Arsip Blog

PILKADA SUMBAR

Pasangan Mato nomor urut dua, untuk sementara mendapat suara terbanyak di Kabupaten Kepulauan Mentawai dibandingkan dengan empat pasang calon gubernur lainnya yang maju dalam Pilkada Badunsanak 30 Juni 2010.

Dari hasil penghitungan sementara pada PPK, MATO meraih 39,32 persen atau 9.170 suara, disusul pasangan Fauzi Bahar – Yohanes 30,73 persen atau 7.167 suara, Irwan-MK 13,25 persen atau 3.090 suara, Endang Irzal- Asrul Syukur 13 persen atau 3.040 suara dan Ediwarman – Husni Hadi 3,67 persen atau 855 suara.

Sampai malam tadi masih ada surat suara yang belum masuk dari dua kecamatan yakni Sikakap dan Pagai Selatan.

Keterlambatan kedua kecamatan tersebut karena factor transportasi.

Kotak suara dari kedua kecamatan akan dijemput besok dengan menggunakan speed boat, karena kapal milik pemda mengalami kerusakan.

Menurut Devisi Teknis KPU Kabupaten Kepulauan Mentawai Roni Tri Noveti, tingkat partisipasi pemilih 51,22 persen menurun dibandingkan dengan Pilpres 2009.

Penentuan hasil resmi dilakukan besok dalam rapat pleno KPU setempat di Wisma Bunda Guest House Tua Pejat.

Menurut Roni, sosialisasi Tim sukses di Mentawai tidak menjangkau wilayah pedesaan sehingga pemilih tidak tahu secara utuh calon-calon yang bertarung.

Sosialisasi, relatif hanya dilakukan pasangan MATO dan Fauzi Bahar-Yohanes, sehingga keduanya mendapat suara hampir berimbang.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 5 Juli 2010

Iklan

PEMERINTAH HARUS BANGUN KANTOR SAMSAT DI MENTAWAI

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan sejumlah pihak terkait diminta untuk segera membangun kantor Pembayaran Pajak Kendaraan bermotor atau Samsat di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Hal itu disampaikan Kapolda Sumatera Barat, Brigadir Jendral Polisi ANDAYONO terkait belum adanya kantor samsat di daerah tersebut, sehingga masyarakat Mentawai terpaksa membayar retribusi pajak kendaraan bermotor melalui kantor samsat Kabupaten Padang Pariaman.

Brigjend Pol. ANDAYONO menilai, sejumlah kendala akan dihadapi masyarakat Mentawai ketika akan membayarkan pajak kendaran bermotor, seperti biaya yang besar disamping resiko tenggelamnya kapal.

Brigjend Pol ANDAYONO mengharapkan, kepada Pemerintah Propinsi bersama dinas terkait lainnya agar menjembatani proses pembangunan kantor Samsat di Mentawai demi kemudahaan pembayaran pajak kendaraan milik masyarakat.

Brigjend Pol. ANDAYONO mengatakan, jajarannya yang ada di Mentawai merasa serba salah dalam menindak pelanggaran Lalulintas, terutama bagi pemilik kendaraan yang tidak membayar pajak.

Menurutnya, Kepolisian pun dinilai salah, karena tidak memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dalam hal pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 19 Juni 2010

%d blogger menyukai ini: