Category Archives: Kesehatan

BANTUAN UNTUK DAERAH TERISOLIR

Bupati Pesisir Selatan NASRUL ABIT mengatakan, 4 daerah korban banjir bandang di Kabupaten Pesisir Selatan yang terisolir dikhawatirkan mengalami krisis Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal tersebut diungkapkannya mengingat terputusnya jalur jalan dan jembatan menuju daerah terisolir yaitu, Silaut Empat, Silaut Lima, Base Camp PT Incasi Raya dan Lunang Tiga.

Namun demikian, NASRUL ABIT memastikan bantuan logistik dan makanan menuju daerah tersebut sudah dapat didistribusikan menggunakan mobil kecil melalui jalur alternatif, sedangkan untuk distribusi BMM belum bisa dilakukan, karena jalur alternative tidak bisa dilewati kendaraan besar.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan juga telah mengirim tim kesehatan untuk memantau kesehatan masyarakat korban banjir.

Dikhawatirkan masyarakat korban banjir rentan terkena diare, demam berdarah maupun infeksi saluran pernafasan.

Pengiriman tim tenaga kesehatan di lapangan untuk menanggulangi rusaknya sarana dan prasarana kesehatan akibat banjir meliputi dua unit Puskemas, Ambulance hanyut 1 unit, Kulkas Vaksin empat unit, Vaksin Carrier atau termos 20 unit, Pustu sebanyak 6 unit dan Poskeri – 2 unit.

Diperkirakan, kerugian sarana dan prasarana kesehatan mencapai 700 juta rupiah.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 6 November 2011

Iklan

KEBUTUHAN TERHADAP DARAH TERUS MENINGKAT

Ketua Palang Merah Indonesia Padang, MUCHLIS SANI menghimbau kepada instansi-instansi yang ada di daerah ini agar menjadwalkan kembali kegiatan donor darah di lingkungan masing-masing untuk menambah persediaan darah PMI Padang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Palang Merah Indonesia Padang, MUCHLIS SANI disela-sela acara donor darah yang digelar RRI padang dalam rangka memperingati Hari Radio ke 66 di RRI Padang kemarin.

Menurutnya, kebutuhan terhadap darah usai lebaran Idul Fitri 1432 Hijriah mengalami kenaikan 30 persen dibandingkan hari biasa.

Setiap harinya permintaan terhadap darah berkisar 50 hingga 100 kantong, rata-rata setiap bulannya permintaan darah mencapai 3 ribu hingga 4 ribu kantong.

MUCHLIS SANI menjelaskan, sejauh ini kebutuhan terhadap permintaaan darah tersebut masih terpenuhi.

Persediaan darah selain berasal dari pendonor sukarela juga dibantu oleh donor penganti.

Meskipun persediaan darah yang ada sejauh ini masih mencukupi, namun pihaknya mengakui masih membutuhkan banyak pendonor karena permintaan terhadap darah terus mengalami peningkatan karena kebutuhan darah tidak saja dari Kota Padang, namun juga dari daerah luar Kota Padang.

Dikatakan, saat ini jumlah pendonor sukarela mencapai 60 persen angka tersebut diharapkan dapat terus bertambah, agar kebutuhan terhadap darah terpenuhi.

Sementara itu, sehubungan dengan acara donor darah yang diselenggarakan oleh RRI Padang dalam rangka memperingati Hari Radio dan donor darah yang dilakukan rutin setiap bulan oleh pensiunan RRI, dalam kesempatan tersebut ketua PMI Padang, MUCHLIS SANI mengucapkan terimakasih atas partisipasi RRI atas kepeduliannya dalam membantu sesama dan hal itu perlu dicontoh.

Untuk itu, kepada instansi, perguruan tinggi, masyarakat, dan para generasi muda diharapkan partisipasinya untuk ikut dalam donor darah.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 9 September 2011

BAZNAS AKAN BANGUN RUMAH SAKIT SEHAT DI SUMBAR

Badan Amil Zakil Nasional (BAZNAS), bekerjasama dengan BAZDA Propinsi Sumatera Barat tahun depan akan membangun rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi kaum dhuafa secara cuma-cuma.

Demikian diungkapkan, salah seorang Manejer BAZNAS, DONY ARMANDO RAZALI, usai acara berbuka puasa bersama dengan seribu anak yatim dan anak keluarga miskin di Asrama Haji Parupuk Tabing Padang.

Menurut DONY ARMANDO, pemberian pelayanan kesehatan bagi kaum dhuafa sangat dibutuhkan di Indonesia termasuk di Sumatera Barat, karena rumah sakit yang ada sudah kelebihan pasien.

BAZNAS, saat ini sedang melaksanakan agenda berbuka puasa bersama anak yatim dan anak keluarga miskin secara serentak pada 11 Kota di Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan agenda pembagian parsel pada jalur mudik, khusus bagi para pegawai dan karyawan yang tidak bisa mudik lebaran.

Untuk melaksanakan berbagai program tersebut, BAZNAS telah menghimpun zakat masyarakat lebih kurang 20 miliyar rupiah.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 21 Agustus 2011

TENAGA KESEHATAN TELADAN SUMATERA BARAT TAHUN 2011

Berdasarkan hasil penilaian tim penilai kesehatan Propinsi Sumatera Barat dan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat nomor 440-366-2011, telah ditetapkan 4 orang tenaga kesehatan teladan Propinsi Sumatera Barat tahun 2011.

Tenaga kesehatan teladan tersebut terdiri dari, Dokter ARDONY dari Puskesmas Lintau Buo Tanah Datar, RIZKA AGWARESTA, bidan dari Puskesmas Koto Tuo Kota Sawahlunto, DONA ASTUTY, tenaga gizi dari Puskesmas Baso Agam dan EVRA QOMARY, tenaga penyuluh dari Puskesmas Talawi Sawahlunto.

Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat, ROSNINI SAFITRI mengatakan, penilaian terhadap tenaga kesehatan tersebut, diawali dari Kabupaten/Kota di Sumatera Barat.

Ke-empat tenaga kesehatan teladan Propinsi Sumatera Barat tahun 2011 tersebut juga diundang oleh Pemerintah Pusat, selain untuk menghadiri upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 di Istana Negara, juga akan melakukan kunjungan-kunjungan yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan.

ROSNINI berharap, dengan adanya tenaga kesehatan teladan tersebut, bisa dijadikan sebagai motivasi bagi tenaga kesehatan lainnya, untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat.

Tenaga kesehatan teladan Propinsi Sumatera Barat tahun 2011 tersebut, juga diberikan reward oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Barat, diantaranya dalam bentuk tabungan, trophy, sertifikat dan penghargaan lainnya.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 12 Agustus 2011

PENETAPAN JAMINAN KESEHATAN

DPRD Propinsi Sumatera Barat kemarin menetapkan usulan tentang jaminan kesehatan daerah menjadi prakarsa DPRD Propinsi Sumatera Barat untuk dijadikan Rancangan Peraturan Daerah dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Propinsi Sumatera Barat jalan Khatib Sulaiman Padang.

Rancangan Peraturan Daerah tentang Jaminan Kesehatan Daerah tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan atau payung hukum terhadap penyelenggaraan program jaminanan kesehatan daerah bagi masyarakat Sumatera Barat.

Selain itu untuk meningkatkan, akses dan mutu pelayananan kesehatan kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat.

Ketua DPRD Propinsi Sumatera Barat Ir.YULTEKNIL MM mengatakan, Ranperda Jaminan Kesehatan Daerah yang merupakan inisiatif DPRD Propinsi Sumatera Barat akan dibedah lebih mendalam nantinya dan didata siapa-siapa saja masyarkat yang berhak diberikan jaminan kesehatan nantinnya.

Selain itu, dalam Ranperda tersebut juga akan dibahas jaminan pelayanan seperti apa yang akan diberikan kepada masyarkaat, melalui kerjsama dengan badan layanan umum rumah sakit.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 13 Juli 2011

TELITI MEMBELI PRODUK KECANTIKAN

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Padang meminta kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam memilih obat dan Kosmetik yang beredar di pasaran, karena tidak semua obat dan kosmetik yang beredar di pasaran tersebut, aman untuk kesehatan.

Kabid Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Kota Padang, HILDA merasa yakin bahwa alat kosmetik yang berbahaya bagi kesehatan masih beredar di pasaran, namun penjualannya dilakukan secara tersembunyi.

Untuk itu, HILDA menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan melaporkan ke BPOM jika menemukan kejanggalan dan persoalan pada kosmetik yang dibeli tersebut.

HILDA menambahkan, walau belum menerima laporan dan temuan, namun BPOM Kota Padang tetap melakukan sosialisasi tentang cara memilih produk makanan dan kosmetik yang aman bagi kesehatan.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 6 Juli 2011

PAMSIMAS PERCEPAT PENUHI KEBUTUHAN MASYARAKAT

Pengelolaan sarana air minum, sanitasi dan kesehatan (Pamsimas) harus dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan, mengingat Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui pencegahan penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan, produktivitas dan kualitas hidup.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, SP, saat membuka Rakor Fasilitator Masyarakat Berkelanjutan (FMK) Program Pamsimas Kota Padang di Palanta Rumah Dinas Walikota Padang, kemarin.

Dijelaskan, pembangunan dan pengelolaan air harus berdasarkan pendekatan partisipatif, menyertakan seluruh lapisan masyarakat yang menjadi acuan dalam upaya pemeliharaan dan keberlanjutan program Pamsimas.

Keberlanjutan pelayanan sarana air dan sanitasi di lingkungan masyarakat dipengarugi oleh aspek keberlanjutan teknis, keberlanjutan financial, keberlanjutan kelembagaan, keberlanjutan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Ditambahkan, program Pamsimas sangat positif mengembalikan keberfungsian masyarakat dalam mengelola sarana yang telah mereka bangun bersama dengan semangat gotong royong.

Sementara peran fasilitator keberlanjutan untuk bisa menjembatani masyarakat dengan stakeholders terkait dalam membangun kemitraan, termasuk dengan Pemerintah Kota Padang.

Oleh sebab itu Fasilitator Masyarakat Berkelanjutan (FMK) harus benar-benar melaksanakan program tersebut dengan professional dan bisa menciptakan pemberdayaan masyarakat, agar tercipta masyarakat yang mandiri dengan ilmu dan pengetahuan yang cukup pada program Pamsimas.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 30 Juni 2011

JAMINAN KESEHATAN DI PADANG PARIAMAN

Undang-Undang nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, mengamanatkan, pembangunan kesehatan harus ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat masyarakat yang lebih baik.

Untuk itu, pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berupaya mewujudkan hal tersebut dengan mengikutkan masyarakat dengan berbagai program jaminan kesehatan.

Dalam siaran persnya, Humas Pemkab Padang Pariaman menyebutkan, saat ini sebanyak 152 ribu 953 warga masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman telah mendapatkan Jaminan Kesehatan dan berbagai program kesehatan lainnya dari pemerintah daerah setempat.

Jaminan kesehatan tersebut terdiri dari Askes PNS sebanyak 22 ribu 38 jiwa, Jamkesmas 118 ribu 490 jiwa dan Jamkesda 12 ribu 65 jiwa.

Selain dalam rangka mewujudkan pembangunan Sumber Daya manusia yang produktif, program tersebut juga merupakan tujuan pembangunan kesehatan Kabupaten Padang Pariaman yang di tuangkan dalam Visi dan Misi tahun 2011 – 2015 yakni “Masyarakat Padang Pariaman yang Sehat, Mandiri, Berkualitas dan Berkeadilan.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 26 Mei 2011

MINIMNYA LAYANAN KESEHATAN NARAPIDANA

Pelayanan kesehatan narapidana di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Sumatera Barat masih memprihatinkan.

Tidak sedikit permasalahan yang muncul akibat minimnya fasilitas layanan kesehatan narapidana.

Demikian disampaikan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Departemen Hukum dan HAM Sumbar, DZULHAQ QILMUBIN kepada RRI kemarin.

Minimnya upaya pengelolaan sanitasi lingkungan dan terbatasnya ketersediaan air bersih menyebabkan munculnya berbagai persoalan, salah satunya penyebaran wabah penyakit di kalangan penghuni lapas atau rutan.

Kondisi semacam itu ditemui hampir di sejumlah lapas yang berdaya tampung melebihi kapasitas, seperti halnya LP Muara Padang.

Ketersediaan sumber air tidak mampu mengimbangi kebutuhan narapidana yang terus meningkat.

Lebih dari 700 narapidana menempati lapas yang merupakan bangunan peninggalan zaman kolonial belanda tersebut.

Terkait minimnya layanan kesehatan napi, DZULHAQ mengatakan perlu perimbangan nilai anggaran guna menjawab persoalan kesehatan narapidana yang mencuat belakangan ini.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 21 Mei 2011

DANA REHAB PUSKESMAS DI KOTA PADANG TAHUN INI 4,54 MILIAR RUPIAH

Pemerintah Kota Padang tahun ini mengalokasikan dana untuk pembiayaan rehab sarana dan prasarana Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebesar 4 koma 54 miliar rupiah.

Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai enam kegiatan yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan di daerah ini.

Walikota Padang FAUZI BAHAR mengatakan, sumber anggaran pembiayaan dimaksud berasal dari dana alokasi khusus DAK 2011 dan dibantu dari dana pendamping Pemerintah kota Padang.

Dikatakan, kegiatan yang dianggarkan dalam pembiayaan tersebut yakni pembangunan puskesmas baru, pengadaan sarana prasarana puskesmas, kegiatan rehabilitasi puskesmas pembantu baik rusak berat maupun sedang.

Kegiatan pengadaan alat-alat kedokteran dan laboratorium pada Puskesmas, Pengadaan obat dan pembangunan pos kesehatan desa.

Menurutnya, jika dibandingkan dana program pengadaan peningkatan dan perbaikan sarana prasarana Puskesmas tahun lalu, alokasi tahun ini mengalami penurunan.

Tahun 2010 lalu kucuran anggaran mencapai 7 koma 54 miliar, sedangkan tahun ini hanya 4 koma 54 miliar terjadi penurunan sebesar 3 miliar lebih.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 17 Mei 2011

%d blogger menyukai ini: