Category Archives: Agama

TERLAMBAT SEKITAR 5 JAM

Kloter I Jemaah Haji Debarkasi Padang kemarin sampai di Bandara Internasional Minangkabau Padang pukul 08.11 WIB.

Kedatangan 360 Haji asal Kabupaten Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan dan Kota Padang tersebut mengalami keterlambatan sekitar 5 jam dari jadwal semula, dan keterlambatan juga dialami Kloter II yang diperkirakan tiba pukul 08.00 WIB pagi ini. Jamaah haji kloter II beranggotakan 360 orang haji asal Bengkulu.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Debarkasi Padang, JAPERI berharap keterlambatan tersebut dapat dimaklumi semua pihak, khususnya jamaah haji.

Ia mengakui, keterlambatan jadwal penerbangan cukup menyulitkan dan mengganggu kenyamanan perjalanan haji para jamaah, apalagi sebagian besar Jemaah yang masih menunggu jadwal pemulangan adalah jamaah beresiko tinggi.

Konsekuensi dari keterlambatan tersebut jelas Japeri selanjutnya diwujudkan dalam bentuk pemenuhan layanan jasa yang memadai kepada para jamaah.

Hal tersebut sudah dibahas dalam nota kerjasama yang disepakati pihak pemerintah dan maskapai penerbangan.

Sementara itu mengenai kondisi kesehatan jamaah haji Debarkasi Padang, Japeri mengatakan sejauh ini relatif baik-baik saja.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 13 November 2011

Iklan

60 PORSI HAJI SUMBAR MENJADI REBUTAN NASIONAL

Calon Jemaah Haji Sumatera Barat yang melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) hingga berakhirnya masa pelunasan tahap II pukul 16.00 WIB kemarin, tercatat 4 ribu 436 orang.

Dengan demikian dari 4 ribu 496 Quota Haji untuk Sumatera Barat tahun ini, terdapat 60 orang yang tidak melunasi.

Kepala Bidang Zakat Haji dan Wakaf Kanwil Kemenag Sumbar, Drs JAPERI, MM menjelaskan, 60 porsi haji yang tidak dilunasi hingga berakhirnya masa pelunasan tahap II tersebut otomatis menjadi rebutan Nasional.

Mengenai kebagian atau tidaknya Sumatera Barat dari rebutan Nasional itu, masih menunggu Keputusan dari Kementrian Agama Pusat , hari Senin lusa.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 10 September 2011

TERAPKAN NILAI RAMADHAN DALAM KEHIDUPAN

Ketua MUI Sumatera Barat Profesor Doktor Syamsul Bahri Khatib mengajak ummat Islam untuk mengimplementasikan nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika bertindak sebagai Khatib Shalat Ied di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat pagi tadi, Buya Syamsul Bahri Khatib mengatakan, ke-empat nilai Ramadhan tersebut yakni Thawaduk atau sifat terpuji yang lawannya adalah sifat angkuh dan sombong.

Nilai yang kedua adalah Qana’ah atau menerima dengan ikhlas apa yang ada.

Yang ketiga adalah nilai Warra’ atau orang yang perutnya tidak disentuh oleh makanan yang subhat atau yang belum jelas hukumnya, apalagi yang haram hukumnya.

Dan nilai yang ke-empat adalah keyakinan yang tangguh.

BUYA SYAMSUL BAHRI KHATIB mengatakan, orangyang taqwa menerapkan nilai tersebut, tidak saja dalam bulan Ramadhan, tetapi juga dalam seluruh kehidupannya sehari-hari.

Untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan BUYA SYAMSUL BAHRI KHATIB mengajak Ummat untuk menjadikan Hakikat Taqwa sebagai pakaian, karena Pakaian Taqwa adalah pakaian yang terbaik.

Shalat Ied di halaman Kantor Gubernur Sumbar pagi tadi diikuti ribuan Umat, termasuk Wakil Gubernur Sumatera Barat MUSLIM KASIM dan segenab Unsur Muspida Provinsi, Walikota Padang FAUZI BAHAR, Wakil Walikota Padang MAHYELDI ANSHARULLAH dan unsur Muspida kota Padang.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 31 Agustus 2011

KUNJUNGAN TIM RAMADHAN 1 KOTA PADANG

Tim Ramadhan Pemko Padang Satu yang dipimpin langsung oleh Walikota Padang, DR. FAUZI BAHAR, MSI, malam tadi mengunjungi Mesjid Jihad Jati Parak Salai, Kecamatan Padang Timur.

Dalam sambutannya pada kunjungan tersebut, Walikota FAUZI BAHAR antara lain menyampaikan pesan tentang pentingnya shalat.

Dikatakan, sebesar dan sebanyak apapun ibadah yang dilakukan oleh seseorang, tidak akan ada artinya apabila tidak shalat.

Dalam sambutannya usai shalat Isya dan tarawih berjamaah di Masjid Jihad Jati, Parak Salai itu, Walikota Padang juga mempresentasikan dengan menggunakan digital proyektor tentang kebesaran ALLAH.

Bumi tempat hidup milyaran manusia, bahkan matahari dan benda langit yang besarnya jutaan kali matahari, hanyalah setitik debu dari luasnya ciptaan Allah, yang semuanya berada dalam genggaman-Nya.

Pada acara silaturrahmi dengan Jemaah Mesjid Jihad Jati Parak Salai, Walikota menyatakan bangganya setelah menyaksikan anak-anak TPA Masjid setempat mengalunkan Asma Ul Husna, dan menghadiahkan kepada kelompok anak-anak tersebut masing-masing satu lembar kain sarung.

Walikota juga menyerahkan bantuan 5 juta rupiah untuk pembangunan mesjid dimaksud.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 8 Agustus 2011

PENDIDIKAN BERKARAKTER MELALUI PESANTREN RAMADHAN

Wakil Walikota Padang, MAHYELDI ANSYARULLAH mengatakan, melalui kegiatan pesantren Ramadhan, tidak saja menciptakan generasi muda yang cerdas dan berakhlak, akan tetapi juga berpendidikan dan berkarakter.

Untuk itu, Pemko Padang mewajibkan bagi pelajar mulai dari tingkat SD dan sederajat hingga tingkat SLTA dan sederajat selama bulan Ramadhan mengikuti kegiatan pesantren Ramadhan yang tahun ini merupakan pelaksanaan tahun ke 7.

Wakil Walikota menjelaskan, generasi cerdas dapat dilihat dari kemampuannya memiliki 4 kecerdasan seimbang, yakni kecerdasan intelektual, spiritual, emosional dan kinestetis atau cerdas berketerampilan.

Keempat kecerdasan tersebut harus dimiliki oleh setiap individu dan bila keempat kecerdasan itu seimbang ada dalam diri seseorang atau generasi penerus, barulah ia disebut manusia yang berkualitas.

Menurut MAHYELDI, kegiatan pesantren Ramadhan tersebut juga bertujuan untuk mempersiapkan anak-anak atau generasi penerus untuk menjadi pemimpin pada 20 sampai 30 tahun ke depan.

Apalagi saat ini sebagian besar pemimpin mendapat koreksi dari masyarakat menyangkut akhlak pemimpin, korupsi dimana-mana, dan kebohongan yang dilakukan oleh para pemimpin.

Untuk itu, melalui kegiatan pesantren Ramadhan, Pemko Padang ingin menjadikan generasi muda daerah ini sebagai generasi yang cerdas, energik, responsif, beriman dan berakhlak mulia.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 7 Agustus 2011

ZAKAT MAMPU MENGURANGI KEMISKINAN SEJAK DINI

Walikota Padang, FAUZI BAHAR mengatakan, pemerintah Kota Padang optimis bisa menghimpun zakat tahun ini sebesar 25 milyar rupiah, mengingat angka penghimpunan zakat setiap tahunnya selalu meningkat.

Target tersebut meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 11 milyar rupiah.

Menurut Walikota, FAUZI BAHAR, pengumpulan zakat dilakukan Pemko Padang melalui Badan Amil Zakat (BAZDA) Kota Padang sejak tahun 2005 lalu yang hanya berhasil menghimpun 75 juta rupiah, tetap berjalan konsisten, bahkan setiap tahun selalu mengalami peningkatan.

Dijelaskan, saat ini angka kemiskinan di Kota Padang, mencapai 28 persen dari pendududk sekitar 9 ratus ribu jiwa lebih, sedangkan yang berpenghidupan cukup memadai 72 persen.

FAUZI BAHAR menjelaskan angka kemiskinan tersebut telah mampu diminimalisir melalui dana zakat yang telah dihimpun selama ini.

Dikatakan, berbagai program BAZDA, dalam pengentasan kemiskinan di Kota Padang yang dilakukan diantaranya pembinaan warga kurang mampu melalui pelatihan keterampilan, tambahan modal usaha, bantuan biaya berobat kaum miskin, pemberian bea siswa kepada anak miskin berprestasi di daerah ini.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 5 Agustus 2011

TADARUSAN DI RRI PADANG

Kegiatan tadarusan yang diselenggarakan oleh RRI Padang dengan Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur’an Sumatera Barat, malam nanti akan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat di Studio Multi RRI Padang.

Menurut Kepala Seksi Siaran RRI Padang, HEROZA, S.SOS, kegiatan tadarusan tersebut berlangsung sampai akhir Ramadhan 1432 H, dan disiarkan langsung oleh RRI Padang melalui programa 1 (PRO 1) di gelombang FM 97,5 MHz dan juga dipancarluaskan oleh pemancar relay di daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. Serta dapat juga di dengar melalui audio streaming Pro 1 RRI Padang di http://www.rripadang.co.id.

Dengan disiarkannya siaran tadarusan ini, masyarakat dapat belajar Al Qur’an secara baik dan benar dari para Qori-Qoriah serta Hafiz dan Hafizah.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 2 Agustus 2011

ASMARA SUBUH JUGA MERUSAK SENDI AGAMA

Selain mengembalikan tradisi mandi “balimau” menjelang Ramadhan kepada tujuan sesungguhnya, anggota Komisi IV DPRD Propinisi Sumatera Barat, SYUKRIADI SYUKUR juga meminta agar menertibkan acara “Asmara Subuh” yang dilakukan kalangan muda-mudi setelah shalat Subuh.

Menurut SYUKRIADI, “Asmara Subuh” sudah mulai mentradisi di kalangan generasi muda Sumatera Barat, juga merusak sendi-sendi agama, untuk apa dilakukan puasa kalau terlibat melakukan asmara subuh.

Untuk itu, diminta kepada da’i-da’i yang menjadi khatib di mesjid-mesjid dan mushalla, baik di malam hari maupun pagi hari agar memberikan pemahaman kepada generasi muda yang melakukan asmara subuh untuk menjauhi hal-hal yang menjurus pada kemaksiatan.

Jika semua masyarakat berkomitmen mencegah generasi muda melakukan kegiatan “asmara subuh”, piihaknya yakin dapat dihindari dengan baik.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 2 Agustus 2011

TRADISI BALIMAU SUDAH CEMARI PERILAKU GENERASI MUDA

Anggota Komisi IV DPRD Propinsi Sumatera Barat, SYUKRIADI SYUKUR, menghimbau masyarakat Sumatera Barat terutama generasi muda agar tradisi “balimau” dikembalikan ke arah semestinya yaitu membersihkan diri secara zahir maupun batin dengan niat yang baik dan ikhlas ingin melaksanakan seluruh rangkaian ibadah pada bulan Ramadhan dengan baik.

Hal tersebut disampaikan mengingat tradisi “balimau” sekarang sudah melenceng dari apa yang dilakukan oleh para leluhur di zaman dahulu, untuk itu, dihimbau kepada orang tua, dan tokoh masyarakat serta Satpol PP yang bertugas, untuk menjaga ketertiban di tengah-tengah masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah hal-hal yang menjurus pada perbuatan maksiat terutama pada tempat-tempat pemandian yang digunakan untuk “balimau”.

Menurut SYUKRIADI SYUKUR, jika berpuasa sudah diawali dengan hal-hal yang mendekatkan diri kepada hal yang berbau maksiat, seperti mandi ditempat umum dengan pasangan wanitanya, memakai pakaian minim, membuka aurat, ini sudah melanggar etika dan ketentuan agama, padahal agama mewajibkan kita untuk menutup aurat sesuai dengan ajaran agama Islam.

Lebih jauh, SYUKRIADI SYUKUR, mengatakan, saat ini Sumatera Barat sudah mempunyai Perda anti maksiat, dengan Perda tersebut Satpol PP dapat bekerja maksimal dalam menanggulangi penyakit masyarakat terutama generasi muda yang melakukan kegiatan mandi “balimau” di tempat terbuka dan menjurus perbuatan maksiat.

Sehingga tradisi “balimau” yang sudah melenceng dari tradisi murniya tersebut, dikembalikan ke arah yang benar, sesuai dengan adat yang berlaku di ranah minang, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 2 Agustus 2011

BIAYA PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI

Hingga kini, Penyelenggara Ibadah Haji Sumatera Barat, masih menunggu ketetapan Pemerintah mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk jemaah Sumatera Barat sesuai zonanya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, DRS. H. DARWAS, selaku Kepala Staf Penyelenggara Ibadah Haji Sumatera Barat memperkirakan, kalaupun ada kenaikan BPIH tahun ini, kenaikannya hanya sedikit.

Sebagaimana diketahui, BPIH tahun ini rata-rata sebesar 30 juta 771 ribu 900 rupiah per jamaah, namun untuk Sumatera Barat yang masuk zona 1, diperkirakan biayanya masih dibawah rata-rata dimaksud.

Mengenai pemondokan Jemaah Haji Sumatera Barat di Mekkah, DARWAS mengatakan, sekitar 96 persen Jemaah Haji Sumatera Barat akan menempati pemondokan ring 1 atau berjarak paling jauh 2000 meter dari Masjidil Haram.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 30 Juli 2011

%d blogger menyukai ini: