Category Archives: Kelautan

PENANAMAN POHON MANGROVE

Pemerintah Kota Pariaman melalui dinas Kelautan dan Perikanan Pariaman melakukan penanaman 8 ribu pohon bakau atau mangrove di sepanjang pantai Manggung, Kota Pariaman, kemarin.

Walikota Pariaman yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Pariaman, ARMEN,MM mengatakan, Kota Pariaman saat ini telah memiliki kawasan hutan mangrove seluas 18 hektar.

Dijelaskan, hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi di kawasan pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon bakau yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah yang mengalami pasang surut.

Menurutnya, mangrove mempunyai peranan ekologis, ekonomis, dan sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir.

Penanaman hutan mangrove bertujuan untuk menjaga kestabilan garis pantai dari abrasi dan erosi serta menjaga kelestarian ekosistem pantai.

Selain itu, hutan mangrove juga berfungsi untuk menahan laju tiupan angin kencang dan dapat mensterilkan air laut yang asin menjadi air tawar.

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Kota Pariaman untuk selalu menjaga kelestarian ekosistem pantai dan terumbu karang.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 19 Juli 2011

KESEJAHTERAAN NELAYAN MASIH RENDAH

Minimnya sarana dan prasarana penangkap ikan maupun usaha budidya ikan laut dan darat, menjadi salah satu kendala besar yang dihadapi para nelayan di daerah ini, terutama dalam upaya memaksimalkan pemanfaatan potensi perikanan di Sumatera Barat.

Mengingat besarnya potensi perikanan laut dan darat di daerah ini, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat melakukan berbagai upaya untuk mendorong peningkatan hasil tangkapan ikan yang secara otomatis meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Ir. Yosmeri, menanggapi pernyataan DPRD Sumatera Barat yang menilai belum begitu baiknya kontribusi yang dihasilkan dari potensi yang sangat besar pada bidang perikanan laut maupun darat di daerah ini, bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan.

Minimnya sarana dan prasarana penangkap ikan maupun usaha budidya ikan laut dan darat, menjadi salah satu kendala besar yang dihadapi para nelayan di daerah ini, terutama dalam upaya memaksimalkan pemanfaatan potensi perikanan di Sumatera Barat.

Sehubungan dengan itu, menurut Ir. Yosmeri, dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengoptimalan potensi perikanan laut dan darat, pihaknya melakukan berbagai upaya seperti, melengkapi semua fasilitas, sarana dan prasarana penangkap ikan yang moderen, sehingga mendorong para nelayan tradisional menangkap ikan dengan lebih baik.

Disamping itu, pihaknya juga akan berupaya untuk memperbaiki ekosistem yang ada, seperti terumbu karang dan hutan mangrove dengan membangun rumpon – rumpon sebagai tempat berkembangbiak ikan.

Sehubungan dengan itu, untuk menumbuhkan industri perikanan yang lebih besar, menurut Ir. Yosmeri, pihaknya berupaya menarik para investor, sehingga industri perikanan dapat tumbuh dan berkembang di daerah ini, sekaligus menggerakkan ekonomi secara keseluruhan.

Dengan berbagai langkah konkrit yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan tersebut, kata Ir. Yosmeri, dapat menjadi solusi dari setiap keluhan para nelayan di daerah ini.

Dengan demikian, pengoptimalan pemanfaatan potensi perikanan laut maupun darat di daerah ini, dapat dilakukan dengan baik, sehingga juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 11 Juli 2011

BEASISWA UNTUK ANAK NELAYAN

Untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia pada sektor kelautan dan perikanan , Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta Padang tahun ini menyediakan 40 beasiswa bagi anak nelayan dan petani ikan untuk melanjutkan pendidikan khususnya di bidang kelautan dan perikanan.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. HAFRIJAL SYANDRI,MS di ruangan kerjanya, kemarin.

Menurut HAFRIJAL, salah satu strategi utama dalam pencapaian Visi dan Misi Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah dengan peningkatan pendidikan sumber daya manusia pada sektor Kelautan dan Perikanan.

Hal itu juga merupakan tindak lanjut dari amanat undang-undang Perikanan yang menghendaki agar pemerintah menyelenggarakan satuan pendidikan perikanan yang diarahkan bertaraf internasional.

HAFRIJAL menambahkan, tingginya kebutuhan perusahaan baik dari dalam maupun luar negeri terhadap tenaga kerja di sektor kelautan dan perikanan asal Indonesia terlihat pada bursa kerja internasional di bidang kelautan dan perikanan yang diadakan Kementrian Kelautan Perikanan belum lama ini di Jakarta baru-baru ini.

Pada bursa kerja internasional tersebut tercantum, sekitar 10 ribu pekerjaan di bidang perikanan dan kelautan seperti perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan dan pemasaran serta pengemasan atau packaging dari sekitar 68 perusahaan berskala nasional dan internasional, antara lain Jepang, Cina, Taiwan, Korea, dan Spanyol.

Menyikapi hal tersebut, Universitas Bunghatta Padang dalam waktu dekat akan menandatangani Kesepakatan Kerjasama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan melalui Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 31 Mei 2011

TAHUN INI PONDOK BAHARI PULAU PANJANG DIREHAB

Dinas Kelautan dan Perikanan Pasaman Barat terus berupaya mengoptimalkan seluruh potensi kelautan yang ada di Pasaman Barat untuk mendukung terwujudnya Pasaman Barat sebagai salah satu destinasi parawisata di Sumbar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pasaman Barat, Syafrialis, mengatakan, Pasbar memiliki banyak objek wisata menarik yang tidak kalah bagus dari daerah destinasi wisata lainnya.

Laut Pasbar luas, pulau-pulau kecilnya banyak, begitu juga dengan kawasan lain seperti hutan, perkebunan dan wisata alam lainnya.

Dikatakan, salah satu upaya kongkrit yang segera akan direalisasikan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kelautan dan Pertanian yakni penyempurnaan pembangunan Pondok Bahari Pulau Panjang Kecamatan Sungai Beremas.

Menurut Syafrialis, hal itu dilakukan mengingat Pulau Panjang mempunyai alam yang indah dan laut yang bersih, selain itu pulau tersebut juga cocok dikembangkan sebagai daerah sentra budidaya laut karena wilayahnya aman dari ancaman bencana tsunami karena memiliki perbukitan yang cukup tinggi.

Syafrialis menambahkan , jika semuanya terwujud, nantinya Pulau Panjang akan menjadi surga dan destinasi utama untuk tujuan wisata, tidak hanya dikunjungi wisatawan lokal tapi juga dari seluruh dunia.

Penyempurnaan Pembangunan Pondok Bahari Pulau Panjang tersebut juga diproyeksikan untuk dapat dijadikan sebagai tempat pertemuan rapat dan lain sebagainya, mengingat suasana dan kondisi alamnya sangat mendukung.

Namun, untuk mendukung rencana itu, masih banyak yang perlu dibenahi seperti fasilitas pendukung terutama bidang transportasi dan fasilitas lainnya agar para pengunjung merasa nyaman dan tenang.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 25 April 2011

DKP PESSEL TARGETKAN 530 KJA KERAPU PADA TAHUN 2014

Dinas Keluatan dan Perikanan Kabupaten Pesisir Selatan menargetkan 530 keramba jaring apung (KJA) pada 2014 dalam meningkatkan produksi di sektor pengembangan budidaya ikan kerapu.

Budidaya ikan kerapu di daerah itu telah dimulai sejak lima tahun terakhir, dan merupakan salah satu penunjang sektor ekonomi yang sangat potensial untuk dikembangkan pembudidayaannya.

Kepala Dinas DKP Pesisir selatan, Edwil kepada Pesisir Selatan.go.id mengatakan, tahun ini DKP Pessel melakukan penambahan 100 KJA untuk Kawasan Minapolitan Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan.

Dengan penambahan tersebut, pembudidayaaan kerapu di daerah itu kini menggunakan 238 KJA, termasuk 90 KJA yang dikelola DKP Pessel dan 48 KJA oleh PT Bimantara Citra Jakarta bersama kelompok pembudidayaan ikan kerapu Jala Sena Mandeh.

Sementara jenis kerapu yang kembangkan adalah jenis kerapu macan dan kerapu bebek.

Menurutnya, dengan penambahan KJA maka peningkatan produksi Ikan Kerapu diharapkan bisa mencapai 5 ton per-kali panen sehingga bisa memenuhi permintaan ekspor.

Laut Mandeh dikenal memiliki arus yang tenang dan cocok bagi usaha budidaya berupa jaring apung.

Selain itu daerah lokasi pengembangan budidaya kerapu lainnya berada di Teluk Sungai Bungin seluas 18 hektar dan sungai Nipah 16 hektar.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 17 April 2011

MEMPUNYAI KAWASAN LAUT YANG LUAS

Anggota DPRD Propinsi Sumatera Barat Dra.SITTI IZZATI AZIZ mengatakan, daerah Sumatera Barat mempunyai kawasan kelautan yang sangat luas dan pesisir pantai yang cukup panjang serta diisi oleh pulau besar dan kecil lebih kurang 185 pulau yang telah diberi nama dan mempunyai potensi besar unutk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Masyarakat.

Kepulauan dan pesisir pantai tersebut juga dihuni oleh penduduk warga Sumatera Barat yang rata rata menggantungkan kehidupannya dari hasil kelautan, yang profesinya masin masing sebagai nelayan.

Menurut SITTI IZZATI AZIZ, dari Rancangan Pembangunan Jangka Menengah RPJMD Sumatera Barat yang diajukan pemerintah daerah tersebut belum terlihat dengan jelas program dan rencana yang akan dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan kaum nelayan dipesisir pantai dan kepulauan tersebut.

Begitu juga dengan program program yang focus dan berkesinambungan untuk mengatasi kemiskinan dan perbaikan ekonomi rumah tangga masyarakat pesisir.

Diperairan pantai barat Sumatera diperlakukan tidak nyaman oleh penegak hukum perairan.

Selain itu kata SITTI IZZATI AZIZ, sering ditemukan kapal pukat harimau mengganggu perairan pantai Sumatera Barat.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 10 April 2011

NELAYAN KURANG SOSIALISASI KESELAMATAN PELAYARAN

Minimnya pengetahuan nelayan tentang aturan pelayaran dalam melaut mengakibatkan mereka menjadi bulan-bulanan oknum aparat.

Sebagian tudingan penyebab kejadian tersebut dialamatkan kepada Syahbandar yang mengeluarkan izin berlayar, dan sebagian kepada Dinas Perhubungan Laut.

Berdasarkan peraturan dan ketentuan keselamatan pelayaran yang berlaku, sebagian besar nelayan Sumatera Barat sebenarnya tidak layak diizinkan untuk berlayar.

Demikian dikatakan Syahbandar Bungus Teluk Bayur Padang Adi kepada RRI Padang, menyusul tidak sedikit nelayan Sumatera Barat yang dirugikan dan menjadi bulan – bulanan oleh oknum dari pihak tertentu, karena minimnya pengetahuan para nelayan tentang pelayaran.

Menurut Adi, pihak terkait seperti, Dinas Kelautan Perikanan dan Dinas Perhubungan dalam hal ini Perhubungan Laut seharusnya sering melakukan sosialisasi kepada para nelayan tentang berbagai pengetahuan dan seluk – beluk pelayaran termasuk ketentuan keselamatan nelayan ketika berlayar, karena rata – rata para nelayan di daerah ini merupakan orang awam dan cenderung tidak pernah mengecap pendidikan.

Sementara kondisi yang terjadi selama ini, kata Adi sejumlah pihak terkait tersebut, jarang memberikan pengetahuan tentang pelayaran kepada para nelayan, sehingga tidak jarang para nelayan tersebut, menemui berbagai kendala pada saat melakukan pelayaran, termasuk yang mengancam keselamatan mereka ketika berada di laut.

Disamping itu, menurut Adi para nelayan juga disulitkan dengan tindakan dari oknum tertentu yang sengaja memanfaatkan kondisi para nelayan yang minim pengetahuan tentang pelayaran dan kelautan tersebut.

Meskipun demikian, kata Adi, syahbandar sebagai pihak yang mengeluarkan izin pelayaran, tidak bisa berbuat banyak, karena mau tidak mau pihaknya terpaksa mengeluarkan surat izin pelayaran bagi para nelayan yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 8 April 2011

CUACA YANG TIDAK MENENTU

Cuaca yang tidak menentu 3 hari terakhir di Kota Padang, membuat tingginya gelombanag laut yang mencapai 2 hingga 3 meter.

Hal ini menjadi kendala bagi para nelayan untuk melaut sampai ketengah laut , bahkan ada yang tidak turun kelaut untuk memenuhi kabutuhan kehidupan sehari hari.

Hal itu juga berimbas kepada hasil tangkapan ikan para nelayan.

Salah seorang pedagang ikan dipantai padang Buyung kepada RRI mengatakan penghasilannya kini jauh menurun bila dibanding hari biasa.

Satu hari biasanya pendapatanya bisa mencapai satu juta hingga satu juta lima ratus ribu rupiah. Namun karena cuaca yang tidak bersahabat omzetnya sebagai pedagang ikan kini hanya tiga ratus hingga empat ratus ribu rupiah saja.

Buyung berharap agar cuaca kembali normal , sehingga pendapatanya kembali pula normal.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 28 Maret 2011

POTENSI LAUT KOTA PADANG MENJANJIKAN

Potensi kelautan Kota Padang sangat menjanjikan, dalam rangka memberdayakan ekonomi masyarakat nelayan Kota Padang.

Namun demikian, masyarakat memerlukan adanya program dari instansi terkait untuk mengali potensi kelautan itu.

Hal tersebut, diungkapkan, Wakil Ketua DPRD Kota Padang MASRUL, dalam sambutannya, pada pembukaan coffee dan diskusi panel, dengan tema, Pembangunan Kelautan dan Perikanan, Dalam Rangka Menunjang Perekonomian Masyarakat Pesisir dan Pelatihan Jurnalistik bagi praktisi kehumasan serta wartawan forum Parlemen Kota Padang di pelataran belakang Komplek DPRD Kota Padang kemarin.

MASRUL berpendapat, untuk meningkatkan hasil tangkapan dan ekonomi masyarakat nelayan pesisir Kota Padang itu, tidak terlepas dari program-program yang dilakukan dan komitmen dari SKP terkait.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang MASRUL, mengharapkan, hasil diskusi panel tersebut, bisa dijadikan sebagai masukan bagi kalangan legislatif dan eksekutif, untuk memberdayakan masyarakat nelayan pesisir Kota Padang.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara diskusi panel SURYA JUFRI BITEL menjelaskan, kegiatan yang digagas oleh Komisi Dua DPRD Kota Padang kemarin, menampilkan pembicara, Doktor ENY KAMAL. MSC pakar mangrove dari Universitas Bung Hatta Padang.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 1 Maret 2011

%d blogger menyukai ini: