97 PERSEN PELAJAR TELAH MEMBUKA SITUS PORNO

Kementerian Komunikasi dan Informasi (KemKominfo) memblokir sejumlah situs porno, menyusul data hasil pengkajian dan penelitian salah satu LSM di Indonesia yang menunjukkan 97 persen pelajar SLTP telah membuka situs-situs porno dan 62 koma 1 persen diantaranya telah melakukan perbuatan zina.

Kemudian data lain juga menunjukkan 21 koma 2 persen siswa SMU telah melakukan aborsi.

Data lain menyebutkan bisnis keberadaan situs porno tersebut mencapai 100 Miliar Dollar, yang 64 persen diproduksi Amerika dan beberapa negara lainnya seperti, Rusia dan Eropa.

Demikian disampaikan Menteri Kominfo, Tifatul Sembiring pada peringatan HUT Satu Abad berdirinya Perguruan Thawalib Padang Panjang, kemarin.

Menurut Menteri Tifatul Sembiring, kenyataan tersebut patut diwaspadai, karena dapat mempengaruhi mental anak-anak generasi mendatang.

Dijelaskan, semua pihak harus bertanggungjawab dalam menjaga kematangan mental, kecerdasan, kepribadian generasi muda bangsa ini, menyusul semakin tumbuh suburnya bisnis IT di Indonesia yang telah mencapai 300 Triliun, dan 200 juta lebih penduduk Indonesia telah mempergunakan Hand Phone.

Sehubungan itu, kata Menteri Kominfo, penggunaan IT harus diawasi bersama demi kelestarian kejayaan dan kemajuan NKRI di masa-masa mendatang.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 28 Juni 2011

Iklan

About prosaturripadang

Radio Publik Milik Bangsa - Sekali Di Udara Tetap Di Udara

Posted on Juni 28, 2011, in Berita, Berita Daerah Sore, Teknologi Informasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: