Category Archives: Pasar

PEMBANGUNAN PASAR INPRES II, III, IV PADANG DAPAT DILAKSANAKAN

Pembangunan kembali Pasar Inpres II, III dan IV yang rusak akibat gempa 30 September 2009, yang menuai konflik panjang selama ini menemui titik terang dan pembangunan akan segera dilaksanakan bulan ini.

Kesepakatan pembangunan kembali pasar tersebut setelah dilakukan pertemuan puncak para pedagang, PBHI dan pihak Pemko Padang, di salah satu restoran di Padang, tadi malam.

Wacana sebelumnya, pedagang pemegang ‘kartu kuning’ hanya dibebankan retribusi pasar setelah menempati kios yang dibangun tersebut menjadi sebuah keputusan penting.

Walikota Padang FAUZI BAHAR mengatakan, kesepakatan antara pedagang, Pemko Padang, PBHI, tersebut akan ditandangani di depan KOMNAS HAM di Jakarta pada tanggal 8 mendatang.

Dikatakan, ada delapan butir kesepakatan yang diputuskan dalam pertemuan yang semuanya menguntungkan pedagang dan Pemko Padang sehingga tidak ada pihak- pihak yang merasa dirugikan dalam hal ini.

Dijelaskan,. setelah lima hari ke depan upaya pemagaran pasar sudah dapat dimulai dan dilanjutkan peruntuhan bangunan oleh pemenang tender.

Walikota berharap, dengan dibangunnya kembali Pasar Inpres II, III dan IV semakin mendorong upaya menggairahkan perekonomian masyarakat di pasar serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 5 November 2011

PASAR MASIH TUTUP

Empat hari pasca Idul Fitri 1432 Hijiriah suasana pasar Kota Padang masih sepi.

Masih banyak pedagang yang belum membuka toko dan kedainya untuk melaksanakan aktifitas perdagangan.

Berdasarkan pantauan RRI di lapangan, hanya terdapat beberapa toko dan kedai yang sudah beraktifitas, namun jumlah pembelinya pun masih relatif sedikit.

Berbeda dengan suasana pasar, suasana arus lalu lintas di Kota Padang terlihat cukup ramai di beberapa ruas jalan.

Aktifitas kendaraan baik roda dua maupun roda empat terlihat meningkat, khususnya di jalan Siteba, Khatib Sulaiman, Jalan Sudirman, Jalan jati, Jalan Ahmad Yani dan beberapa ruas jalan protokol lainnya di Kota Padang.

Sementara itu, memasuki Arus Balik Idul Fitri 1432 Hijriyah, kondisi arus lalu lintas di jalan By Pass Kuranj, tepatnya di jalur Terminal Regional Bingkuang (TRB) Kota Padang mulai padat.

Kepala Pos Pemantauan TRB Padang, AKP Wen Sayuti mengatakan, jalur yang mengalami peningkatan arus, yakni dari arah Bandara Internasional Minangkabau menuju Lubuk Begalung dan diperkirakan keluar dari Kota Padang yakni arah Sitinjau Laut.

Hal tersebut diperkuat hasil pantauan yang menunjukkan dominasi kendaraan roda empat dengan nomor polisi luar provinsi, seperti Bengkulu, Jambi, maupun Jakarta.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 06.30 tanggal 4 September 2011

KETUA GOLKAR TINJAU PASAR RAYA

Ketua Umum DPP Partai Golkar, ABURIZAL BAKRIE, kemarIn meninjau dan melihat dari dekat Pasar Raya Padang.

Peninjauan Pasar Raya itu merupakan rangkaian dari kegiatan Safari Ramadhan untuk menjemput aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam peninjauan itu, ABURIZAL BAKRIE didampingi Walikota Padang, Fauzi Bahar dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, MUSLIM KASIM.

Menurut Sekretaris DPD Partai Golkar Sumbar, ZULKENEDI SAID, tinjauan ke pasar bukan mengurus konflik pembangunan Pasar, melainkan melihat dari dekat dan mendengar langsung apa yang menjadi keinginan pedagang.

Rombongan Pengurus DPP Partai Golkar itu berjumlah 20 orang, diantaranya Sekjen DPP Partai Golkar, EDUS MAHA, Wakil Ketua Umum DPP, Cicit Sutarjo, pemenang pemilu wilayah Sumatera, ANDI AHMAD DARA dan beberapa orang pengurus harian DPP Partai Golkar.

Selain melakukan kunjungan dan meninjau Pasar Raya Padang, Ketua Umum DPP Partai Golkar ABURIZAL BAKRIE juga menyerahkan bahan kebutuhan pokok sebanyak seribu paket untuk masyarakat yang membutuhkannya.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 26 Agustus 2011

PASAR SATELIT

Wakil Walikota Padang, MAHYELDI ANSYARULLAH, mengatakan, dalam tahun ini Pemerintah Kota Padang akan berusaha untuk lebih menghidupkan dan meningkatkan keberadaan 16 pasar satelit yang tersebar di Kota ini.

Salah satu upaya ke arah itu, yaitu dengan menata rapi pasar-pasar satelit dan membuka pasar malam pada 16 lokasi pasar satelit tersebut.

MAHYELDI ANSYARULLAH mencontohkan, Pasar Balimbiang, kecamatan Kuranji Padang, yang arealnya sangat luas, namun belum tertata rapi, padahal punya peluang besar untuk dikembangkan.

Berdasarkan hasil pantauannya ke Pasar Balimbiang, menurut MAHYELDI, terdapat banyak lokasi berdagang yang masih kosong pada bagian belakang dan samping, karenanya ke depan perlu diisi penuh agar pasarnya lebih hidup.

Dikatakan, bila pasar telah tertata dengan rapi, lokasi parkir tersebut, serta kebersihan dan lokasi berdagang diatur sebaik mungkin, masyarakat akan senang dan nyaman untuk berbelanja.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 15 Agustus 2011

TIDAK MUNGKIN DIREHAB

Walikota Padang, FAUZI BAHAR, mengatakan, permintaan para pedagang Pasar Inpres II, III, dan IV untuk merehab pasar tersebut tidak mungkin dilaksanakan.

Hal itu dikatakan Walikota berdasarkan kajian forensik, bahwa bangunan tersebut tidak layak huni.

Sementara bantuan yang diberikan Pemerintah Pusat dari APBN tahap pertama sebesar 64 koma 5 milyar rupiah, harus digunakan untuk pembangunan kembali pasar yang rusak akibat bencana gempa 2009 tersebut.

FAUZI BAHAR mengharapkan kepada para pedagang untuk meyakini kebijakan tersebut, karena untuk kepentingan bersama masyarakat Kota Padang.

Lebih lanjut, Walikota mengatakan, dana untuk pembangunan Pasar Inpres II, III dan IV tersebut berjumlah 237 milyar rupiah dan 25 persen diantaranya dari APBD Kota Padang yaitu sebesar 59 milyar rupiah.

Walikota menegaskan, pembangunan Pasar tersebut, sumber dananya murni dari Pemerintah bukan dari investor.

Dengan demikian harga los dan kios tersebut, nanti tidak mahal, malah bisa digratiskan.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 10 Agustus 2011

BELUM MENEMUKAN KESEPAKATAN

Rencana perobohan dan pembangunan kembali Pasar Inpres II, III dan IV Padang yang rusak akibat gempa 2009 lalu, sampai saat ini belum bisa dilaksanakan, karena antara Pemerintah Kota Padang dengan para pedagang di Pasar Inpres tersebut belum ada kata sepakat.

Pemerintah Kota Padang ingin segera membangun kembali pasar itu dengan dana APBN sebesar 64 koma 5 milyar rupiah, sementara para pedagang masih belum mau tempat mereka diruntuhkan dan masih bertahan berjualan pada lokasi tersebut, kendati sudah disediakan kios penampungan.

Wakil Walikota Padang, MAHYELDI ANSYARULLAH, mengatakan, pembangunan Pasar Inpres tersebut diperkirakan dimulai setelah lebaran nanti sesuai dengan permintaan sebagian besar para pedadang pada pasar tersebut.

Keberatan para pedagang terhadap pembangunan kembali Pasar Inpres II, III dan IV itu, terkait dengan masalah harga seperti juga yang dialami oleh para pedagang yang akan menempati Pasar Inpres I yang telah selesai dibangun kembali.

Menurut MAHYELDI, masalah harga kios dan los pada Pasar Inpres II, III dan IV tersebut nantinya tergantung kesepakatan antara Pemko Padang dengan anggota DPRD serta tim yang dibentuk dari para pedagang itu sendiri, dan yang pasti harga itu tidak akan memberatkan para pedagang.

Lebih lanjut Wakil Walikota mengatakan, Pemko Padang tidak ingin para pedagang itu terpaksa berhenti berjualan karena selain akan menambah angka pengangguran sekaligus juga akan menambah angka kemiskinan.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 9 Agustus 2011

PEROBOHAN PASAR INPRES II, III DAN IV

Walikota Padang, FAUZI BAHAR mengatakan, peruntuhan Pasar Inpres II, III dan IV, dipastikan tetap dilakukan karena harus segera dibangun dengan dana yang telah disediakan dari APBN sebesar 64 koma 5 milyar Rupiah.

Kendatipun kebijakan peruntuhan Pasar Inpres tersebut, saat ini tengah menuai kritikan, namun Pemko Padang akan tetap melakukannya dalam waktu dekat.

Walikota khawatir bila tidak dikerjakan sekarang, kondisi pasar tersebut akan menjadi darurat sepanjang masa dan dana yang telah dianggarkan pusat tersebut akan dikembalikan karena tidak dipergunakan sesuai aturannya.

Agar dana pembangunan Pasar Inpres II, III dan IV tidak kembali ke Pemerintah Pusat, diharapkan kepada semua elemen terkait supaya tidak lagi mempermasalahkan pembangunan pasar tersebut.

Menurut FAUZI BAHAR, jika kondisi pasar sekarang ini masih dipertahankan, bila terjadi bencana gempa akan banyak memakan korban, karenanya selagi ada dana dari APBN, sebaiknya dapat dipertimbangkan bersama dengan akal sehat.

Untuk itu, dalam waktu dekat Walikota akan mengajak para pedagang Pasar Inpres II, III dan IV untuk langsung bertatap muka untuk membicarakan tentang pembangunan Pasar Inpres tersebut.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 5 Agustus 2011

PASAR PABUKOAN RAMAI SETIAP SORE

Pasar Pabukoan yang digelar di kawasan Imam Bonjol Padang, setiap sore ramai dikunjungi warga yang hendak membeli makanan dan minuman.

Rahmah, salah seorang penjual makanan dan minuman pada pasar pabukoan tersebut kepada RRI mengatakan, pada bulan Ramadhan ini, kaum ibu lebih cenderung membeli makanan dan minuman yang sudah jadi untuk dibawa ke rumah, karena ibu-ibu yang bekerja, waktunya telah habis di kantor dan di perjalanan.

Sementara itu, Yanti, salah seorang PNS, mengaku, dirinya lebih memilih membeli makanan dan minuman yang telah jadi, daripada masak sendiri, selain praktis juga menghemat tenaga.

Dikatakan, harga makanan dan minuman di pasar pabukoan tersebut, bervariasi, tergantung menu yang dipilih.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 3 Agustus 2011

PEDAGANG PABUKOAN TERUS MELONJAK, KAWASAN TERBATAS

Pasar Pabukoan Kota Payakumbuh yang pada bulan Ramadhan tahun ini, ditempatkan di terminal induk Angkot Sago Trans, di blok timur Pusat Pertokoan Bertingkat Payakumbuh, masih belum mampu menampung banyaknya pedagang berbagai aneka ragam pabukoan, karena pertumbuhan jumlah pedagang jauh lebih besar, dibanding luas areal yang disediakan.

Demikian hasil pantauan Wakil Walikota Payakumbuh, H. SYAMSUL BAHRI, kemarin di Pasar Pabukoan tersebut.

Menurut Plt. Kepala Dinas Koperindag Payakumbuh, FAUZI, kapasitas areal terminal Sago yang dimanfaatkan sebagai pasar pabukoan hanya mampu menampung 230 pedagang, sementara saat ini telah di tempati oleh 260 pedagang.

Dikatakan, pasar pabukoan yang terpusat di terminal angkot itu, diyakini akan menjadi pusat perhatian masyarakat selama bulan Ramadhan.

Wakil Walikota, SYAMSUL BAHRI, meminta agar para pedagang pasar pabukoan selalu menjaga kebersihan barang dagangannya, tidak terlalu cepat menggelar dagangan di siang hari karena bisa mengundang sebagian orang tidak berpuasa dan akan merusak suasana Ramadhan.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 2 Agustus 2011

TOLAK PEMBONGKARAN, PEDAGANG TARAWIH DAN SAHUR DI PASAR RAYA

Puluhan pedagang melaksanakan tarawih dan sahur pertamanya di Pasar Raya Padang kemarin malam.

Hal ini dilakukan pedagang untuk mengantisipasi terjadinya pembongkaran Pasar Inpres II, III, dan IV yang akan dilakukan Pemko Padang dalam waktu dekat.

Salah seorang pedagang yang ikut tarawih dan sahur di Pasar Raya Padang mengatakan, para pedagang hanya mau Pasar Inpres II, III, dan IV direnovasi, bukan dibongkar dan dibangun lagi.

Selain itu, para pedagang meminta Pemko Padang untuk berdialog dengan pedagang guna membahas masalah yang terjadi di Pasar Raya Padang.

Dikatakan, aksi para pedagang tersebut mendapat dukungan dari Aliansi Mahasiswa Peduli Pasar Raya (AMPERA) yang juga berkomitmen untuk mendampingi para pedagang, hingga tuntutan mereka dikabulkan, yakni membatalkan pembongkaran Pasar Inpres II, III dan IV.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 2 Agustus 2011

%d blogger menyukai ini: