Arsip Blog

MUI PAYAKUMBUH INGATKAN WARGA

Ketua MUI Kota Payakumbuh H. Hasan Basri, mengajak, warga Luak Limopuluah, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, untuk tidak terpancing oleh situasi dan kondisi keamanan yang terjadi di sejumlah daerah pada beberapa provinsi di Tanah Air.

Kepada payakumbuhkota.go.id, Ketua MUI Kota Payakumbuh Hasan Basri mengatakan, Ranah Minang sejak dulu hingga sekarang, terkenal santun dan ramah, Saciok bak ayam, sadanciang bak basi. Ka gunuang samo mandaki, ka lurah samo manurun.

Ia mengharapkan kebersamaan seperti itu jangan sampai rusak, melainkan harus dipelihara terus menerus.

Hasan Basri, mengaku risau dengan rusaknya persaudaraan sesama anak bangsa, di sejumlah provinsi hanya karena dipicu dengan persoalan kecil, dan mempertahankan sesuatu yang tidak jelas.

Karena itu, Hasan Basri, mengajak, seluruh elemen masyarakat, agar menyikapi kejadian di beberapa daerah itu dengan perbuatan positif.

Seluruh pemuka masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama, cendiakawan, tokoh pemuda, dan bundo kanduang, perlu merapatkan barisan untuk lebih memperkuat semangat kebersamaan dan kekeluargaan di tengah masyarakat.

Filosofi Adat alam Minangkabau yang basandi syarak dan kitabullah, merupakan modal bahwa masyarakat Minangkabau adalah orang yang memahami dengan qadar baik dan qadar buruk.

Sumber : Warta Berita Daerah Sore pukul 17.00 tanggal 3 Oktober 2010

Iklan

PESERTA JPI DAN BPAP TIBA DI PADANG

Delapan orang peserta program Bakti Pemuda Antar Propinsi atau BPAP Propinsi Sumatera Barat, bersama 24 orang peserta pasangan program BPAP Kalimantan Barat, DKI Jakarta dan Propinsi Bangka Belitung, tangal 7 Juni lalu, tiba di Kota Padang, setelah mengikuti Jambore Pemuda Indonesia JPI Tingkat Nasional selama 6 hari di Kabupaten Landak Kalimantan Barat.

Ketua Panitia Penyelenggara BPAP Tingkat Propinsi Sumatera Barat Drs. AFRIZAL MUCHTAR. MPD, menjelaskan , putra- putri terbaik dari 3 Propinsi tersebut, kini berada di Kota Padang dan mendapatkan sosialisasi dari panitia penyelenggara BPAP, guna mengikuti program BPAP Tingkat Propinsi Sumatera Barat Tahun 2010 di Kabupaten Tanah Datar.

Menurut AFRIZAL MUCHTAR, kedelapan peserta BPAP Propinsi Sumatera Barat itu, ditetapkan, sebagai pendamping pasangan peserta BPAP Propinsi Kalbar, DKI Jakarta dan Babel pada pelaksanaan BPAP Tingkat Propinsi Sumatera Barat yang akan digelar, tangal 10 Juni nanti di Nagari Pariangan Kecamatan Pariangan dan Nagari Minangkabau Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 9 Juni 2010

JAMBORE BUDAYA SERUMPUN 2010

Sekitar 1.200 orang Pramuka dan Pembina Pramuka se-Indonesia bersama sekitar 1000 Pengakap dari Persekutuan Pengakap Malaysia dan 300 orang Pandu Puteri Malaysia, tanggal 8 hingga 12 Juni mendatang akan berkumpul di Pagaruyung Batusangkar dalam Jambore Budaya Serumpun 2010.

Kegiatan tersebut antara lain bertujuan untuk mendukung kelestarian dan peningkatan silaturrahmi antara dua Bangsa “ Indonesia dan Malaysia”, serta mewariskan dan menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda dan belia Indonesia – Malaysia, disamping memperkuat komitmen terhadap suksesnya pendidikan, khususnya pembinaan karakter generasi muda melalui wadah kepanduan.

Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Bumi Perkemahan Istano Basa Pagaruyung.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jambore tersebut antaralain Penjelajahan Alam Terbuka, Out-bond, Hasta Karya permainan rakyat yakni membuat dan menaikkan layang layang, Demo Masakan Tradisional, Jelajah Budaya, Bakti Masyarakat dan kegiatan Seni dan Budaya.

Sejalan dengan itu juga ada Kunjungan Muhibah dari Warga Negara Malaysia yang mempunyai hubungan kekerabatan dan asal-usul dari Minangkabau.

Namun peserta kunjungan muhibah yang diperkirakan berjumlah seribu orang, tidak ditempatkan di Bumi Perkemahan melainkan di rumah penduduk di sekitar Bumi Perkemahan, yaitu sejenis home stay.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 4 Juni 2010

MUBES LKAAM SUMBAR

Mubes X LKAAM dan Mubes VII Bundo Kanduang Se-Sumatera Barat akan diselenggarakan di Padang tanggal 7 sampai 8 Juni 2010 nanti dengan tema Memfungsikan Organisasi LKAAM dari “Pucuak sampai ka Urek” dalam Rangka Pembangunan Nagari berbasis Adat Syara` Syara` Basandi Kitabulloh ABS- SBK.

Ketua IV Bidang Organisasi LKAAM Sumatera Barat Profesor H.Z.HUSIN DATUK RAJO LENGGANG dalam keterangannya menjelaskan, tujuan mubes antara lain memberikan Laporan Pertanggung jawaban Pengurus LKAAM Sumbar masa bakti 2005-2010, Menetapkan Perubahan Anggaran Dasar dan anggaran rumah tangga.

Selain itu Mubes juga memilih kepengurusan Pucuk pimpinan LKAAM dan Bundo Kanduang Sumatera Barat masa bakti 2010-2015, Mengevaluasi langkah kebijaksaan Organisasi yang tertuang dalam Program Kerja LKAAM masa bakti 2005-2010 dan memperluas wawasan Organisasi LKAAM dan Bundo Kanduang dalam memantapkan fungsi dan peran kelembagaan LKAAM dan Bundo Kanduang.

Menurut Ketua IV Bidang Organisasi Profesor H.Z. Husin Datuk Rajo Lenggang, Musyawarah besar yang akan dilaksanakan digedung Asrama Haji Embarkasi Padang itu akan diikuti 1054 orang peserta terdiri atas pengurus LKAAM, Ketua KAN, Bundo Kanduang, Dewan Pertimbangan dan undangan lainnya.

Sementara Ketua V Bidang Pendidikan Diklat Pelatihan LKAAM Sumatera Barat Tuanku Bagindo H.M. LETTER mengatakan, Dalam Pelaksanaan Musawarah besar Lembaga Kerapatan Adat MinangKabau Sumatera Barat, kendala yang dihadapi sekarang adalah terbatasnya anggaran Operasional dan Program yang dianggarkan Pemerintah daerah Propinsi Sumatera Barat.

Biaya yang dibutuhkan untuk Mubes yang ke X ini 357,7 Juta sementara anggaran yang dialokasikan Pemerintah Daerah dalam APBD Propinsi hanya 250 Juta dari 1,3 Milyar yang diajukan .

Untuk menutupi kekurangan tersebut terpaksa LKAAM Sumbar harus berhutang

Sekretaris Umum LKAAM Sumatera Barat M.SAYUTI DATUK RAJO PANGULU mengungkapkan pula Tanggung jawab Refresentasi Adat Basandi Sarak Sarak Basandi kitabulloh tidak akan terujud dengan keadaan LKAAM sendirian karena hal ini baru tegak jika Tigo Tunggu Sajarangan mampu bersinerji dengan baik.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 2 Juni 2010

HARI INI PESERTA BPAP KE KALBAR

Dewasa ini terasa semakin menipisnya Nasionalisme dan menebalnya Primordialisme kedaerahan, seiring munculnya gejala disintegrasi berbangsa dikalangan generasi muda.

Kondisi ini, disebabkan dampak negative dari globalisasi yang sangat dominan mempengaruhi kehidupan generasi muda, disamping potensi budaya daerah kurang menjadi perhatian dalam kehidupan mereka.

Hal tersebut, diungkapkan Ketua Panitia Penyelenggara Jambore Nasional JPI dan Bakti Pemuda Antar Propinsi BPAP Tingkat Propinsi Sumatera Barat Drs. AFRIZAL MUCHTAR. MPD seusai melepas kontingen Propinsi Sumatera Barat dalam rangka mengikuti program JPI dan BPAP di Kabupaten Landak Propinsi Kalimantan Barat di BLPT Lubuk Lintah Padang kemarin.

Lebih jauh AFRIZAL MUCHTAR mengatakan, program JPI yang berlangsung mulai tanggal 1 hingga 6 Juni nanti, diikuti 33 Propinsi di Indonesia, sedangkan Sumatera Barat diwakili 32 putra- putri terbaik utusan Kabupaten dan Kota dengan menampilkan kesenian daerah minang, yakni tari Indang yang dikaitkan dengan pasca gempa Sumatera Barat.

Setelah dari Kabupaten Landak, diantaranya 8 orang peserta BPAP Sumatera Barat kembali ke daerah ini, untuk mempersiapkan program BPAP dan sebagai pendamping pasangan peserta BPAP Propinsi Kalbar 8 orang, BPAP Propinsi DKI 8 orang dan BPAP Propinsi Babel 8 orang.

Selama didaerah ini, mereka akan mengikuti program BPAP Tingkat Propinsi Sumatera Barat Tahun 2010, tanggal 10 Juni nanti di Nagari Pariangan Kecamatan Pariangan dan Nagari Minangkabau Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar ungkap AFRIZAL.

Sementara, peserta BPAP Propinsi Sumatera Barat yang berjumlah 24 orang lain-nya langsung mengikuti progam BPAP untuk pasangan Propinsi Kalbar 8 orang, Propinsi DKI Jakarta 8 orang dan Propinsi Babel 8 orang.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 1 Juni 2010

SEMINAR SEHARI ABS-SBK

Pemahaman tentang adat basandi syarak syarak basandi kitabullah tersebut dapat dijalankan dalam bentuk berbagai aktivitas kehidupan social atau adat dan budaya Minangkabau yang berdasarkan kepada ajaran dan hokum Islam yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat MARLIS RAHMAN usai pembukaan seminar sehari tentang upaya membina filosofi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah dalam kehidupan masyarakat minangkabau di auditorium gubernuran Sumatera Barat kemaren.

MARLIS RAHMAN berharap, dengan seminar tersebut pemahaman adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah dapat di aktualisasikan di dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu salah seorang pemakalah pada seminar tersebut Ketua I Bundo Kanduang Sumatera Barat PUTI RENO RAUDHA THAIB mengatakan, pemahaman filosofi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah , hendaknya tercermin dan dipakai oleh masyarakat Minang dalam kehidupannya.

PURI RENO RAUDHA TAHIB mengharapkan kepada seluruh masyarakat Minangkabau agar terlebih dulu mengimplementasikan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah dalam kehidupannya secara pribadi, kemudian baru menularkannya kepada masyarakat lainnya.

Seminar tersebut dilaksanakan oleh Forum Pamong Senior Sumatera Barat dengan peserta lebih kurang 150 orang, terdiri dari LKAAM, Bundo Kanduang, Unsur Nagari, PKK, Majelis Taklim, BEM. Pemda, MUI dan Unsur Masyarakat Potensial lainnya se Sumatera Barat.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 28 Mei 2010

%d blogger menyukai ini: