Arsip Blog

WALIKOTA PADANG OPTIMIS KOTA PADANG AKAN DAPAT ADIPURA

Walikota Padang FAUZI BAHAR tetap optimis kota Padang akan kembali mendapatkan Piala Adipura.

Meskipun piala Adipura ke 18 tahun ini tidak dapat dipertahankan kota Padang, namun kedepanya Walikota Padang FAUZI BAHAR mengatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memperoleh kembali piala Adipura tersebut.

Dikatakan, gempa yang menguncang kota Padang sehingga memporakporandakan Kota Padang pada 2009 lalu, menjadi tantangan bagi pihaknya untuk dapat bangkit kembali dan membenahi kota Padang agar dapat kembali mendapatkan Piala Adipura untuk tahun depan.

FAUZI BAHAR menjelaskan, kehancuran gempa, bukan menjadi alasan bagi kota Padang. FAUZI BAHAR berharap masyarakat kota Padang ikut membantu pemerintah kota untuk membangun kembali kota Padang.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 9 Juni 2010

PADANG TERIMA PENGHARGAAN

Dua penghargaan yang diraih Kota Padang Walikota Padang FAUZI BAHAR dari Menteri Negara Lingkungan Hidup RI pagi tadi disambut di Bandara Internasional Minangkabau.

Penghargaan yang diterima tersebut yakni penghargaan Status Lingkungan Hidup Daerah- SLHD dan Penghargaan Adiwyata untuk 3 sekolah yaitu SMP Negeri 24, SD Negeri 10 Sungaio Sapih Kecamatan Kuranji dan SD Negeri 13 Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan.

Walikota FAUZI BAHAR kepada wartawan mengatakan, kendatipun Piala Adipura ke 18 kali tahun ini lepas namun 2 penghargaan yang tidak kalah pentingnya dari Piala Adipura diraih oleh Kota Padang karena sekolah Adiwyata mendidik anak- anak dalam penataan lingkungan.

Menurut FAUZI BAHAR untuk mendidik masyarakat dalam tatanan kehidupan keseharian terlebih dulu ia mengenal dan menjaga lingkungan dimulai dari usia dini yakni dari lingkungan sekolah.

Diharapkannya bagi sekolah-sekolah yang meraih penghargaan Adiwyata tersebut agar tahun depan harus dipertahankan dan dapat menjadi contoh bagi sekolah yang belum mendapatkan penghargaan supaya tahun depan lebih banyak sekolah di Kota Padang dan bahkan sekolah di Sumatera Barat yang meraih penghargaan tersebut.

Sumber : Warta Berita Kota pukul 14.00 tanggal 9 Juni 2010

PENJEMPUTAN PIALA ADIPURA

Piala Adipura yang diraih kota Batusangkar sebagai kota terbersih untuk tahun 2010 tanggal 9 Juni akan dijemput ke Bandara Internasional Minang Kabau BIM Kota Padang.

Humas Inforkom Kabupaten Tanah Datar YENDRA APRILIA SS MM mengatakan untuk penjemputan piala Adipura ke Bandara Internasional Minang Kabau tersebut telah ditunjuk dari dinas terkait dibawah koordinator Badan Lingkungan Hidup dan beberapa Dinas lainnya .

Piala Adipura diterima oleh Bupati Tanah Datar MUHAMMAD SHADDIQ PHASADIGU di Istana Negara Jakarta besok.

Dijelaskan, sesampainya Piala Adipura di BIM langsung dibawa menuju Kota Batusangkar dan iring iringi Piala Adipura tersebut disetiap batas Kecamatan disambut oleh Camat dan masyarakat seperti Kecamatan Sepuluh Koto di Lembah Anai, Kecamatan Batipuh di Kubu Kerambil, Kecamatan Pariangan di Simabur dan Kecamatan Lima Kaum di Batusangkar.

YENDRI APRILLA menjelaskan sesampainya Piala Adipura di Kota Batusangkar akan diarak dengan pawai berjalan kaki sekeliling kota Batusangkar bersama Muspida dan pedagang juga diiringi oleh Petugas kebersihan serta masyarakat dan langsung menuju Gedung Indojalito.

Penyambutan yang meriah tersebut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Tanah Datar dalam memperoleh Piala Adipura semoga tahun depan akan lebih baik lagi.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 7 Juni 2010

GAGAL MEMPERTAHANKAN ADIPURA

Kota Padang gagal mempertahankan piala Adipura ke 18 tahun 2010 ini yang selama 17 kali berturut- turut dapat diraih mulai dari tahun 1992 hingga 2009 lalu.

Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah BAPEDALDA Kota Padang INDANG DEWATA ketika wawancara melalui telepon kemarin kepada RRI mengatakan, gagalnya piala ke 18 tahun ini disebabkan karena penilaian pantau pertama dilaksananakan tim dari pusat pada bulan Oktober 2009 sedangkan daerah ini dalam kondisi porak- poranda pasca gempa 30 September 2009.

INDANG DEWATA menjelaskan, tahun ini tim pusat menetapkan dua kategori penilaian Piala adipura yaitu kategori kota terbersih dan kota terkotor maka hasil rapat rapat tim penilai bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup maka Kota Padang ditetapkan status kuo yakni tidak dinilai baik untuk kota terbersih maupun Kota terkotor.

Kendatipun Kota Padang tidak mendapatkan piala Adipura namun Kota ini mendapatkan 2 penghargaan dari Mentri Negara Lingkungan hidup yaitu penghargaan ADIWIYATA untuk 3 sekolah dan penghargaan Status lingkungan hidup terbaik.

Tiga sekolah yang meraih penghargaan Adiwiyata tersebut adalah SMP negeri 24, SD Negeri 13 Batu Gadang Kecamatan Lubuk Kilangan dan SD Negeri 10 Sungai Sapiah Kecamatan Kuranji.

Penghargaan Adiwiyata akan diserahkan besok di Istana Negara sedangkan penghargaan Status Lingkungan Hidup terbaik akan diserahkan pada tanggal 8 Juni mendatang di tempat yang sama.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 6 Juni 2010

KOTA PADANG OPTIMIS ADIPURA KE 18 TAHUN2010

Kendatipun wilayah Kota Padang porak poranda akibat gempa September 2009 lalu namun tetap optimis dapat mempertahankan piala Adipura untuk ke 18 kali tahun 2010 ini.

Hal itu dapat dilihat dari penilaian beberapa kali yang dilaksanakan dari tim pusat mulai dari penilaian pantau pertama dan kedua terus mendapat nilai baik apalagi dengan nilai pantau ke 3 pada akhir bulan April lalu nilai Kota Padang naik dibidang pengolahan kompos.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Padang HARIADI DAHLAN menjelaskan, tingginya penilaian Adipura untuk Kota Padang bertambah dari penilaian pengolahan kompos karena di Negara ini baru Kota Padang yang bisa memanfaatkan sampah menjadi pupuk.

HARIADI DAHLAN mengatakan, ia menargetkan dalam satu bulan bisa menghasilan satu ton kompos yang dibuat dari sampah dan diolah pada 4 tempat diantaranya di TPST Aie Dingin, Padang Barat.

Sumber : Warta Berita Daerah Pagi pukul 06.30 tanggal 2 Juni 2010

%d blogger menyukai ini: