Daily Archives: Juli 19, 2011

PEMILIK CLUB MALAM AKAN DICABUT IZIN USAHANYA

Sehubungan dengan adanya surat edaran Gubernur Sumatera Barat terkait usaha yang perlu pembinaan selama bulan Ramadhan, terutama tempat hiburan malam, seperti diskotik, karaoke, dan kafe remang-remang, Pemerintah Kota Padang dalam waktu dekat akan mengeluarkan himbauan untuk menutup tempat hiburan pada malam hari selama Bulan Ramadhan 1432 Hijriah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, YADRISON mengatakan, Pemerintah Kota telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait lainnya dan telah disepakati, semua usaha hiburan malam harus ditutup selama bulan Ramadhan, kecuali karaoke untuk keluarga dengan batas waktu buka sesuai dengan aturan yang telah disepakati.

Sementara, karaoke yang menyatu dengan diskotik dan menggunakan jasa pemandu lagu perempuan, untuk sementara harus ditutup atau tidak dibolehkan melakukan kegiatan selama bulan puasa.

Menurut YADRISON, beberapa hari sebelum memasuki Bulan Ramadhan, surat edaran tersebut akan disampaikan kepada pemilik hiburan malam, supaya dapat dipahami.

Untuk menegakkan himbauan tersebut, pihaknya akan selalu mengawasi tempat hiburan malam yang ada di daerah ini, dan jika para pengelola usaha hiburan malam mengabaikan aturan tersebut, padahal sudah menerima surat edaran tentang larangan membuka tempat hiburan malam selama Ramadhan, maka mereka akan dikenai sanksi mulai dari peringatan tertulis, penutupan sementara, hingga pencabutan izin usaha.

YADRISON berharap, dengan dilakukannya penutupan tempat hiburan malam selama bulan Ramadhan, dapat memberikan kenyamanan kepada umat Muslim yang beribadat.

Selain itu, untuk menjadikan Kota Padang sebagai Kota Religi, pihaknya akan terus melakukan razia pada beberapa tempat yang masih digunakan sebagai tempat maksiat.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 19 Juli 2011

SMK MASIH SEPI PEMINAT

Minat calon siswa untuk melanjutkan pada Sekolah Menengah Kejuran (SMK) di Kota Padang, masih tergolong rendah.

Hal itu terbukti dari jumlah pendaftar SMK hingga saat ini belum mencapai setengah dari jumlah pendaftar pada Sekolah Menengah Atas.

Kepala Bidang SMP, SMA dan SMK, Dinas Pendidikan Kota Padang, GUSTIAR JAMAL, mengatakan, siswa lulusan SMP cenderung menyukai SMA dibanding dengan SMK, karena sosialisasi potensi SMK tersebut masih sangat kurang.

Untuk itu, GUSTIAR JAMAL menghimbau orang tua dan para siswa, jangan melihat SMK hanya sepintas, tapi harus didalami, sebab SMK sekarang ini sangat memiliki potensi yang cukup besar, karena pendidikannya mengedepankan keahlian.

GUSTIAR JAMAL menambahkan, bagi siswa SMK diberikan keterampilan keahlian yang bisa jadi modal membuka usaha setelah lulus atau bisa bekerja di perusahaan nantinya.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 19 Juli 2011

UNJUK RASA TERKAIT IMB

Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam wadah Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) Sumatera Barat, kemarin mendatangi Gedung DPRD Kota Padang.

Dalam orasinya yang disampaikan secara damai kepada anggota DPRD Kota Padang, terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gapura Himpunan Tjinta Teman (HTT) di kawasan Pondok, Kota Padang, dinilai mengganggu badan jalan.

Sekretaris DPD PEKAT IB Sumatera Barat, EFRIADY mengatakan, bangunan Gapura HTT tersebut hanya mendapat izin dari Walikota Padang, namun tidak melalui Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Padang.

Terkait dengan hal itu, EFRIADY mengharapkan kepada DPRD dan Pemerintah Kota Padang, agar konsisten terhadap aturan bangunan yang didirikan masyarakat atau kelompok yang harus didukung dengan IMB.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, AFRIZAL SH, usai menerima para pengunjuk rasa tersebut mengatakan, setiap bangunan yang didirikan masyarakat, tidak bisa dilihat secara terpisah, namun harus secara menyeluruh di Kota Padang.

Masalah IMB tersebut akan dibahas dengan Pemerinta Kota dan Dinas terkait, termasuk aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada DPRD Kota Padang.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 19 Juli 2011

PENANAMAN POHON MANGROVE

Pemerintah Kota Pariaman melalui dinas Kelautan dan Perikanan Pariaman melakukan penanaman 8 ribu pohon bakau atau mangrove di sepanjang pantai Manggung, Kota Pariaman, kemarin.

Walikota Pariaman yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Pariaman, ARMEN,MM mengatakan, Kota Pariaman saat ini telah memiliki kawasan hutan mangrove seluas 18 hektar.

Dijelaskan, hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi di kawasan pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon bakau yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah yang mengalami pasang surut.

Menurutnya, mangrove mempunyai peranan ekologis, ekonomis, dan sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir.

Penanaman hutan mangrove bertujuan untuk menjaga kestabilan garis pantai dari abrasi dan erosi serta menjaga kelestarian ekosistem pantai.

Selain itu, hutan mangrove juga berfungsi untuk menahan laju tiupan angin kencang dan dapat mensterilkan air laut yang asin menjadi air tawar.

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Kota Pariaman untuk selalu menjaga kelestarian ekosistem pantai dan terumbu karang.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 19 Juli 2011

TIDAK SEMUA PEGAWAI NEGERI SIPIL BERKOMPETENSI

Gubernur Sumatera Barat, IRWAN PRAYITNO mengatakan, berdasarkan hasil tes yang dilakukan Pemerintah Sumatera Barat, tercatat tidak semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki kompetensi dan kapabilitas yang baik.

Pada upacara Kesadaran Nasional bulanan, kemarin, Gubernur menyebutkan, gelar sarjana yang disandang PNS, asal dapat saja, sehingga menjadi beban bagi pemerintah daerah dalam menjalankan visi dan misi penyelenggaraan pemerintahan.

Sehubungan dengan itu, Gubernur mengharapkan kepada setiap PNS, agar sadar diri untuk meningkatkan kualitas kompetensi dan kapabilitasnya secara terus-menerus sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Ditegaskan, pihaknya tidak akan mungkin menempatkan orang-orang yang tidak memiliki kompetensi dan kapabilitas pada struktur jabatan yang ada.

Sementara itu, berdasarkan hasil laporan penyerapan anggaran Tahun 2011, ditemukan masih belum maksimalnya penyerapan sejumlah anggaran, dan dampak kegiatan yang dilakukan belum menyentuh peningkatan pembangunan kepentingan rakyat.

Sehubungan dengan itu, Gubernur memerintahkan kepada seluruh jajarannya agar bekerja lebih serius.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 19 Juli 2011

270 JEMAAH UMROH YANG TERTIPU, DIUPAYAKAN TETAP BERANGKAT

Di saat pemberangkatan jemaah umrah sedang booming di Indonesia, tiba-tiba masyarakat Sumatera Barat dikejutkan oleh dugaan penipuan oleh biro perjalanan terhadap 270 orang jamaah di Padang yang gagal diberangkatkan ke tanah suci Makkah.

Kuasa Hukum 270 calon jemaah umroh di Padang yang batal berangkat ke Tanah Suci beberapa waktu lalu, Kapitra Ampera masih terus mengupayakan pemberangkatan calon jemaah tersebut, sembari menunggu proses hukum yang dilakukan Polda Sumatera Barat. Upaya juga dilakukan dengan meminta peran dan bantuan Pemerintah Provinsi, baik melalui Gubernur maupun DPRD, untuk tetap memberangkatkan 270 calon jemaah umroh dimaksud.

Sejalan dengan itu, menurut Kuasa Hukum Kapitra Ampera, Direktorat Reserse dan Kriminal – Ditreskrim Polda Sumatera Barat juga telah meminta keterangan dari sejumlah korban kasus dimaksud.

Kendati demikian, kata Kapitra Ampera, pihaknya telah merencanakan berbagai pertemuan kembali dengan Gubernur maupun DPRD untuk mencari jalan agar calon jemaah umroh tersebut tetap dapat diberangkatkan dalam waktu dekat.

Ke 270 jemaah yang hendak menunaikan ibadah umroh ke tanah suci Mekkah melalui Biro Perjalan Alharam di Padang, terpaksa batal diberangkatkan karena visa dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta belum keluar.

Pada awalnya jemaah akan diberangkatkan dengan maskapai penerbangan Lion Air Boieng 747 tanggal 24 April 2011 lalu, langsung dari Bandara Internasional Minangkabau – BIM menuju King Abdul Azis Jeddah – Madinah.

Namun hingga saat ini jemaah tersebut, masih belum diberangkatkan, padahal calon jemaah umroh tersebut, masing – masing telah menyetor biaya keberangkatan, uang tunai sebesar 15 juta rupiah lebih. Kasus yang melibatkan pelaku dugaan penipuan PT. Alharam Padang terhadap jamaah calon umrah tersebut, juga pernah dilakukan perusahaan yang sama pada tahun 2007.

Dalam kasus tersebut, pimpinan PT.Alharam ditangkap Polisi dan terpaksa mengembalikan uang jamaah yang telah dikumpulkan untuk pemberangkatan.

Sumber : Warta Berita Derah Pagi pukul 06.30 tanggal 19 Juli 2011

HARI INI DALAM SEJARAH : 19 JULI

711 – Pertempuran Guadalete Pasukan Muslim Umayyah dipimpin Tariq bin Ziyad mengalahkan Vasigothic yang dipimpin oleh raja Roderic.
1870 – Perancis menyatakan perang terhadap Prusia, sekaligus memulai Perang Perancis-Prusia.
1943 – Perang Dunia II: Roma dibom pihak Sekutu untuk pertama kalinya.
1950 – Uruguay menjuarai Piala Dunia FIFA 1950, juara dunia ke-2 kalinya.
1979 – Para pemberontak Sandinista menjatuhkan pemerintahan Somoza di Nikaragua.
2003 – Kasus Asaba: Direktur utama PT Aneka Sakti Bakti (Asaba) Boedyharto Angsono dan pengawalnya, Sersan Kepala Infanteri Edy Siyep ditembak oleh 4 orang prajurit Marinir di Penjaringan, Jakarta Utara.

%d blogger menyukai ini: