Category Archives: Seni dan Budaya

PEMBUKAAN PEKAN BUDAYA SUMATERA BARAT 2011

Staf Ahli Kementerian Kebudayaan Pariwisata, YUNUS TRI ADMOJO mengatakan, penyelenggaraan Pekan Budaya Sumatera Barat yang dilaksanakan secara bergilir pada masing-masing daerah dapat membuka sejumlah peluang pariwisata yang belum tergali secara optimal.

Sumatera Barat yang dinilai memiliki potensi pariwisata dan budaya yang komplit, perlu melakukan pengembangan potensi budaya yang di kemas lebih menarik, sepertinya halnya event pariwisata yang sedang berlangsung di Kota Payakumbuh sekarang ini.

Diharapkan, Pekan Budaya yang diselenggarakan setiap tahunnya dapat menghasilkan nilai-nilai budaya yang menunjang sepenuhnya ketahanan budaya nasional.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, MUSLIM KASIM menyatakan, Pekan Budaya sebagai salah satu wahana strategis yang dapat menunjang pergerakan industri pariwisata lokal.

Ia menghimbau segenap kalangan dan pelaku budaya agar dapat memanfaatkan momen pariwisata yang akan berlangsung hingga tanggal 17 September mendatang di Kota Payakumbuh.

Pengelolaan pariwisata hendaknya dilakukan dengan cara yang cerdas karena pariwisata merupakan tambang devisa yang tidak akan pernah habis.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 13 September 2011

Iklan

PANGGUNG BUDAYA

Wakil Walikota Padang, MAHYELDI ANSYARULLAH mengatakan, salah satu upaya untuk menjadikan Kota Padang sebagai kota tujuan wisata baik dari wasatawan lokal maupun wisatawan manca Negara, tradisi budaya Minangkabau harus dikembangkan, ditampilkan dan diperkenalkan.

Untuk itu, Pemerintah Kota Padang akan berupaya melaksanakan beberapa kegiatan dalam pengembangan tradisi tersebut diantaranya melaksanakan kegiatan panggung seni budaya pada 16 pasar satelit yang ada di daerah ini.

MAHYELDI ANSYARULLAH menjelaskan, selain kegiatan panggung seni budaya pada pasar-pasar satelit juga pada hotel-hotel disediakan panggung tempat penampilkan seni budaya Minangkabau tersebut.

Menurut MAHYELDI ANSYARULLAH, kegiatan panggung seni budaya itu sekaligus dapat menggerakkan dan menghidupkan perekonomian masyarakat, industri Usaha Kecil Menengah (UKM) dan untuk memperbanyak event Dinas Wisata dan Budaya Kota Padang.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 12.00 tanggal 16 Juli 2011

AGENDA TAHUNAN PEMKO PADANG

Walikota Padang, FAUZI BAHAR mengatakan, pelaksanaan Festival Sitti Nurbaya merupakan salah satu kegiatan untuk melestarikan seni dan kebudayaan, sekaligus dapat mengingatkan dan meningkatkan minat para generasi muda terhadap seni dan kebudayaan Minangkabau.

Kegiatan itu, akan dijadikan event tetap Pemko Padang setiap tahunnya, guna mengembangkan nilai-nilai budaya tradisi Minang, serta menggairahkan dunia pariwisata di daerah ini, sehingga para turis mancanegara dapat menyaksikan dan menikmati even itu setiap tahun.

FAUZI BAHAR menjelaskan, kegiatan Festival Sitti Nurbaya selain bertujuan untuk melestarikan seni dan kebudayaan Minangkabau juga merupakan suatu pertanda Kota Padang sudah mulai bangkit pasca gempa 2009 lalu.

Festival Sitti Nurbaya yang berlangsung selama satu minggu lalu telah berakhir ditandai dengan penyerahan hadiah utama berupa 1 ekor Sapi dan 1 ekor Kambing oleh Walikota Padang Fauzi Bahar kepada Lurah Seberang Padang dan Camat Padang Selatan di Taman Budaya Kota Padang 2 hari lalu.

Festival Sitti Nurbaya diselenggarakan di pelataran Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Jalan Samudera Pantai Padang.

Diisi dengan berbagai kegiatan seperti; Festival Randai, Festival Lagu Minang, Lomba Baju Kuruang Basiba, Lomba Kukua Karambia, Lomba Manggiliang Lado, Lomba Maelo Pukek, Lomba Malamang, Lomba Sandal Tampuruang, dan Lomba Juice Pinang.

Festival Sitti Nurbaya tahun ini diselenggarakan bekerjasama dengan PT. Balai Pustaka, yang juga menampilkan berbagai kegiatan termasuk lomba kritik sastra, lomba fragmen novel Sitti Nurbaya karangan Marah Rusli, lomba mengambar, randai, kesenian tradisional, tokoh legenda Syamsul Bahri dan Sitti Nurbaya, dan berbalas pantun.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 11 Juli 2011

PEMBANGUNAN ISTANO BASA PAGARUYUNG TAHUN INI SELESAI

Pelaksanaan perbaikan Istano Basa Pagaruyung yang terbakar pada tahun 2009 yang lalu, dipastikan dapat selesai pada bulan Oktober mendatang.

Hingga kini, pengerjaan rehab Istano Baso Pagaruyung telah terselesaikan kurang lebih 93 persen.

Permasalahan dana dan ketersediaan bahan baku kayu surian dan meranti yang sempat menghambat pengerjaan rehab Istano Pagaruyung dimaksud kini telah dapat diselesaikan, melalui bantuan dana dari pemerintah provinsi maupun perorangan.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Datar, ALFIAN JAMRA,M.SI mengatakan, kayu jenis surian dan meranti tersebut telah disediakan secara berangsur, melalui hutan rakyat yang ada di Kota Payakumbuh, Kabupaten Sijunjung dan Tanah Datar.

Sedangkan untuk permasalahan dana kata, ALFIAN JAMRA telah mendapat hibah dari pemerintah provinsi Sumatera Barat sebesar 3 koma 5 miliyar rupiah.

Jika tidak ada kendala lainya, pembangunan kembali Istano Basa Pagaruyung dapat di selesaikan dan di resmikan dalam tahun ini.

Sementara itu, pelaksanaan renovasi Istano Salinduang Bulan yang juga terbakar pada tahun 2009 lalu, di perkirakan selesai pada tahun 2012, karena masih terkendala masalah dana.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Datar ALFIAN JAMRA,M.SI mengatakan, untuk menyelesaikan kendala dimaksud, pihaknya sudah mencoba mengajukan anggaran melalui APBN, namun demikian hingga saat ini belum mendapatkan kepastian dari pemerintah pusat.

Dijelaskan, dana rehab untuk Istano Silindung Bulan, saat ini masih di biayai melalui APBD dan bantuan perorangan dengan jumlah yang masih minim.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 15 Juni 2011

GENERASI MUDA PERLU DI BENTENGI ABS SBK

Semakin banyaknya persoalan dalam pembinaan adat dan kebudayaan daerah pada era sekarang, lima tahun ke depan prioritas pembangunan dalam meningkatkan apresiasi seni dan budaya tersebut lebih ditekankan pada peningkatan pemahanan dan apresiasi budaya.

Peningkatan dan apresiasi budaya tersebut harus sesuai dengan keragaman kakayaan budaya local serta peningkatan aktualisasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah ABS-SBK di tengah-tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekda Sumatera Barat, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kabid Kebudayaan Biro Bina Sosial Sumatera Barat DRS.H. MULYADI,MM pada pembukaan pelestarian dan pengembangan nilai-nilai adat dan budaya bagi generasi muda se Sumatera Barat di Padang kemarin.

Dijelaskan, pemberian pemahaman ABS-SBK kepada generasi muda di Sumatera Barat memerlukan peran serta seluruh elemen masyarakat, sebab, filosofi ABS-SBK, berangkat dari nilai-nilai luhur budaya yang tidak terpisahkan dengan aqidah dalam kehidupan bermasyarakat.

Untuk itu, penguatan terhadap nilai-nilai budaya dan agama telah mendapat tempat yang utama dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah Sumatera Barat yakni melalui agenda program terpadu pemahaman dan penerapan agama serta nilai-nilai filosofis adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah ABS-SBK.

Pelestarian dan pengembangan nilai-nilai adat dan budaya bagi generasi muda tersebut diikuti sekitar 60 anggota Karang Taruna se Sumatera Barat dengan nara sumber dari budayawan, LKAAM Sumatera Barat, IAIN Iman Bonjol dan KNPI Sumatera Barat.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 31 Mei 2011

PEMAHAMAN NILAI-NILAI BUDAYA

Untuk meningkatkan kesadaran dan nilai-nilai pemahaman terhadap kekayaan sejarah dan peradaban budaya bangsa, generasi muda harus membiasakan diri terlibat dalam berbagai kegiatan yang sifatnya mengarah pada pemahaman nilai-nilai dimaksud.

Hal tersebut disampaikan Kepala UPTD Museum Adytiawarman Sumatera Barat, MUASRI terkait pergeseran nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat belakangan ini.

Dikatakan, pengaruh asing dengan berbagai dampak yang dimunculkannya kerapkali menjadi bumerang yang menghambat penanaman sikap dan kepedulian genarasi muda dalam melestarikan peninggalan para leluhurnya.

Menyikapi fenomena tersebut, MUASRI menekankan pentingnya pembiasaan sikap dan perilaku sejak dini, sebagai gambarannya ia mencontohkan kebiasaan para guru mengajak siswa –siswinya berkunjung ke museum.

Demikian juga orang tua, perannya dalam tumbuh kembang mental dan kepribadian anak sangat dominan.

Oleh sebab itu, pembelajaran melalui proses pembiasaan diri menjadi salah satu solusi dalam penanaman sikap anak sejak dini.

Untuk kesinambungan upaya dimaksud, museum bekerjsama dengan pihak sekolah akan meningkatkan aktifitas pembelajaran sisiwa melalui kegiatan kunjungan ke museum.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat mengembangkan wawasan berpikir anak melalui adaptasi langsung dengan lingkungan sekitarnya.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 15 Mei 2011

KONSER MUSIK POP TEMPO DULU

Taman Budaya Sumatera Barat kembali bekerjasama dengan Instritut Seni Indonesia-ISI Padang Panjang dalam menggelar pertunjukkan Musik Konser Musik Pop Tempo Dulu, besok malam pukul 20.00 WIB di gedung teater utama Taman Budaya Sumatera Barat.

Konser Musik Tempo Dulu tersebut merupakan kerjasama yang ke dua di tahun 2011 setelah penampilan Randai Dunia yang di bawakan oleh Mahasiswa yang berasal dari 7 Negara yang belajar selama satu tahun di institut tersebut.

Kepala Seksi Produksi, Kreasi dan Kesenian Taman Budaya Sumatera Barat, APRIMAS mengatakan, Taman Budaya berperan sebagai mediator dan fasilitator para seniman Sumatera Barat untuk memanfaatkan seluas-luasnya Taman Budaya sebagai ajang promosi karya seniman tersebut.

Menurutnya, selain penampilan dari mahasiswa Institut Seni Indonesia-ISI Padang Panjang tersebut sebagai hiburan, juga sebagai tolak ukur sejauh mana perkembangan-perkembangan seni musik baik modern maupun tradisi di Sumatera Barat.

APRIMAS menjelaskan, dengan di manfaatkannya Taman Budaya sebagai sarana promosi bagi para seniman di Sumatera Barat, pihaknya berharap muncul pelaku-pelaku seni baru di Ranah Minang ini.

Pertunjukan Konser Musik Pop Tempo Dulu tersebut beranggotakan sebanyak 60 personil dengan jumlah lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu tempo dulu yang telah di arensemen sendiri oleh mahasiswa tersebut sebanyak 12 lagu dengan lama penampilan selama 2 jam.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 13 Mei 2011

PEKAN BAHASA & BUDAYA JEPANG

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta, akan menggelar Pekan Bahasa & Budaya Jepang ke XI, mulai besok sampai tanggal 14 Mei di Kampus I Ulak Karang Padang.

Kegiatan berupa lomba dan tampilan budaya Jepang itu akan digelar dan diikuti pelajar SMA, SMK dan Mahasiswa se-Sumatera Bagian Tengah yang meliputi perguruan tinggi yang memiliki program bahasa Jepang di Sumatera Barat, Riau (daratan dan kepulauan), Bengkulu, dan Jambi./

Lomba tersebut juga bertujuan untuk mengukur kemampuan dan keterampilan bahasa Jepang yang meliputi: cerdas cermat baik tingkat sekolah menengah atas maupun universitas, rodoku atau (story telling), origami, shuji atau (kaligrafi) serta lomba lagu Jepang.

Selain itu juga diperlombakan pidato bahasa Jepang terutama untuk wilayah Sumatera Bagian Tengah yang meliputi perguruan tinggi yang memiliki program bahasa Jepang di Sumatera Barat, Riau (daratan dan kepulauan), Bengkulu, Jambi.

Ketua pelaksana kegiatan, Drs. ANWAR NASIHIN, M. Hum, mengatakan, untuk lomba pidato Bahasa Jepang, pemenangnya akan dikirim ke Jakarta dalam lomba yang sama sebagai wakil wilayah Sumatera Bagian Tengah.

Dikatakan, lomba yang sama juga diadakan Universitas Sumatera Utara, untuk wilayah Sumatera Utara dan Aceh Darussalam, sedangkan Universitas Bung Hatta sebagai lembaga pelaksana untuk wilayah Sumatera Bagian Tengah.

ANWAR NASIHIN menambahkan, Pelaksanaan Pekan bahasa dan budaya Jepang kali ini akan di hadiri oleh Konsul Jenderal Jepang Mr. Yuji HAMADA, yang sekaligus akan memberikan kuliah umum bagi Dosen, alumni Jepang (Persada), guru-guru bahasa Jepang, serta perwakilan mahasiswa.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 11 Mei 2011

KURANGNYA PENGETAHUAN GENERASI MUDA TENTANG ADAT ISTIADAT MINANGKABAU

Menurun nya minat generasi muda di Sumatera Barat dalam memahami dan mempelajari seni budaya Minangkabau di sebabkan oleh kuatnya pengaruh budaya luar yang masuk ke Sumatera Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Menurut budayawan Sumatera Barat, WISRAN HADI, pengaruh budaya luar tersebut di perkuat lagi dengan adanya jaringan–jaringan yang dapat dilihat melalui situs–situs yang ada di dunia maya atau internet.

Menurutnya, hal tersebut sudah merupakan gejala–gejala yang tidak baik di kalangan generasi muda di Sumatera Barat.

Untuk itu, WISRAN HADI berharap kepada seluruh elemen masyarakat untuk dapat kembali menyosialisasikan kepada generasi muda tentang adat istiadat dan seni budaya Minangkabau.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 10 Mei 2011

WORKSHOP KOMA

Komunitas Fotografi Mahasiswa Universitas Bung Hatta (KOMA-UBH) Padang, akan menggelar workshop fotografi selama dua hari pada berbagai lokasi di kampus Universitas tersebut, di Pandai Sikek, Bukitttinggi serta di Batusangkar.

Panitia Pelaksana, Zhu Qincay, mengatakan, kegiatan yang bertema “Workshop and Photo Hunt for Basic Photography, Travelling, Landscape, dan Human Interest” itu menghadirkan pembicara, Muhammad Fadli seorang photographer TEMPO.

ZHU QINCAY menambahkan, jumlah peserta ditargetkan maksimal 30 orang, setiap peserta dikenakan biaya konstribusi Rp. 150.000,- dan mendapatkan T-Shirt, Seminar Kit dan makan siang dan transportasi ke lokasi hunting.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 4 Mei 2011

%d blogger menyukai ini: