangka memacu pertumbuhan pembangunan.

Dalam hubungan itu, secara khusus Wakil Walikota Padang mengucapkan terima kasih kepada Mantan Kepala RRI Padang, SUDIMAN BONAVARTE, yang kini menjabat sebagai kepala RRI Banjarmasin.

Hadir dalam acara pisah sambut tersebut, Wakil Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP, Ketua DPRD Kota Padang H. Zulherman, Spd, MM, Muspida Kota Padang, Sekda H. Ir. Emzalmi, M. Si, para Kepala SKPD Kota Padang, Ketua PKK Ny. Hj. Mutiawati Fauzi Bahar, Ny. Mahyeldi dan Ny. Emzalmi.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 29 Juni 2011

HARGA RUMAH DI PADANG MAHAL

Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Barat tak mungkin menyediakan Rumah Murah bagi Masyarakat Kurang Mampu, karena harga di daerah ini khususnya di Kota Padang relatif mahal.

Ketua REI Sumatera Barat, ALKUDRI mengatakan, di luar Propinsi Sumatera Barat, pengembangan di bidang Properti ini bisa menyediakan rumah dengan harga terjangkau yakni 25 juta per Unit.

Untuk Sumatera Barat, menurut ALKUDRI, karena harga tanah mahal, tipe yang sama nilainya sebesar 75 juta rupiah.

Hal itu bisa dimaklumi, karena rata-rata harga tanah di daerah ini, rata-rata paling murah 150 ribu rupiah per meter, sehingga REI Sumatera Barat tak sanggup menyediakan perumahan untuk masyarakat ekonomi lemah.

ALKUDRI menambahkan, data terbaru dari Kementerian Perumahan Rakyat (KEMENPERA), di Sumatera Barat kini tercatat 129 ribu Kepala Keluarga yang tidak memiliki rumah.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 29 Juni 2011

ATLIT AGAM AKAN DIBERI BONUS

Sebanyak 14 orang atlit asal Kabupaten Agam yang selesai memperkuat Sumatera Barat pada event Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera ke-8 di Batam, Kepulauan Riau dan mampu menyumbangkan medali untuk Sumatera Barat, akan diberi bonus.

Ketua Umum KONI Kabupaten Agam, SYAHRIAL, SH kepada RRI mengatakan, pemberian bonus bagi atlit yang berhasil menyumbangkan medali emas , perak dan perunggu tersebut sebagai kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Agam terhadap atlit yang meraih prestasi pada Porwil.

Dijelaskan, bonus yang akan diberikan tersebut tidak sebanyak yang dijanjikan oleh pemerintah Propinsi Sumatera Barat.

Dikatakan juga, atlit asal Kabupaten Agam yang dapat menyumbangkan medali untuk Sumatera Barat diantaranya, dua orang dari cabang silat meraih satu medali emas dan satu medali perak, dari cabang sepak takraw empat beregu dan tim menyumbangkan medali emas , dan dua orang dari atletik menyumbangkan medali emas dan perak.

Kepada para atlit tersebut diharapkan, agar semakin giat berlatih sehingga pada PON tahun 2012 mendatang dapat menyumbangkan medali emas untuk Sumatera Barat.

Sumber : Warta Berita Olahraga pukul 12.00 tanggal 29 Juni 2011

BALAI LATIHAN KERJA (BLK) LATIH 750 PENCARI KERJA

Memanfaatkan dana APBD dan APBN sebesar 420 juta rupiah, Unit Pelayanan Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Kabupaten Sijunjung, menyelenggarakan pelatihan berbagai keterampilan, terhadap 160 warga yang belum mempunyai pekerjaan tetap.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans) Kabupaten Sijunjung, NIZAM UL MULUK yang didampingi oleh Kepala UPTD BLK, AFRIZAL mengatakan, Pelatihan yang dibiayai dengan dana APBD, meliputi keterampilan menjahit dua paket dengan jumlah peserta 32 orang, montir sepeda motor dua paket serta pelatihan meubel dan sulaman, masing-masing satu paket yang setiap paket diikuti oleh 16 peserta.

Sementara yang mempergunakan dana ABPN, mencakup keterampilan montir sepeda motor, prosening tata boga, menenun songket dan pelatihan kelistrikan alat pendingin.

Setiap keterampilan dilaksanakan satu paket dengan jumlah peserta 16 orang perpaket.

Dua paket pelatihan montir sepeda motor masing-masing dilaksanakan di Kecamatan Lubuak Tarok dan di BLK.

Sedangkan dua paket pelatihan menjahit serta satu paket pelatihan mebel dan sulaman, pelaksanaanya juga di BLK.

Sedangkan pelatihan yang dibiayai dengan dana APBN, hanya keterampilan menenun songket yang diselenggarakan di Nagari Kumanis, Kecamatan Sumpur Kudus, selebihnya diadakan di BLK.

Selain mengikuti pelatihan secara gratis, para peserta juga diberi konsumsi dan uang transportasi.

Sejak UPTD BLK Kabupaten Sijunjung di operasionalkan tahun 2007, sampai tahun 2011 ini, aparatur BLK itu sudah melatih 750 pencari kerja.

Sekitar 80 persen dari jumlah yang dilatih, disamping bekerja di berbagai perusahaan, ada juga yang membuka lapangan pekerjaan sendiri.

Bahkan ada yang bekerja pada perusahaan menjahit di Bukittinggi dengan penghasilan 4 juta rupiah perbulan.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 29 Juni 2011

PANDANGAN FRAKSI LKPJ GUBERNUR 2010

Delapan Fraksi di lingkungan DPRD Propinsi Sumatera Barat, dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Propinsi Sumatewra Barat kemarin, menyampaikan pemandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Barat tentang Laporan Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Propinsi Sumatera Barat tahun 2010.

Delapan Fraksi tersebut yaitu Fraksi Demokrat, Fraksi Golkar, Fraksi Partai Amanat Nasional, Fraksi Partai Keadailan Sejahtera, Fraksi Hanura, Fraksi Gerindra, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Partai Persatuan Pembanguanan.

Wakil Ketua DPRD Propinsi Sumatera Barat, LEONARDI HARMAINI, selesai memimpin Rapat Paripurna menjelaskan, hampir semua Fraksi yang menyampaikan pemandangan umum tentang LKPJ Gubernur tersebut, mengkritisi bahwa Sumber daya Manusia yang duduk di masing masing SKPD Propinsi Sumatera Barat masih rendah dan tidak Profesional.

Kebanyakan dari fraksi juga menyorot pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang sangat jauh dari rata-rata Nasional akibat bencana gempa 2009 yang lalu, sehingga Indikator kenaikan angka kemiskinan di Sumatera Barat yang dilaporkan pemerintah daerah Sumatera Barat, sangat diragukan.

Menurut LEONARDI HARMAINI, angka kemiskinan di Sumatera Barat tahun 2010 tidak bisa diturunkan, artinya Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat jauh dari rata rata setengah persen tersebut hanya partisipasi, Infestasi dari Masyarkat, Masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat bukan peranan dari pemerintah daerah.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 29 Juni 2011

%d blogger menyukai ini: