Category Archives: Pilkada Sumbar 2010

KASUS BLACK CAMPAIGN

Pengurus Partai Golkar sebagai pengusung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat nomor urut 2 Marlis Rahman – Aristo Munandar masih belum akan melaporkan kasus black campaign atau kampanye hitam oleh oknum tertentu yang merugikan pasangan nomor urut 2 dimaksud.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pengurus Daerah – DPD Partai Golkar Sumatera Barat HENDRA IRWAN RAHIM, terkait 3 hari masa pengajuan gugatan peserta Pemilukada 30 Juni lalu yang dilaporkan ke Mahkamah Konstitusi – MK, terhitung setelah dilakukannya rapat pleno rekapitulasi Penghitungan suara KPU Provinsi Sumatera Barat, kemarin.

Menurut HENDRA IRWAN RAHIM, pihaknya telah membentuk panitia khusus yang bertugas untuk menghimpun data dan bukti black campaign yang merugikan pasangan kandidat yang diusung tersebut.

Dijelaskan, pihaknya akan segera melaporkan kasus tersebut ke MK setelah pihaknya mendengarkan hasil pemantauan tim yang dibentuknya tersebut dengan tetap mengikuti semua aturan yang berlaku.

Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan KPU Provinsi Sumatera Barat, pasangan nomor urut dua Marlis Rahman – Aristo Munandar berada di posisi kedua dengan perolehan suara 26 koma 22 persen.

Pasangan nomor urut 3 – Irwan Prayitno – Muslim Kasim berada diurutan pertama dengan 32 koma 44 persen.

Di posisi ketiga dan ke empat ditempati pasangan Endang Irzal – Asrul Syukur dan pasangan Fauzi Bahar – Yohanes Dahlan dengan perolehan suara masing – masing 20 koma 54 persen dan 16 koma 28 persen.

Di posisi akhir ditempati pasangan Ediwarman – Husni Hadi dengan perolehan 4 koma 52 persen.

Menurut HENDRA IRWAN RAHIM, pihaknya akan menerima apapun hasil Pemilukada nanti, menang maupun kalah merupakan hal yang biasa dalam suatu kompetisi, namun jika menemukan kecurangan, pihaknya tidak akan tinggal diam.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 14 Juli 2010

Iklan

INCUMBENT KALAH PNS RESAH

Sejumlah pejabat yang menjatuhkan pilihannya kepada calon Incumbent pada Pemilukada 30 Juni lalu merasa khawatir, karena kandidat yang dipilihnya kalah dalam perolehan suara.

Pengamat Politik Unand Padang THAMRIN KIRAM mengatakan, kekalahan sejumlah calon Incumbent pada Pemilukada, akan dapat berdampak pada para pejabat lama yang dinilai berpihak kepada Kepala Daerah lama.

Menurut THAMRIN KIRAM, kekhawatiran tersebut terjadi karena Calon Kepala Daerah terpilih nantinya akan merombak struktur jabatan lama, dan akan diisi dengan orang – orang baru.

THAMRIN KIRAM menjelaskan, kekhawatiran tersebut wajar karena calon Kepala Daerah terpilih pasti akan menempatkan sejumlah orang yang berkompeten dan dipercaya dalam upaya mencapai Visi dan Misi yang diusungnya.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 11 Juli 2010

KETUA KPU SIJUNJUNG DISANDERA MASSA

Ketua KPU Kabupaten Sijunjung AZZAM ARDI mengatakan, dugaan kecurangan yang dilakukan salah satu pasangan calon bupati dari 5 pasangan yang ikut Pilkada di daerah tersebut telah ditangani Mahkamah Konstitusi – MK.

Dengan demikian, masyarakat diminta bersabar hingga turunnya keputusan dari Mahkamah Konstitusi.

Pernyataan AZZAM itu disampaikan menyusul keributan massa yang terjadi kantor KPU Kabupaten Sijunjung.

Massa menuduh kemenangan pasangan calon bupati nomor urut 5, Yuswir Arifin dan Mukhlis Anwar, diperoleh dengan melakukan money politik, intimidasi warga dan penggelembungan suara, sehingga pasangan tersebut mengalahkan empat pasangan calon lainnya dengan perolehan suara 31,8 persen.

Massa memaksa Ketua KPU untuk menandatangani surat tuntutan yang berisi penolakan hasil pleno rekapitulasi suara.

Menurut Ketua KPU AZZAM ARDI, meskipun ia menandatangani surat pembatalan penghitungan suara tersebut, namun secara kelembagaan tidak berarti KPU bisa melakukan pembatalan.

Sedikitnya tiga orang massa diamankan polisi, karena berusaha menyerang Ketua dan anggota KPU Kabupaten Sijunjung.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 11 Juli 2010

HASIL REKAP SUARA KABUPATEN/KOTA

Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara pada 19 Kabupaten dan Kota, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat nomor urut 3 Irwan Prayitno dan Muslim Kasim unggul dari ke empat lawannya dengan perolehan 32,51 persen suara.

Pada urutan kedua ditempati pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2 Marlis Rahman dan Aristo Munandar dengan perolehan 26,39 persen suara.

Posisi ke tiga dan empat masing – masing ditempati pasangan nomor urut 4 Endang Irzal – Asrul Syukur dan nomor urut 5 Fauzi Bahar – Yohanes Dahlan dengan perbedaan jumlah perolehan suara yang tipis yakni 20,19 persen dan 16,36 persen.

Sedangkan, posisi paling bawah ditempati pasangan nomor urut satu Ediwarman dan Husni Hadi dengan perolehan suara 4,52 persen.

Dan inilah hasil lebih jelas dari Rekap Suara Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar 2010-2015 :

1. Nomor Urut 3 (Irwan Prayitno-Muslim Kasim) : 32,51 %
2. Nomor Urut 2 (Marlis Rahman-Aristo Munandar) : 26,39 %
3. Nomor Urut 4 (Endang Irzal-Asrul Syukur) : 20,19 %
4. Nomor Urut 5 (Fauzi Bahar-Yohannes Dahlan) : 16,36 %
5. Nomor Urut 1 (Ediwarman-Husni Hadi) : 4,52 %

PERLU KESEPAKATAN DANA DENGAN KPU

Penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah di Kabupaten Lima Puluh Kota telah berjalan dengan baik dan aman.

Dari data sementara pasangan Irfendi. A dan Zadry H unggul 28,6 persen disusul oleh pasangan Alis Marajo dan Asyirwan Y 24,2 persen.

Dengan kondisi tersebut, Plt. Sekda Provinsi Sumatera Barat MAHMUDA RIVAI menyampaikan, kemungkinan Pilkada Kabupaten 50 Kota akan berjalan dua putaran.

Karena itu pemda Kabupaten 5o Kota mesti siap dengan pendanaan dan juga kesiapan KPU, Panwaslu, Polres/ TNI guna menyukseskan kesinambungan pembangunan di daerah ini.

MAHMUDA lebih jauh menyampaikan, perlu dibangun kesepakatan dan kepahaman dalam dengan KPU dan Panwaslu yang ikut secara langsung menyelenggarakan Pemilu Kada ini, sehingga akan memudahkan dalam koordinasi baik persoalan pembiayaan maupun soal-soal lain.

Terkait dengan pendanaan, Sekda kabupaten 50 Kota, Resman, menyampaikan, dari beberapa kesepakatan telah tersedia dana sebesar 9 miliar rupiah dan akan di tambah dalam kesepatakan dengan KPU dan Panwaslu sekitar 11,9 miliar rupiah, guna mendukung penyelenggaraan Pemilu Kada yang kemungkinan besar 2 putaran sesuai dengan aturan perudang-undangan.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 7 Juli 2010

REKAPITULASI PILKADA DI BUKITTINGGI

Sementara itu pada Pemilu-Kada walikota wakil-walikota Bukittinggi, Pasangan Nomor urut 3 ISMET AMZIZ – HARMA ZALDI meraih suara terbanyak yakni 18.011 suara atau 42,66 persen.

Di urutan kedua pasangan nomor urut 1 RAMLAN NURMATIAS – AZWAR RISMAN dengan perolehan suara 10.888 atau 25,79 persen.

Di urutan ketiga pasangan nomor urut 4 ZULKIRWAN RIVAI – BAHARYADI dengan perolehan suara 9.208 atau 21,81 persen.

Di urutan keempat pasangan nomor urut 2 NURSYAMSI NURLAN – YULNEVNA MIAZ dengan perolehan suara 3.244 atau 7,21 persen.

Dan di urutan ke-lima pasangan nomor urut 5 DARLIS ILYAS – M SABIRIN dengan perolehan suara 1.064 atau 2,52 persen.

Sedangkan untuk Pemilihan Gubernur wakil Gubernur Sumbar di Bukittinggi,
– Pasangan Nomor urut 2 MARLIS RAHMAN – ARISTO MUNANDAR memperoleh suara terbanyak yakni 16.635 suara atau 39,45 persen.

Disusul Pasangan nomor urut 3 IRWAN PRAYITNO – MUSLIM KASIM di urutan kedua dengan 11.132 suara atau 26,40 persen.

Di urutan ketiga Pasangan nomor urut 4 ENDANG IRZAL – ASRUL SYUKUR dengan 9.113 suara atau 21,61 persen.

Di urutan ke-empat pasangan nomor urut 5 FAUZI BAHAR – JOHANES DAHLAN dengan 3.225 suara atau 7,65 persen.

Dan di urutan kelima pasangan nomor urut 1 EDIWARMAN – HUSNI HADI dengan 2.060 suara atau 4,89 persen.

Namun demikian Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara Pemilu Kada Gubernur wakil gubernur Sumatera Barat dan Walikota wakil walikota Bukittinggi tersebut baru akan digelar KPUD Kota Bukittinggi hari ini.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 6 Juli 2010

HASIL PLENO KPU D TANAH DATAR

Pasangan nomor urut 4 SHADIQ PASADIGU – HENDRI ARNIS menempati posisi teratas perolehan suara-Pemilu kada Bupati wakil Bupati Tanah Datar 2010-2015.

Berdasarkan hasil Rekapitulasi Perolehan suara yang ditetapkan dalam sidang pleno KPUD Tanah Datar kemarin, Pasangan SHADIQ PASADIGU – HENDRI ARNIS memperoleh suara 91.009 suara atau 61,10 persen.

Sementara di urutan ke-dua ditempati pasangan nomor urut 2 ADI ZULHARDI – BASRIZAL dengan perolehan suara 32.013 atau 21,49 persen.

Di urutan 3 adalah pasangan nomor urut 1 JON ENARDI – MASWARDI dengan perolehan suara 13.643 atau 9,16 persen.

Sedangkan pasangan nomor urut 3 SURTAVERI – NAJMUDIN menempati urutan ke empat dengan perolehan suara 12.289 atau 8,25 persen.

Rapat Pleno KPUD Tanah Datar siang tadi juga menetapkan hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu-kada Gubernur wakil Gubernur Sumatera Barat, dengan perolehan suara sebagai berikut :
– Di urutan pertama : Pasangan nomor urut 3 IRWAN – MK dengan perolehan suara 53.366 atau 35,91 persen.
– Di urutan kedua : Pasangan Nomor urut 4 ENDANG IRZAL – ASRUL SYUKUR dengan perolehan suara 38.320 atau 25,78 persen.
– Di urutan ke tiga : Pasangan Nomor urut 2 MARLIS RAHMAN ARISTO MUNANDAR dengan perolehan suara 32.718 atau 22,1 persen.
– Di urutan ke empat : Pasangan nomor urut 4 FAUZI BAHAR – JOHANES DAHLAN dengan perolehan suara 19.340 atau 13,01 persen.
– Dan di urutan ke 5 : Pasangan nomor urut 1 EDIWARMAN HUSNI HADI dengan perolehan suara 4.876 atau 3,8 persen.

Rapat Pleno KPUD Kabupaten Tanah Datar kemarin berlangsung aman dan lancar.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 6 Juli 2010

PENYELIDIKAN KASUS BLACK CAMPAIGN OLEH POLTABES PADANG

Dugaan kasus black campaign yang menimpa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar 2010, MARLIS RAHMAN dan ARISTO MUNANDAR sejauh ini masih dalam penyelidikan Poltabes Padang.

Ditemui di ruang kerjanya kemarin, Kabid Humas Polda Sumbar, KAWEDAR mengatakan belum ada perkembangan kasus yang mengarah pada titik terang keberadaan tersangka yang melakoni aksi kejahatan tersebut.

Dikatakan, pihak kepolisian saat ini sedang mempelajari kasus tersebut melalui keterangan 4 orang saksi yang ditemui petugas saat penggerebekan di lokasi kejadian.

KAWEDAR berharap, keterangan 4 orang saksi tersebut akan membuka tabir keberadaan aktor di balik kasus dugaan black campaign yang dimaksud.

KAWEDAR menjelaskan, secara spesifik pihaknya belum menemukan kejelasan kasus, namun dari selebaran yang ditemukan di lokasi percetakan, ditemukan adanya unsur penghasutan yang merugikan pihak bersangkutan.

Ia berharap penyidikan yang sedang berjalan saat ini, secepatnya dapat menyingkap kasus tersebut secara tuntas sampai ke akar-akarnya.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 6 Juli 2010

PILKADA SUMBAR

Pasangan Mato nomor urut dua, untuk sementara mendapat suara terbanyak di Kabupaten Kepulauan Mentawai dibandingkan dengan empat pasang calon gubernur lainnya yang maju dalam Pilkada Badunsanak 30 Juni 2010.

Dari hasil penghitungan sementara pada PPK, MATO meraih 39,32 persen atau 9.170 suara, disusul pasangan Fauzi Bahar – Yohanes 30,73 persen atau 7.167 suara, Irwan-MK 13,25 persen atau 3.090 suara, Endang Irzal- Asrul Syukur 13 persen atau 3.040 suara dan Ediwarman – Husni Hadi 3,67 persen atau 855 suara.

Sampai malam tadi masih ada surat suara yang belum masuk dari dua kecamatan yakni Sikakap dan Pagai Selatan.

Keterlambatan kedua kecamatan tersebut karena factor transportasi.

Kotak suara dari kedua kecamatan akan dijemput besok dengan menggunakan speed boat, karena kapal milik pemda mengalami kerusakan.

Menurut Devisi Teknis KPU Kabupaten Kepulauan Mentawai Roni Tri Noveti, tingkat partisipasi pemilih 51,22 persen menurun dibandingkan dengan Pilpres 2009.

Penentuan hasil resmi dilakukan besok dalam rapat pleno KPU setempat di Wisma Bunda Guest House Tua Pejat.

Menurut Roni, sosialisasi Tim sukses di Mentawai tidak menjangkau wilayah pedesaan sehingga pemilih tidak tahu secara utuh calon-calon yang bertarung.

Sosialisasi, relatif hanya dilakukan pasangan MATO dan Fauzi Bahar-Yohanes, sehingga keduanya mendapat suara hampir berimbang.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 5 Juli 2010

PILKADA DI SUMBAR

Sebagian besar calon kepala daerah yang incumbent pada pilkada serentak di Sumatera Barat tanggal 30 Juni lalu diperkirakan gagal mempertahankan posisinya untuk kedua kali.

Dari 8 calon incumbent yang diperkirakan masih bertahan yakni Ismet Amziz di Bukittinggi, dan Sadiq Pasadigu di Tanah Datar.

Sedangkan Pesisir Selatan belum diperoleh gambaran dari pihak berkompeten.

Incumbent lainnya yakni Yusuf Lubis di Pasaman, Syahiran di Pasaman Barat, Syafrizal J di Solok Selatan, Gusmal di Kabupaten Solok dan Marlon Martua di Darmasraya diperkirakan gagal mempertahankan jabatan kedua.

Di Pasaman suara terbanyak sementara Benny Utama, di Pasaman Barat Baharuddin R, di Solok Selatan Muzni Zakaria, di Darmasraya Adiwarman, di Kabupaten Solok Syamsu Rahim.

Informasi yang dihimpun RRI dari Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kota tadi malam, perbedaan peroleh suara antara incumbent dengan rivalnya berkisar antara 10.000 sampai 11.000.

Dari KPU yang dihubungi mengatakan secara resmi hasil perhitungan suara Pilkada di daerahnya setelah rapat pleno digelar di daerah masing-masing.

Waktu pelaksanaan rapat pleno cukup bervariasi seperti di Pasaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Darmasraya, dan Solok Selatan tanggal 5 Juli serta Pesisir Selatan tanggal 7 Juli 2010.

Khusus untuk Pilkada Gubernur Sumatera Barat, baru KPU Kota Payakumbuh yang dilaporkan reporter RRI Padang RAFLES, telah selesai melakukan rapat pleno hasil akhir Penghitungan Suara.

Di Kota Gelamai itu, perolehan suara tertinggi diraih pasangan Nomor Urut 4 ENDANG-ASRUL 21.000 suara, disusul Nomor Urut 3 IRWAN-MK 10.103 suara, kemudian Nomor Urut 2 MATO memperoleh 6.936 suara, menyusul Nomor Urut 5 FAUZI YOHANES 4.292 suara dan posisi terakhir Nomor Urut 1 EDIWARMAN HUSNI HADI memperoleh 710 suara.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 4 Juli 2010

%d blogger menyukai ini: