Category Archives: Transportasi

PENERTIBAN TONASE

Ketua Komisi III DPRD Propinsi Sumatera Barat, HM NURNAS mengatakan, penertiban truk bermuatan lebih, harus dievaluasi secara utuh dan total mengingat pelaksanaan penertiban belakangan ini tidak berjalan sebagaimana mestinya, terbukti dengan masih banyaknya kendaraan truk dengan muatan lebih berlalu-lalang di jalanan.

Penertiban perlu tetap dilanjutkan dan tidak bersifat periodik, karena pelaksanaannya masih mengecewakan dan kendaraan bertonase lebih masih berjalan seenaknya.

Dalam anggaran perubahan DPRD Provinsi Sumatera Barat tahun ini telah dialokasikan dana sekitar 1 koma 1 milyar rupiah lebih, yang dapat digunakan untuk biaya operasional petugas selama melakukan penertiban, dengan harapan tidak terjadi lagi pungutan liar oleh oknum petugas di lapangan.

Untuk tahun 2012 nanti juga dialokasikan anggaran untuk biaya operasional penertiban truk, sebesar 4 koma 2 milyar rupiah ebih.

Anggaran tersebut merupakan komitmen Komisi III DPRD Propinsi Sumatera Barat terhadap penertiban angkutan bertonase.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 11 Oktober 2011

SIDAK DI JEMBATAN TIMBANGAN

Jembatan Timbangan Oto (JTO) Lubuk Selasih, kondisinya sekarang sedang rusak dan tidak aktif untuk menimbang muatan truk yang melintas di kawasan tersebut.

Ketika berkunjung ke lokasi tersebut, anggota komisi III DPRD Propinsi Sumatera Barat merasa kecewa menyaksikan kondisi JTO Lubuk Selasih, sebab ternyata angkutan melebihi muatan tetap melakukan aktifitas penimbangan di jembatan timbangan tersebut.

Dalam inspeksi mendadak itu, sempat terjadi perdebatan sengit antara Anggota Komisi III DPRD Propinsi Sumatera Barat dengan petugas dan Kepala JTO Lubuk Lubuk selasih Kabupaten Solok, YASRIL SE.

Anggota Komisi III DPRD Propinsi Sumatera Barat, BAHTUL menyatakan kesal terhadap petugas TJO itu.

Pihaknya mensinyalir memang ada terjadi hal-hal yang tidak benar di jembatan timbangan oto Lubuk Selasih tersebut, karena di jembatan timbangan yang tidak berfungsi pun mobil angkutan tetap ditimbang juga oleh petugas yang ada di sana.

Untuk itu, diminta kepada Gubernur Sumatera Barat dan Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Barat untuk menempatkan orang-orang yang mempunyai komitmen menegakkan aturan di jembatan timbang tersebut, kalau perlu petugas yang ada sekarang ditarik dan diganti, sehingga kebijakan Gubernur dalam pembatasan tonase dapat dijalankan.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 13 September 2011

ANGKUTAN LEBARAN DI BIM AMAN DAN LANCAR

Jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang angkutan udara, selama musim lebaran, tahun 1432 hijriah di Bandara Internasional Minangkabau, mencapai 58 ribu 339 orang perhari, sedangkan keberangkatan sekitar 50 ribu orang.

Ketika dikonfirmasi RRI, General Maneger PT Angkasa Pura Dua Padang, AGUS KEMAL PRAMAYUDA mengatakan, pergerakan penumpang tahun ini, mengalami pertumbuhan yang mencapai 26 persen, dibanding tahun lalu.

Kendati aman dan lancar, namun pergerakan arus mudik dan arus balik lebaran 1432 Hijriah, juga diwarnai dengan lonjakan penumpang yang sangat signifikan dibanding hari biasa maupun periode yang sama tahun lalu.

Angkutan penerbangan arus mudik dan balik lebaran 1432 Hijriah, melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tersebut, berjalan aman dan lancar yang diperkuat, dengan tidak adanya keluhan masyarakat terhadap tindakan kriminal dan praktek percaloaan yang masuk pada pos pengamanan lebaran di Bandara dimaksud.

AGUS KEMAL memprediksi, jumlah keberangkatan penumpang dari BIM, akan kembali normal, hingga hari minggu nanti.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 10 September 2011

KERETA API TAMBAHAN

PT Kereta Api Indonesia Divre II Sumatera Barat mengoperasikan 1 lagi kereta api tambahan untuk mengatasi lonjakan penumpang kereta api wisata rute Kota Padang menuju Pantai Gandoriah Pariaman.

Dengan demikian, jadwal perjalanan kereta yang sebelumnya 5 kali sehari menjadi enam kali sehari.

Berdasarkan data rekapitulasi hari ini, jumlah penumpang rata-rata pada setiap keberangkatan kereta dari Padang menuju Pariaman dan sebaliknya mencapai 1000 orang dengan jumlah gerbong kereta 10 unit, sedangkan di hari sebelumnya jumlah penumpang berkisar 800 orang setiap perjalanan.

Kepala Stasiun Kereta Api Kota Pariaman Zairin mengakui, hari ini merupakan puncak kepadatan penumpang kereta api wisata selama musim libur Idul Fitri 1432 Hijriyah.

Menurutnya, lonjakan penumpang tersebut terjadi seiring berakhirnya masa liburan, sehingga masyarakat benar-benar memanfaatkan hari libur terakhir untuk berwisata di Pantai Gandoriah.

Selain melakukan antisipasi lonjakan penumpang, pada musim libur Idul Fitri 1432 Hijriyah ini, PT KAI juga melakukan antisipasi pengamanan terjadinya tindakan kriminal di stasiun maupun di atas kereta.

Pengamanan yang dilakukan, bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Sumatera Barat, dengan menempatkan 3 personil Brimob di setiap pemberangkatan kereta, dan 2 orang setiap stasiun.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 5 September 2011

ARUS BALIK ANGKUTAN DARAT

Selain peningkatan volume kendaraan, arus balik Idul Fitri 1432 Hijriyah di Kota Padang juga diwarnai dengan lonjakan jumlah penumpang angkutan bus tujuan Padang-Jakarta.

Berdasarkan data jumlah penumpang pada PO Bus Antar Kota Antar Propinsi Lorena cabang Padang, jumlah penumpang tujuan Jakarta dan sekitarnya melonjak 3 kali lipat dibanding hari normal.

Jika di hari biasa, bus yang diberangkatkan dari Jakarta menuju Padang hanya 3 bus per hari dengan jumlah penumpang rata-rata 25 orang tiap bus, kini jumlah tersebut meningkat menjadi 5 bus perhari dengan kapasitas penumpang penuh atau 32 orang tiap bus.

Pengurus PO Bus Lorena Cabang Padang memprediksikan puncak peningkatan penumpang yang menggunakan jasa angkutan bus akan terjadi tanggal 6 September besok.

Sementara itu, harga tiket bus tujuan Padang-Jakarta pada saat arus balik tahun ini, naik 2 kali lipat yakni berkisar pada nominal 700 ribu rupiah, sedangkan di hari normal 365 ribu rupiah.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 4 September 2011

PT.KAI KERAHKAN BRIMOB HINGGA H+5

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional II Sumatera Barat sejak H min 2 lalu hingga H plus 5 libur Lebaran tahun ini, melibatkan personil brimob untuk mengawal perjalanan kereta dan menjaga stasiun guna memberi rasa aman bagi penumpang.

Kepala Humas PT KAI Divre II Sumatera Barat, SYAFRIAL ROMEO mengatakan, untuk memberi rasa aman kepada para penumpang kereta, PT KAI Divre II Sumbar meminta bantuan pengamanan kepolisian dengan menurunkan sedikitnya 30 personel Brimob.

Dikatakan, sedikitnya dua personel ditempatkan pada setiap keberangkatan kereta, personel Brimob akan bersiaga di stasiun-stasiun kereta di wilayah Sumbar, termasuk pada setiap keberangkatan kereta.

Dijelaskan Personel Brimob itu berpatroli baik di stasiun maupun di gerbong-gerbong kereta.

Hal itu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya tindakan kriminal yang cenderung muncul saat lonjakan penumpang kereta.

ROMEO menjelaskan, selama liburan lebaran jadwal keberangkatan kereta telah ditambah guna mengantisipasi lonjakan penumpang rute Padang-Pariaman yang semula 4 kali keberangkatan, ditambah menjadi 10 kali kerangkatan.

Untuk rute Padang Panjang-Sawahlunto, yang semula diberangkatkan setiap hari Minggu, selama lsebaran kereta diberangkatkan setiap hari.

Sementara untuk rute Sawahlunto-Muaro Kalaban disesuaikan dengan permintaan penumpang.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 3 September 2011

BANDARA PASAMAN BARAT TUNGGU IZIN MENTERI

Bandara Perintis Pasaman Barat akan segera di operasikan karena Tim Dinas Perhubungan provinsi Sumatera Barat dibantu instansi terkait lainnya sudah melakukan verifikasi yang kedua kali ke bandara tersebut dengan hasil yang memuaskan.

Ketua Tim, Herry Zulman mengakui kesungguhan Pemda Pasbar untuk menghadirkan sebuah bandara di Pasbar sangat patut diberi apresiasi dan Pemda Pasbar terlihat sangat antusias sehingga perkembangan pembangunan pada verifikasi tahap dua tersebut mengalami kemajuan yang signifikan.

Dikatakan verifikasi tahap dua tersebut meliputi pengujian kekuatan landasan pacu ,yang hasilnya akan dijadikan sebagai pendukung dokumen permohonan izin operasi yang telah diajukan kepada menteri perhubungan melalui gubernur Sumatera Barat.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatikan Pasbar, Mardani mengatakan jika hasil verifikasi kedua ini keluar dan hasilnya, sesuai dengan batas minimum untuk kerja maksimum penerbangan maka paling lambat akhir September tahun ini akan dilakukan uji coba pendaratan pesawat. Izinnya nanti akan dikeluarkan oleh Dishub provinsi.
Selanjutnya, pembangunan bandara akan terus dilaksanakan untuk membangun beberapa fasilitas lainnya, sehingga bandara tersebut layak untuk di komersilkan.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 30 Agustus 2011

KRI NUSANIVE

Untuk menghindari kemacetan diperjalanan mudik lebaran 1432 hijriah tahun ini TNI angkatan Laut menyediakan satu KRI Nusanive khusus membawa perantau dari Jakarta menuju Padang.

KRI tersebut berangkat dari Jakarta pada hari Jum’at lalu dan akan sampai di dermaga Teluk Bayur Padang pada pukul 18.00 kemarin dan berangkat lagi ke Jakarta pada tanggal 3 September nanti pukul 10 pagi.

Walikota Padang Doktor FAUZI BAHAR menghimbau, kepada masyarakat daerah ini yang akan kembali ke Jakarta untuk mempergunakan KRI tersebut sehubungan harga tiketnya cukup terjangkau dan murah.

Kedatangan KRI di Pelabuhan Teluk Bayur yang membawa para perantau Minangkabau tersebut disambut oleh Walikota Padang dan melaksanakan berbuka bersama diatas KRI tersebut.

FAUZI BAHAR menjelaskan, KRI Nusanive itu dapat membawa penumpang sekitar 2 ribu orang dan motor dengan harga tiket berkisar antara 200 hingga 300 ribu rupiah per orang.

Sementara tiket dapat dipesan di Mako Lantamal dua lama jalan Bukit Putus dan di Kamla Muaro Padang.

Sampai saat ini penumpang yang sudah mendaftar dan memesan tiket untuk berangkat ke Jakarat nanti sekitar 500 orang.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 29 Agustus 2011

TUSLAH TIDAK BERLAKU BAGI AIR LINE

Berdasarkan peraturan Menteri Perhubungan KM nomor 11 tahun 2006 tentang tarif referensi untuk penumpang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi dan KM nomor 26 tahun 2010 tentang mekanisme formulasi perhitungan dan penetapan tarif batas atas penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri, pihak maskapai selama lebaran nantinya tidak dibenarkan untuk memberlakukan tarif tuslah kepada calon penumpangnya.

Menurut Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Sumatera Barat, HERRY ZULMAN, airline di Indonesia terdapat tiga kelompok, khusus untuk Sumatera Barat kelompok utama adalah Garuda Indonesia yang boleh menjual harga tiket Padang-Jakarta paling tinggi satu juta 434 ribu rupiah sudah termasuk PPN dan iuran wajib Jasa Raharja.

Sementara kelompok Medium Service hanya berlaku untuk Batavia Air dan Sriwijaya Air dengan harga paling tinggi satu juta 290 ribu rupiah.

Sedangkan kelompok Low service untuk Lion Air dengan rute Padang-Jakarta dengan harga tiket tertinggi satu juta 218 ribu rupiah.

HERRY ZULMAN menjelaskan, untuk harga tiket berlawan arus sama dengan tiket keberangkatan.

HERRY ZULMAN menghimbau kepada pengguna jasa angkutan udara yang merasa di rugikan atau di kecewakan oleh pihak airline untuk dapat melaporkan pada petugas bandara dengan bukti yang otentik.

Lebih lanjut HERRY ZULMAN menjelaskan, Batavia Air dan Sriwijaya Air untuk harga tiket Padang-Medan harga jual tertinggi 928 ribu 800 rupiah, sementara untuk route Padang-Batam 809 ribu 100 rupiah.

Sedangkan untuk Lion Air, rute Padang-Medan harga tiket tertinggi 877 ribu 200 rupiah dan Padang-Batam 764 ribu 150 rupiah.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 26 Agustus 2011

PENGAWASAN KENAIKAN TARIF ANGKUTAN

Pada musim mudik lebaran tahun ini, Organisasi Angkutan Darat-Organda Sumatera Barat telah mengumumkan tidak ada kenaikan tarif atau tuslah bagi angkutan lebaran, namun tarif angkutan selama lebaran disesuaikan dengan ketentuan tarif batas atas.

Untuk tarif angkutan Antar Kota Antar Propinsi-AKAP, pengusaha angkutan diwajibkan menaati pemberlakuan tarif batas atas sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 1 Tahun 2009, yakni 139 rupiah per penumpang tiap kilometernya, sedangkan tarif Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi-AKDP merujuk pada Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 01 Tahun 2009, yakni 147 rupiah per penumpang tiap kilometerenya.

Ketua Organda Sumatera Barat S. Budi Syukur mengatakan, sistem tarif batas atas hanya digunakan pada hari tertentu pada saat jumlah penumpang mengalami peningkatan, sedangkan di hari normal ketentuan yang digunakan yakni tarif batas bawah.

Untuk mengawasi, pemberlakuan tarif selama musim mudik lebaran, Organda Sumatera Barat akan menurunkan tim pada sejumlah pull angkutan dan terminal guna memonitoring dan mencari informasi baik dari pengusaha angkutan dan masyarakat.

Jika melalui pengawasan dimaksud ditemukan pengusaha angkutan yang memberlakukan tarif di atas ketentuan, maka Organda akan memberikan teguran dan peringatan tegas kepada yang bersangkutan.

Sehubungan dengan itu, Ketua Organda Sumatera Barat menghimbau kepada pengguna jasa angkutan darat di Kota Padang untuk ikut mengawasi pemberlakuan tarif lebaran, serta melaporkan kepada Organda maupun Dinas Perhubungan jika terjadi penyimpangan.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 24 Agustus 2011

%d blogger menyukai ini: