MARI DUKUNG KEJAKSAAN TINGGI BERANTAS KORUPSI

Masyarakat diminta untuk mendukung dan mengapresiasi kinerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dalam memberantas kasus korupsi di daerah ini.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak perlu mempersoalkan lambatnya pemanggilan dan pemeriksaan terhadap para Kepala Daerah maupun Pejabat di daerah ini, yang diduga terlibat kasus korupsi.

Demikian dikatakan Kriminolog asal Universitas Ekasakti Padang, Adhi Wibowo, menanggapi gencarnya pemeriksaan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dalam satu bulan terakhir, terhadap sejumlah mantan Kepala Daerah maupun mantan pejabat di Sumatera Barat yang diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Menurut Adhi Wibowo, korupsi yang digolongkan ke dalam ekstra ordinary crime atau kejahatan yang luar biasa, memang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mengungkap setiap kasusnya.

Sejumlah pemanggilan dan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Daerah maupun mantan Pejabat di Sumatera Barat tersebut, kata Adhi Wibowo, merupakan langkah yang baik pada moment yang tepat.

Menurutnya, ketika para Kepala Daerah maupun pejabat tersebut masih pada jabatannya, maka yang bersangkutan akan sulit dipanggil dan diperiksa oleh aparat penegak hukum. Para Kepala Daerah dan pejabat tersebut, akan cenderung mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengelak dari hukum.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat telah memeriksa sejumlah Mantan Kepala Daerah maupun pejabat di Sumatera Barat seperti, mantan Walikota Bukittinggi Djufri, mantan Bupati Solok Gusmal bersama mantan Kepala BPN Solok Lukman, mantan Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Solok dan mantan Setdakab Solok, Suarman.

Mereka semua diperiksa dan ditahan di Lembaga Permasyarakatan (LP) Muaro Padang, setelah hasil penyidikan menunjukkan kuatnya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan para tersangka tersebut.

Sementara itu, mantan Bupati Dharmasraya, Marlon Martua, juga telah beberapa kali dipanggil pihak Kejaksaan karena diduga terlibat kasus dugaan mark-up harga tanah pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh, Kabupaten Dhar­masraya tahun 2009, namun yang bersangkutan belum memenuhi panggilan tersebut dengan alasan sakit.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 7 Juli 2011

Iklan

About prosaturripadang

Radio Publik Milik Bangsa - Sekali Di Udara Tetap Di Udara

Posted on Juli 7, 2011, in Berita, Berita Daerah Sore, Penegakan Hukum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: