Daily Archives: Juni 13, 2011

HAMAS TOLAK FAYYAD PIMPIN PEMERINTAHAN BARU PALESTINA

Kelompok militan Islam Palestina Hamas mengatakan telah menolak calon yang diusulkan oleh saingan sekuler Fatah sebagai kepala pemerintah persatuan di masa depan.

Fatah hari Sabtu mencalonkan Perdana Menteri yang sekarang menjabat, Salam Fayyad, seorang politikus independen, sebagai kandidat untuk memimpin pemerintahan baru.

Fayyad adalah seorang ekonom berpendidikan Amerika dan mantan pejabat Dana Moneter Internasional yang dihormati oleh para donor asing. Ia juga dihargai karena membentuk instansi-instansi pemerintah yang diperlukan untuk kenegaraan Palestina.

Seorang pejabat Hamas hari Minggu mengatakan Fayyad tidak layak menududuki jabatan perdana menteri karena dia “telah menjerumuskan Tepi Barat ke dalam utang besar.” Salah Bardawil juga menuduh ia bekerja sama dengan Amerika dan Israel dalam penindakan kelompok Hamas di Tepi Barat yang dikuasai Fatah.

Pejabat dari Fatah dan Hamas akan bertemu hari Selasa di Kairo untuk memulai proses pemilihan kabinet baru, diawali dengan perdana menteri.

Hamas memerintah Gaza sejak mereka merebut Tepi Barat pada tahun 2007, dan baru-baru ini menandatangani perjanjian rekonsiliasi yang ditengahi oleh Mesir untuk membentuk pemerintahan persatuan dengan Fatah.

Hamas selama ini tidak ikut dalam proses perdamaian Israel-Palestina dan bersikap memusuhi Israel. Departemen Luar Negeri Amerika menganggap Hamas sebagai organisasi teroris.

(SUMBER : Voice Of America Bahasa Indonesia – http://www.voanews.com)

UNI EROPA DESAK SURIAH CEGAH KRISIS KEMANUSIAAN

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton pada Sabtu menyerukan Suriah agar membiarkan badan-badan bantuan Internasional untuk membantu warga sipil yang terjebak akibat meningkatnya kekerasan disana. Dalam sebuah pernyataan mengecam tindakan keras Suriah terhadap demonstran prodemokrasi, ia menggemakan keprihatinan tentang krisis kemanusiaan yang diciptakan dari konflik dan mengulangi seruan agar rezim untuk mengubah arah.

“Saya sangat prihatin dengan memburuknya situasi kemanusiaan yang disebabkan oleh tindakan pihak berwenang Suriah dan menyerukan kepada mereka untuk memungkinkan segera dan tanpa hambatan akses bagi para pemantau internasional hak asasi manusia dan lembaga-lembaga kemanusiaan, seperti Komite Internasional Palang Merah,” kata Catherina Ashton.Pernyataannya itu muncul Sabtu ketika para saksi mata mengatakan pasukan Suriah didukung oleh helikopter tempur menyerang pengunjuk rasa, pada saat Presiden Bashar al-Assad melanjutkan tindakan-tindakan keras ya meskipun terdapat kecaman internasional.

“Saya menyesalkan meningkatnya penggunaan kekuatan brutal terhadap pemrotes di Suriah dalam beberapa hari terakhir,” kata Ashton.”Saya ulangi lagi seruan saya pada pihak berwenang Suriah untuk mengubah arah,”katanya.Langkah itu termasuk membebaskan semua orang yang ditangkap sehubungan dengan aksi-aksi protes, termasuk para tahanan politik lainnya yang tetap berada di bawah penahanan meskipun baru-baru ini amnesti telah diumumkan oleh Presiden Bashar Assad.Ashton juga menyerukan Suriah untuk mencabut pengepungan atas kota-kota tempat protes terjadi.Korban tewas dilaporkan makin meningkat Sabtu ketika hitungan secara rinci menyebutkan angka berkisar beberapa dari ribuan pengungsi melarikan diri ke Turki dari pertumpahan darah di barat laut kota Jisr al-Shughur.

Tentara-tentara pembangkang Suriah yang telah melarikan diri ke Turki menceritakan kekejaman-kekejaman yang dilakukan oleh para prajuritnya dalam menekan aksi-aksi itu, di bawah ancaman eksekusi jika mereka tidak menaati perintah.”Mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan dan pembunuhan harus bertanggung jawab,” kata Ashton, menyerukan Damaskus untuk memenuhi permintaan PBB agar bekerja sama dengan para pejabat HAM.”Penembakan, penyerangan dan penangkapan terhadap demonstran harus berhenti sekarang karena sangat mengganggu pelanggaran hak asasi manusia.

Hal itu justru meninggalkan ruang untuk dialog inklusif nasional,” tambahnya.”Ini adalah satu-satunya cara untuk mencapai perubahan yang damai yang diminta orang-orang Suriah.”Uni Eropa bekerja dengan para mitranya ke arah gerakan Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk “penindasan di Suriah dan untuk menekan pihak berwenang Suriah guna memenuhi aspirasi rakyat Suriah yang sah”.

(SUMBER : Voice Of Indonesia – http://www.id.voi.id)

HARI INI DALAM SEJARAH : 13 JUNI

323 SM – Iskandar yang Agung, salah satu dari penakluk dunia terbesar, meninggal dunia.
1886 – Raja Ludwig II dari Bayern tenggelam di Danau Starnberg.
1944 – V-1, peluru kendali pertama yang digunakan pada masa perang, dijatuhkan di London, Inggris.
1983 – Pioneer 10 melintasi orbit Neptunus dan menjadi benda buatan manusia pertama yang meninggalkan tata surya, walaupun belum melewati heliopause atau awan Oort.
2008 – Pelantikan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat masa bakti 2008-2013.

%d blogger menyukai ini: