Daily Archives: Juni 23, 2011

HASIL O2SN TINGKAT SUMATERA BARAT

BAKTI IRWANDI dari Kabupatan Padang Pariaman dan SHELIN ANGELINA dari Kota Bukittinggi tampil sebagai penyumbang emas pertama bagi kontingennya pada hari pertama lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SLTP Sumatera Barat 2011, kemarin.

BAKTI yang merupakan siswa dari SMP 2 Lubuk Alung, tampil sebagai juara pada nomor tunggal putra tenis meja putra, sedangkan SHELIN ANGELINA juara di tunggal putri pada pertandingan yang digelar di GOR PT Semen Padang tersebut.

Keberhasilan BAKTI juga menempatkan kontingennya, Padang Pariaman, pada peringkat teratas perolehan medali sementara dengan mengumpulkan tiga emas dan satu perak.

Peringkat kedua ditempati Kota Padang dengan dua emas dan dua perak, serta Bukittinggi di peringkat ke tiga dengan satu emas.

Selain cabang tenis meja, sebagian nomor karate juga berhasil menyelesaikan perlombaan. Tampil sebagai juara dan meraih emas masing-masing Fadila Andini (SMP 1 Batang Anai) pada nomor kata Putri dan Sri Yolanda dari SMP 30 Padang pada nomor komite putri. Berikutnya Andri F. Adlin dari SMP 2 Padang pada nomor kata Putra dan Teguh dari SMP 1 Batang Anai pada nomor komite Putra.

Pada lomba yang sekaligus ajang seleksi pemilihan tim O2SN SMP Sumatera Barat ke tingkat nasional tersebut, persaingan prestasi cukup merata. Kota Padang sebagai juara bertahan mendapat perlawanan ketat dari siswa lain dari berbagai daerah.

Namun demikian, Padang masih berpeluang meraih emas pada hari kedua perlombaan hari ini yang akan dilangsungkan empat partai final, yakni pada cabang renang, pencak silat, karate dan bulutangkis.

Sumber : Warta Berita Olahraga pukul 12.00 tanggal 23 Juni 2011

KEPEDULIAN TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN ANAK

Selaku oganisasi wanita yang menaungi kehidupan sosial di lingkungan TNI-AU, Pia Ardhya Garini Lanud Tabing Padang terus berupaya menggerakkan berbagai kegiatan sosial, khususnya di bidang pendidikan.

Ketua Pia Ardhya Garini Lanud Tabing Padang, dr. Eka Awang Kurniawan mengatakan kepedulian terhadap dunia pendidikan anak sudah menjadi tanggungjawab berbagai pihak.

Bertolak dari kepentingan tersebut, Eka Awang Kurniawan menegaskan, dibutuhkan kepekaan untuk menyikapi kondisi di berbagai lingkungan, salah satunya terkait masalah pendidikan anak-anak kurang mampu.

Dikatakan, ada 4 sekolah di lingkungan Lanud Tabing Padang yang merupakan naungan Pia Ardhya Garini Lanud Tabing Padang.

Dikatakan, kendati dalam prosesnya rekrutmen siswa lebih memprioritaskan anak-anak dari lingkungan TNI-AU, namun bukan berarti sekolah dimaksud menutup peluang belajar bagi siswa lain yang berasal dari kalangan umum.

Pada dasarnya dunia pendidikan jelas dr. Eka terbuka untuk semua kalangan, tidak ada istilah pembedaan perlakukan terhadap para siswa.

Menyinggung soal keringanan biaya pendidikan, dr. Eka menjelaskan sekolah memberikan dorongan dalam bentuk pemberian beasiswa bagi siswa yang tidak mampu kendati yang bersangkutan berasal dari luar lingkungan setempat.

Khusus untuk anak-anak dari lingkungan TNI-AU, pihak sekolah secara umum memberikan keringanan dalam bentuk pembebasan biaya masuk sekolah.

Diharapkan upaya tersebut dapat membantu meningkatkan kesejahteraan hidup para anggota di jajaran TNI-AU Lanud Tabing Padang.

Selain aktif dalam dunia pendidikan, Pia Ardhya Garini juga menjalin kerjasama dengan organisasi wanita lainnya untuk tujuan meningkatkan mutu kehidupan dan kesejahteraan perempuan Indonesia di masa mendatang.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 23 Juni 2011

PENGIRIMAN TKI SUMBAR

Kasus yang menimpa Ruyati, Tenaga Kerja Indonesia – TKI di Arab Saudi tidak akan dialami TKI asal Sumatera Barat, karena Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selama ini, hanya mengirimkan tenaga kerja dari sektor formal, dan TKI bersangkutan hanya dikirim ke Negara – Negara tertentu.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi – Disnakertrans Provinsi Sumatera Barat, Sofyan, SH, menyusul kekhawatiran yang ditimbulkan akibat sejumlah kasus pidana yang berujung hukuman pancung sejumlah TKI di Arab Saudi.

Menurut Sofyan, mengantisipasi kekerasan dan kasus – kasus pidana yang sebagian besar menimpa TKI dari sektor informal seperti, pembantu rumah tangga, jauh hari Pemerintah Provinsi telah mengambil kebijakan untuk tidak mengirimkan TKI dari sektor informal.

Disamping itu, kata Kepala Disnakertrans Provinsi Sumatera Barat, Sofyan, SH, pihaknya juga memprioritaskan pengiriman TKI sektor formal ke beberapa Negara yang memiliki sejumlah persamaan dengan Indonesia, diantaranya dalam hal budaya dan bahasa, seperti Malaysia.

Sehubungan dengan itu, meskipun Sumatera Barat hanya mengirimkan TKI dari sektor formal, namun soal perlindungan dan pengawasan yang dilakukan terhadap TKI di luar Negeri, menurut Sofyan, SH, tetap menjadi perhatian dan tanggung jawab pihaknya dan sejumlah pihak terkait lainnya yang telah ditugaskan pada masing – masing Negara.

Begitupula dengan pengawasan terhadap Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia – PJTKI yang ada di daerah ini, pihaknya tidak segan – segan menindak PJTKI nakal yang sengaja mengirimkan tenaga kerja dari sektor informal ke luar Negeri.

Dijelaskan, separuh dari 42 PJTKI di Sumatera Barat, terpaksa dicabut izin usahanya karena terbukti melanggar peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 23 Juni 2011

HARI INI DALAM SEJARAH : 23 JUNI

1596 – Abul Mufakir menjadi Sultan Banten.
1894 – Komite Olimpiade Internasional didirikan di Sorbonne, Paris.
1993 – Matematikawan Andrew Wiles berhasil membuktikan Teorema Terakhir Fermat di Universitas Cambridge

%d blogger menyukai ini: