Category Archives: Pendidikan

65 SEKOLAH RUSAK RINGAN DI PESSEL

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Drs. Rusma Yul Anwar mengatakan, musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan pekan lalu, telah merusak 65 unit sekolah di daerah itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kabupaten Pesisir Selatan RUSMA YUL ANWAR kepada pesisirselatan.go.id mengatakan, ke 65 sekolah yang rusak akibat banjir itu terdapat di 8 kecamatan terdiri dari Sekolah Dasar, SLTP dan SLTA.

Kondisi Sekolah tersebut seperti SDN 01 Ranah Pesisir rusak sedang, sedangkan lainnya rusak ringan karena hanya timbunan lumpur pada ruang kelas dan peralatan sekolah lainnya turut terendam.

Kondisi sekolah yang terendam itu dapat diatasi masing-masing sekolah dengan melakukan pembersihan bersama anak didik, kendatipun hal itu membuat proses belajar mengajar terganggu beberapa hari.

Kerugian yang ditimbulkan akibat rendaman banjir itu telah dilaporkan ke BPBD Pesisir Selatan berupa buku perpustakaan yang basah, bangku sekolah yang rusak serta peralatan lainnya.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 13 November 2011

Iklan

PEMERINTAH PASAMAN TERUS MENEKAN ANGKA PUTUS SEKOLAH

Kepedulian Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, cukup besar, dalam upaya menekan angka anak putus sekolah.

Hal tersebut, terbukti, sebanyak, 55 orang anak putus sekolah, mulai tangal, 11 hingga 14 Oktober nanti akan mengikuti, Ujian Nasional Paket Kesetaraan Tahun 2011.

Kepada RRI, ketika berada di Padang, Kepala Bidang, Pendidikan Luar Sekolah PLS Dinas Pendidikan Pasaman NOFIAR TIAS menjelaskan, peserta yang akan mengikuti ujian paket C, sebanyak 8 orang dan paket B, 20 orang.

Dijelaskan, ijasah yang mereka terima dari hasil ujian paket tersebut, setara dengan ijazah Ujian Nasional Reguler, bahkan bisa dimanfaatkan, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun untuk mendapatkan pekerjaan.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 30 September 2011

PENANGGULANGAN BUTA AKSARA DI SUMATERA BARAT

Penanggulangan permasalahan buta aksara di Sumatera Barat terkendala oleh sulitnya pendataan dari rumah ke rumah.

Akibatnya, petugas harus jemput bola dalam melaksanakan pendidikan non formal yang sifatnya swadaya tersebut.

Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Informal Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, YUNIRWAN kepada RRI mengatakan kebanyakan dari penyandang buta aksara di Sumatera Barat adalah masyarakat berusia 55 tahun ke atas.

Sementara untuk golongan usia muda, kasusnya tidak terlalu menonjol.

Data terakhir yang dihimpun akhir 2010 lalu menyebutkan ada sekitar 30 sampai 40 ribu penyandang buta aksara yang belum tersentuh fasilitas pendidikan non formal di Sumatera Barat.

Untuk menekan permasalahan tersebut, pemerintah menggalakkan sejumlah program pendidikan non formal, salah satunya dengan mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat – PKBM di tingkat nagari dan kelurahan.

Untuk wilayah Sumatera Barat, pelaksanaan program dimaksud jelas YUNIRWAN sudah berjalan sekitar 10 tahun dan diharapkan dapat memberikan pencerahan nyata terhadap pola pengetahuan masyarakat yang sebelumnya tidak mengenal huruf sama sekali.

Di Sumatera Barat saat ini kata YUNIRWAN terdapat lebih dari 200 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat.

Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan, hal itu disebabkan kebutuhan penyandang buta aksara yang menuntut, minimal dalam satu nagari memiliki satu PKBM dengan pola pembinaannya yang terstruktur.

Hasilnya cukup menggembirakan, dari tahun ke tahun memperlihatkan peningkatan yang cukup signifikan.

YUNIRWAN berharap, konsep pembelajaran yang bersifat sosial itu dapat diterapkan berkelanjutan kendati dari segi fasilitas masih belum mencukupi secara keseluruhan.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 9 September 2011

GURU ‘BANDEL’ JANGAN BERIKAN SERTIFIKAT PESANTREN

Wakil Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah menegaskan, bagi guru yang tidak akfit dan tidak mendukung kegiatan pesantren ramadhan tahun 1432 Hijriah tidak usah diberi sertifikat sebagai tanda ikut dalam kegiatan pesantren ramadhan, karena mereka dinilai ”membandel’ dan tidak mendengarkan imbauan Pemko Padang.

Hal itu disampaikan Wawako H. Mahyeldi Ansharullah, menjawab pers, tentang masih adanya disinyalir guru yang tidak berperan dalam kegiatan yang digagas Pemko Padang tersebut.

Lebih jauh Wawako mengingatkan seluruh panitia pelaksana pesantren ramadhan di Kota Padang untuk tidak memberikan sertifikat kepada guru- guru yang dimaksud.

Hal itu akan memberikan mereka sochk terapi agar mereka jera dan dimasa mendatang mendukung setiap program yang digulirkan Pemko Padang.

Kendati demikian Wawako yakin pelaksanaan pesatren ramadhan tahun ini jauh lebih sempurna dan berlangsung dengan baik.

Untuk itu ia menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada tenaga pendidik yang telah ambil bagin, serta kepada pengurus, segenap panitia pelaksana dan berbagai komponen masyarakat yang telah mendukung kegiatan dimaksud.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 29 Agustus 2011

SISA ANGGARAN UNTUK SEKOLAH

Anggota Komisi I DPRD Propinsi Sumatera Barat, ZULKIFLI JAILANI sangat menyayangkan kinerja Pemerintah daerah propinsi Sumatera Barat, karena banyaknya sisa anggaran yang berlebih tahun 2010 seperti anggaran untuk Dinas Prasarana Jalan dan Tarkim Propinsi Sumatera Barat sebesar 25 milyar rupiah dan Dinas Kepegawaian yang menyisakan anggaran sebesar 50 milyar rupiah.

Padahal menurut ZULKIFLI JAILANI, masyarakat sangat membutuhkan jalan yang kini sangat memprihatinkan.

Jika anggaran tersebut dapat dipergunakan dengan baik, banyak hal yang harus dilakukan sehingga tidak menyisakan anggaran yang begitu besar.

Untuk itu, ZULKIFLI JAILANI meminta kepada pemerintah daerah propinsi Sumatera Barat untuk membuat perencanaan secara matang sehingga tidak menimbulkan sisa anggaran yang besar yang sangat merugikan masyarakat.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sumatera Barat IRWAN PRAYITNO mengatakan, masih adanya sisa anggaran APBD 2010 seperti anggaran pendidikan dan anggaran prasarana jalan bukan disebabkan karena faktor kinerja, tetapi terkait dengan pembangunan gedung sekolah di Kabupaten Solok.

Jalan menuju sekolah tersebut belum siap dikerjakan, sehingga pembangunan sekolah yang sudah dianggarkan menjadi tertunda.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 21 Agustus 2011

PENDIDIKAN SEMAKIN MENURUN

Ketua DPRD Propinsi Sumatera Barat, YULTEHNIL, mengungkapkan, Pemerintah Propinsi Sumatera Barat saat ini berusaha keras memajukan pendidikan, terutama pendidikan berkarakter, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Barat.

Hal itu perlu, mengingat di Sumatera Barat, saat ini semakin menurun dibandingkan dengan propinsi lain di Indonesia.

YULTEHNIL menyampaikan hal tersebut tadi malam ketika melakukan Safari Ramadhan di Masjid Agung Al-Munawarah di Nagari Talang, Kabupaten Solok.

Lebih jauh YULTEHNIL menjelaskan, dari 33 propinsi di Indonesia, bidang pendidikan di Sumatera Barat mendudukin peringkat ke-28.

Terpuruknya pendidikan di Sumatera Barat disebabkan antara lain pengaruh teknologi seperti internet, telepon seluler, televisi dan pengaruh teknologi lainnya.

Dijelaskan, untuk menunjang kegiatan pendidikan berkarakter di Sumatera Barat, pemerintah propinsi Sumatera Barat menyediakan dana sebesar 14 Milyar Rupiah.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 14 Agustus 2011

PENDIRIAN MAN BUNGUS SEDANG DIPROSES

Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Sumatera Barat kini terus mengupayakan berdirinya sebuah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kecamatan Bungus, Teluk Kabung, Padang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, DRS. H. DARWAS mengatakan, usulan menjadikan Madrasah Aliyah Filial di Bungus Teluk Kabung menjadi MAN yang berdiri sendiri sudah diajukan, dan kini sedang dalam proses di tingkat pusat.

Saat ini, kegiatan belajar mengajar Madrasah yang merupakan lokal jauh dari MAN 1 Durian Tarung itu, masih menumpang di Madrasah Tsanawiyah Bungus, berbagi shift dengan Sekolah dimaksud, yakni pagi untuk Tsanawiyah dan sore untuk Aliyah.

Sementara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, SYAMSUL BAHRI, mengatakan, keberadaan MAN di kecamatan tersebut sudah lama dinantikan masyarakat setempat.

Kehadiran MAN itu akan sangat membantu masyarakat setempat karena lulusan SMP sederajat, hanya 50 persen yang bisa ditampung di SMA yang ada di Bungus, sementara dari 50 persen lainnya, karena keterbatasan biasay hanya sekitar 20 persen yang mampu bersekolah di pusat kota yang jaraknya cukup jauh yakni sekitar 20 kilometer dari Bungus.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 1 Agustus 2011

SISWA MISKIN MENDAPAT BEASISWA

Dalam tahun ajaran 2011/2012 ini, siswa kurang mampu mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Atas (SLTA) se Kota Padang akan mendapatkan beasiswa dari anggaran APBN dan APBD.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, BAMBANG SUTRISNO, mengatakan, untuk SD akan diberikan kepada sekitar 4 ribu 791 murid yang memperoleh beasiswa sebesar 360 ribu rupiah per tahun, SLTP sekitar 6 ribu murid mendapat 550 ribu rupiah per tahun dan SLTA sekitar 8 ribu 334 murid menerima 700 ribu rupiah per tahun.

Menurut BAMBANG SUTRISNO, yang mendapatkan beasiswa harus melengkapi beberapa syarat diantaranya Surat Keterangan Kurang Mampu dari Kelurahan, dan diverivikasi dari pihak sekolah.

Ditambahkan juga, Dinas Pendidikan hanya menerima laporan dari Kepala Sekolah tentang jumlah yang mereka ajukan, karenanya Kepala Sekolah diminta untuk dapat menyeleksinya secara benar.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 30 Juli 2011

SMK MASIH SEPI PEMINAT

Minat calon siswa untuk melanjutkan pada Sekolah Menengah Kejuran (SMK) di Kota Padang, masih tergolong rendah.

Hal itu terbukti dari jumlah pendaftar SMK hingga saat ini belum mencapai setengah dari jumlah pendaftar pada Sekolah Menengah Atas.

Kepala Bidang SMP, SMA dan SMK, Dinas Pendidikan Kota Padang, GUSTIAR JAMAL, mengatakan, siswa lulusan SMP cenderung menyukai SMA dibanding dengan SMK, karena sosialisasi potensi SMK tersebut masih sangat kurang.

Untuk itu, GUSTIAR JAMAL menghimbau orang tua dan para siswa, jangan melihat SMK hanya sepintas, tapi harus didalami, sebab SMK sekarang ini sangat memiliki potensi yang cukup besar, karena pendidikannya mengedepankan keahlian.

GUSTIAR JAMAL menambahkan, bagi siswa SMK diberikan keterampilan keahlian yang bisa jadi modal membuka usaha setelah lulus atau bisa bekerja di perusahaan nantinya.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 19 Juli 2011

YAYASAN SYEKH H.RUSLAN NUR PAYAKUMBUH

Pendidikan yang berkarakter berbasis Islam, seharusnya sudah diberikan kepada anak didik sejak dini, sehingga kedepan anak didik tersebut memiliki akhlak mulia dan berbudi luhur.

Untuk menjawab semua tantangan tersebut Yayasan Syekh Haji RUSLAN NUR yang beralamat di jalan Khatib Sulaiman Padang Karambia Libukan Payakumbuh Selatan Payakumbuh siap mewujudkannya.

Saat ini dunia pendidikan sering sekali dihadapkan dengan moralitas siswa yang di pandang kurang mencerminkan seorang anak didik yang baik.

Suatu materi atau pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga atau sekolah mempunyai pengaruh besar dalam memajukan cara dan pola berfikir para siswa atau anak didik.

Menurut Ketua Yayasan Syekh Haji RUSLAN NUR Payakumbuh DR.HJ.MARIANA YATAR,MARS, Yayasan yang dipimpinnya tahun ajaran sekarang kembali menerima siswa siswi tamatan sekolah dasar atau sederajat untuk Madrasyah Tarbiyah Islamiah-MTI atau setingkat dengan SLTP yang berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Lebih lanjut, MARIANA menjelaskan, untuk memajukan dunia pendidikan yang basis Islam tersebut, pihak yayasan memberikan kemudahan-kemudahan kepada setiap siswa yang masuk, yang salah satunya membebaskan biaya pendidikan hingga tamat sekolah nantinya.

Menurut MARIANA, penerapan sistem pendidikan yang lebih mengutamakan Agama Islam, sangat mempengaruhi pertumbuhan generasi penerus bangsa.

Untuk terlaksananya tujuan tersebut sangat diperlukan dukungan dari masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya, kata MARIANA.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 13 Juli 2011

%d blogger menyukai ini: