Arsip Blog

SOSIALISASI ADAT SANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH

Mengingat masih banyak generasi muda di Sumatera Barat yang belum memahami pengamalan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi kitabullah di dalam kehidupan sehari-hari, mendorong Pemerintah Provinsi bersama lembaga kerapatan adat alam minangkabau-LKAAM Sumatera Barat terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Kepala Bagian Kebudayaan Biro Bina Sosial Propinsi Sumatera Barat DRS.H.MULYADI,MM, usai membuka kegiatan sosialisasi dan aplikasi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah di Aula gedung Abdullah Kamil Yayasan Genta Budaya Padang mengatakan mengatakan, sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberitahukan cara mengimplementasikan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dalam kehidupan bermasyarakat.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh unsur LKAAM, KAN, Bundo Kanduang dan Karang Taruna se – Kota Padang, dengan narasumber Sekretaris LKAAM Sumatera Barat Drs. M. Sayuti Dt.Rajo Penghulu,M.Pd.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 30 Juli 2010

M.SAYUTI TERPILIH SEBAGAI KETUA LKAAM 2010-2015

M.Sayuti Datuk Rajo Pangulu terplih sebagai ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau LKAAM Sumatera Barat masa bakti 2010-2015 yang diselenggarakan dalam suatu upacara Mubes ke X LKAAM Sumatera Barat dan Mubes VII Bundo Kandung se Sumatera Barat.

Sebagai Ketua Umum Bundo Kanduang tepilih Yang Dipertuan Gadis Profesor Dr.Ir Puti Reno Raudhatu Jannah Thaib.

Pemilihan berlangsung di Gedung Asrama Haji Embarkasi Parupuak Tabing Padang.

Selain pemilihan Pucuk pimpinan LKAAM dan Ketua Bundo Kanduang juga dipilih pengurus LKAAM Sumatera Barat masing masing 6 orang pengurus periode tahun 2010-2015.

Disela sela acara Mubes tersebut Ketua LKAAM Sumatera Barat M.SAYUTI DATUK RAJO PANGULU mengatakan, untuk memajukan Organisasi LKAAM Sumatera Barat kedepan , harus eksis dan dapat membantu Pemerintah , Membantu Pengusaha , Perguruan tinggi , dan bisa membantu Masyarakat.

LKAAM Sumatera Barat tidak bisa berdiri sendiri dan harus bersinergi dengan semua pihak , sehingga tugas berat yang dilakukan secara bersama itu akan menjadi ringan dan berhasil guna.

Untuk itu dihimbau kepada seluruh Masyarakat dan pihak pihak terkait lainya untuk bersama sama membangun Daerah Sumatera Barat yang berbasiskan Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 9 Juni 2010

PEMBUKAAN MUBES LKAAM

Gubernur Sumatera Barat MARLIS RAHMAN kemaren di Gedung Asrama Haji Embarkasi Haji jalan Parupuk Padang, membuka dengan resmi Mubes X Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau LKAAM dan Mubes VII Bundo Kanduang Se-Sumatera Barat.

Mubes yang akan berlangsung sampai hari ini diikuti 1.054 orang Peserta terdiri atas Pengurus LKAAM, Ketua KAN, Bundo Kanduang, Dewan Pertimbangan dan Undangan lainnya.

Dalam sambutannya Gubernur Sumatera Barat MARLIS RAHMAN Mengatakan, Filosofi Adat Alam Minangkabau Adat Basandi Sarak Sarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato Adat Mamakai merupakan Filosofi yang sangat Agung, namun dalam kenyataannya sampai sekarang hal itu baru dalam wacana Pidato Pidato belaka, belum teraktualisasi dalam Masyarakat Sumatera Barat.

Pada Kesempatan itu MARLIS RAHMAN mengharapkan agar melalui LKAAM, Pemerintah Propinsi Kabupaten Kota terus menerus melestarikan nilai nilai Adat Basandi Syarak Sarak Basandi Kitabullah itu dapat tercermin dalam kehidupan Masyarakat.

Gubernur mengingatkan pentingnya keberadaan LKAAM dan Bundo Kanduang serta Alim Ulama dalam membantu Pemerintah Daerah dalm mengaktualisasikan Filosofi ABS dan SBK di daerah ini sedangkan pendanaannya akan dapat dibantu oleh Pemerintah.

Mubes yang akan berlangsung sampai sore nanti juga akan membahas Laporan Pertanggung Jawaban Pucuk pimpinan LKAAM Sumatera Barat, Makalah Titah Sambutan Daulat yang dipertuan Raja Alam Minangkabau Pagaruyuang Darul Qorror Haji Sutan Muhammad Taufik Thaib SH.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 8 Juni 2010

MUBES LKAAM SUMBAR

Mubes X LKAAM dan Mubes VII Bundo Kanduang Se-Sumatera Barat akan diselenggarakan di Padang tanggal 7 sampai 8 Juni 2010 nanti dengan tema Memfungsikan Organisasi LKAAM dari “Pucuak sampai ka Urek” dalam Rangka Pembangunan Nagari berbasis Adat Syara` Syara` Basandi Kitabulloh ABS- SBK.

Ketua IV Bidang Organisasi LKAAM Sumatera Barat Profesor H.Z.HUSIN DATUK RAJO LENGGANG dalam keterangannya menjelaskan, tujuan mubes antara lain memberikan Laporan Pertanggung jawaban Pengurus LKAAM Sumbar masa bakti 2005-2010, Menetapkan Perubahan Anggaran Dasar dan anggaran rumah tangga.

Selain itu Mubes juga memilih kepengurusan Pucuk pimpinan LKAAM dan Bundo Kanduang Sumatera Barat masa bakti 2010-2015, Mengevaluasi langkah kebijaksaan Organisasi yang tertuang dalam Program Kerja LKAAM masa bakti 2005-2010 dan memperluas wawasan Organisasi LKAAM dan Bundo Kanduang dalam memantapkan fungsi dan peran kelembagaan LKAAM dan Bundo Kanduang.

Menurut Ketua IV Bidang Organisasi Profesor H.Z. Husin Datuk Rajo Lenggang, Musyawarah besar yang akan dilaksanakan digedung Asrama Haji Embarkasi Padang itu akan diikuti 1054 orang peserta terdiri atas pengurus LKAAM, Ketua KAN, Bundo Kanduang, Dewan Pertimbangan dan undangan lainnya.

Sementara Ketua V Bidang Pendidikan Diklat Pelatihan LKAAM Sumatera Barat Tuanku Bagindo H.M. LETTER mengatakan, Dalam Pelaksanaan Musawarah besar Lembaga Kerapatan Adat MinangKabau Sumatera Barat, kendala yang dihadapi sekarang adalah terbatasnya anggaran Operasional dan Program yang dianggarkan Pemerintah daerah Propinsi Sumatera Barat.

Biaya yang dibutuhkan untuk Mubes yang ke X ini 357,7 Juta sementara anggaran yang dialokasikan Pemerintah Daerah dalam APBD Propinsi hanya 250 Juta dari 1,3 Milyar yang diajukan .

Untuk menutupi kekurangan tersebut terpaksa LKAAM Sumbar harus berhutang

Sekretaris Umum LKAAM Sumatera Barat M.SAYUTI DATUK RAJO PANGULU mengungkapkan pula Tanggung jawab Refresentasi Adat Basandi Sarak Sarak Basandi kitabulloh tidak akan terujud dengan keadaan LKAAM sendirian karena hal ini baru tegak jika Tigo Tunggu Sajarangan mampu bersinerji dengan baik.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 2 Juni 2010

SEMINAR SEHARI ABS-SBK

Pemahaman tentang adat basandi syarak syarak basandi kitabullah tersebut dapat dijalankan dalam bentuk berbagai aktivitas kehidupan social atau adat dan budaya Minangkabau yang berdasarkan kepada ajaran dan hokum Islam yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat MARLIS RAHMAN usai pembukaan seminar sehari tentang upaya membina filosofi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah dalam kehidupan masyarakat minangkabau di auditorium gubernuran Sumatera Barat kemaren.

MARLIS RAHMAN berharap, dengan seminar tersebut pemahaman adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah dapat di aktualisasikan di dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu salah seorang pemakalah pada seminar tersebut Ketua I Bundo Kanduang Sumatera Barat PUTI RENO RAUDHA THAIB mengatakan, pemahaman filosofi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah , hendaknya tercermin dan dipakai oleh masyarakat Minang dalam kehidupannya.

PURI RENO RAUDHA TAHIB mengharapkan kepada seluruh masyarakat Minangkabau agar terlebih dulu mengimplementasikan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah dalam kehidupannya secara pribadi, kemudian baru menularkannya kepada masyarakat lainnya.

Seminar tersebut dilaksanakan oleh Forum Pamong Senior Sumatera Barat dengan peserta lebih kurang 150 orang, terdiri dari LKAAM, Bundo Kanduang, Unsur Nagari, PKK, Majelis Taklim, BEM. Pemda, MUI dan Unsur Masyarakat Potensial lainnya se Sumatera Barat.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 28 Mei 2010

%d blogger menyukai ini: