Arsip Blog

PEMBUKAAN MUBES LKAAM

Gubernur Sumatera Barat MARLIS RAHMAN kemaren di Gedung Asrama Haji Embarkasi Haji jalan Parupuk Padang, membuka dengan resmi Mubes X Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau LKAAM dan Mubes VII Bundo Kanduang Se-Sumatera Barat.

Mubes yang akan berlangsung sampai hari ini diikuti 1.054 orang Peserta terdiri atas Pengurus LKAAM, Ketua KAN, Bundo Kanduang, Dewan Pertimbangan dan Undangan lainnya.

Dalam sambutannya Gubernur Sumatera Barat MARLIS RAHMAN Mengatakan, Filosofi Adat Alam Minangkabau Adat Basandi Sarak Sarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato Adat Mamakai merupakan Filosofi yang sangat Agung, namun dalam kenyataannya sampai sekarang hal itu baru dalam wacana Pidato Pidato belaka, belum teraktualisasi dalam Masyarakat Sumatera Barat.

Pada Kesempatan itu MARLIS RAHMAN mengharapkan agar melalui LKAAM, Pemerintah Propinsi Kabupaten Kota terus menerus melestarikan nilai nilai Adat Basandi Syarak Sarak Basandi Kitabullah itu dapat tercermin dalam kehidupan Masyarakat.

Gubernur mengingatkan pentingnya keberadaan LKAAM dan Bundo Kanduang serta Alim Ulama dalam membantu Pemerintah Daerah dalm mengaktualisasikan Filosofi ABS dan SBK di daerah ini sedangkan pendanaannya akan dapat dibantu oleh Pemerintah.

Mubes yang akan berlangsung sampai sore nanti juga akan membahas Laporan Pertanggung Jawaban Pucuk pimpinan LKAAM Sumatera Barat, Makalah Titah Sambutan Daulat yang dipertuan Raja Alam Minangkabau Pagaruyuang Darul Qorror Haji Sutan Muhammad Taufik Thaib SH.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 8 Juni 2010

Iklan

MUBES LKAAM SUMBAR

Mubes X LKAAM dan Mubes VII Bundo Kanduang Se-Sumatera Barat akan diselenggarakan di Padang tanggal 7 sampai 8 Juni 2010 nanti dengan tema Memfungsikan Organisasi LKAAM dari “Pucuak sampai ka Urek” dalam Rangka Pembangunan Nagari berbasis Adat Syara` Syara` Basandi Kitabulloh ABS- SBK.

Ketua IV Bidang Organisasi LKAAM Sumatera Barat Profesor H.Z.HUSIN DATUK RAJO LENGGANG dalam keterangannya menjelaskan, tujuan mubes antara lain memberikan Laporan Pertanggung jawaban Pengurus LKAAM Sumbar masa bakti 2005-2010, Menetapkan Perubahan Anggaran Dasar dan anggaran rumah tangga.

Selain itu Mubes juga memilih kepengurusan Pucuk pimpinan LKAAM dan Bundo Kanduang Sumatera Barat masa bakti 2010-2015, Mengevaluasi langkah kebijaksaan Organisasi yang tertuang dalam Program Kerja LKAAM masa bakti 2005-2010 dan memperluas wawasan Organisasi LKAAM dan Bundo Kanduang dalam memantapkan fungsi dan peran kelembagaan LKAAM dan Bundo Kanduang.

Menurut Ketua IV Bidang Organisasi Profesor H.Z. Husin Datuk Rajo Lenggang, Musyawarah besar yang akan dilaksanakan digedung Asrama Haji Embarkasi Padang itu akan diikuti 1054 orang peserta terdiri atas pengurus LKAAM, Ketua KAN, Bundo Kanduang, Dewan Pertimbangan dan undangan lainnya.

Sementara Ketua V Bidang Pendidikan Diklat Pelatihan LKAAM Sumatera Barat Tuanku Bagindo H.M. LETTER mengatakan, Dalam Pelaksanaan Musawarah besar Lembaga Kerapatan Adat MinangKabau Sumatera Barat, kendala yang dihadapi sekarang adalah terbatasnya anggaran Operasional dan Program yang dianggarkan Pemerintah daerah Propinsi Sumatera Barat.

Biaya yang dibutuhkan untuk Mubes yang ke X ini 357,7 Juta sementara anggaran yang dialokasikan Pemerintah Daerah dalam APBD Propinsi hanya 250 Juta dari 1,3 Milyar yang diajukan .

Untuk menutupi kekurangan tersebut terpaksa LKAAM Sumbar harus berhutang

Sekretaris Umum LKAAM Sumatera Barat M.SAYUTI DATUK RAJO PANGULU mengungkapkan pula Tanggung jawab Refresentasi Adat Basandi Sarak Sarak Basandi kitabulloh tidak akan terujud dengan keadaan LKAAM sendirian karena hal ini baru tegak jika Tigo Tunggu Sajarangan mampu bersinerji dengan baik.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 2 Juni 2010

MELAKUKAN PENILAIAN TERHADAP NAGARI

Tim Penilai Lomba Nagari Propinsi Sumatera Barat kemarin melakukan penilaian pada Nagari Tanjuang Alai Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok, dalam rangka melaksanakan lomba Nagari dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Propinsi Sumatera Barat Tahun 2010.

Tim penilai Nagari tersebut, terdiri dari unsur BPM Propinsi Sumatera Barat, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat, Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan, Majelis Ulama, Penggerak Kesejahteraan Keluarga dan Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Mansyarakat.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Propinsi Sumatera Barat IRVAN KHAIRUL ANANDA mengatakan, penilaian terhadap Nagari tersebut, dimaksudkan untuk melihat kenyataan program pembangunan yang diupayakan masyarakat dengan swadaya masyarakat dan ke gotong royongan masyarakat.

Selain itu, memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pembangunan Nagari dan cara memanfaatkan potensi sumber daya alam serta sumber daya manusia Nagari setempat, disamping pembinaan terhadap lembaga kemasyarakatan, Agama, Adat istiadat, Politik, Kemananan dan Lingkungan Nagari.

Menyinggung Nagari yang telah mendapat penilain dari Tim Penilai, Menurut IRVAN KHAIRUL ANANDA, telah Enam Nagari, diantaranya Nagari Pakan Rabaa Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan dan Nagari Sitiuang Kecamatan Sitiuang Kabupaten Dharmasraya.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 28 Mei 2010

%d blogger menyukai ini: