SISTIM PERBUDAKAN DI ARAB SAUDI

Pemerintah sudah sepantasnya memberikan pengawasan dan perlindungan yang layak bagi TKI di Luar Negeri, mengingat sumbangan devisa yang cukup besar mereka berikan kepada Negara.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muslim M Yatim, sehubungan banyaknya kasus pidana yang menimpa TKI di Arab Saudi./

Pemerintah dinilai menutup mata terhadap sistim perbudakan yang berlaku di Arab Saudi, yang selama ini menjadi penyebab terjadinya sejumlah kasus penganiayaan, pemerkosaan sampai berujung pada pembunuhan yang dialami Tenaga Kerja Indonesia – TKI di Negara timur tengah tersebut.

Menurut Muslim M Yatim, Pemerintah juga sering terlambat dalam menanggapi sejumlah kasus pidana yang dialami para TKI di Arab Saudi.

Dikatakan, kebudayaan Arab Saudi yang masih memberlakukan dan menjalankan sistim perbudakan, dinilai sangat merugikan para TKI informal, terutama yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga.

Sebagian masyarakat Arab menganggap pembantu rumah tangga sama dengan budak dan merupakan kepunyaan dan milik mereka, sehingga berhak melakukan apa saja terhadap para TKI tersebut.

Kendati demikian, kata Muslim M. Yatim, Pemerintah terkesan tidak peduli dan tetap melakukan pengiriman TKI ke Arab Saudi tanpa melakukan pengawasan dan perlindungan yang sepantasnya bagi para TKI di luar Negeri.

Dengan banyaknya kasus pidana yang menimpa para TKI di luar Negeri, Muslim M. Yatim mengharapkan kepada Pemerintah agar memperhatikan, mengawasi dan melindungi para TKI di luar Negeri, dan tidak hanya mementingkan uang yang dihasilkan para TKI dimaksud.

Menurut Muslim M. Yatim, Pemerintah harus segera memperjuangkan dan menyelesaikan sejumlah kasus pidana yang menimpa puluhan TKI di Arab Saudi, sehingga para TKI tersebut dapat bebas dari segala tuduhan dan kembali pulang ke tanah air dengan selamat.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 26 Juni 2011

Iklan

About prosaturripadang

Radio Publik Milik Bangsa - Sekali Di Udara Tetap Di Udara

Posted on Juni 26, 2011, in Berita, Berita Daerah Pagi, Tenaga Kerja. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Buka lapangan kerja sebanyak banyaknya,dan tarik semua tkw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: